<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Univind Blog</title>
	<atom:link href="http://www.univind.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.univind.com/blog</link>
	<description>Integrated Online Solution Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Apr 2010 10:56:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tiga Tren Dunia Digital Saat Ini: Buatlah Konten-Konten-Konten yang Terhubung Secara Sosial (Tren #2)</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 10:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[search]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[steve rubel]]></category>
		<category><![CDATA[steverubelid]]></category>
		<category><![CDATA[stream]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan postingan sebelumnya tentang tiga tren dunia digital saat ini oleh Steve Rubel, postingan ini menceritakan tren kedua dunia digital saat ini.
Tren #2: Semuanya berawal dari Google, buatlah bisnis Anda terlihat di Google
The googlization of media: building a digitally visible business
Berkat adanya teknologi-teknologi user generated content seperti blog, update status di situs social/information networking, website [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan <a href="http://www.univind.com/blog/2010/03/25/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-bersainglah-secara-real-time-tren-1/">postingan sebelumnya</a> tentang tiga tren dunia digital saat ini oleh <a href="http://www.steverubel.com/">Steve Rubel</a>, postingan ini menceritakan tren kedua dunia digital saat ini.</p>
<h3>Tren #2: Semuanya berawal dari Google, buatlah bisnis Anda terlihat di Google</h3>
<p><em>The googlization of media: building a digitally visible business</em></p>
<p>Berkat adanya teknologi-teknologi <em>user generated content</em> seperti blog, update status di situs <em>social/information networking</em>, website upload foto, YouTube, dsb saat ini manusia menghasilkan konten di Internet sangat banyak!</p>
<blockquote><p>In 2009, more data will be generated by individuals than in the entire history of mankind through 2008. andreas weigend, former chief scientist, amazon.com (Andreas Weigend &#8211; Former Chief Scientist Amazon.com)</p></blockquote>
<p>Nyambung dengan tren pertama, karena Internet sekarang berubah jadi <em>stream</em>, manusia sekarang masuk dalam masa-masa <em>information overload</em>. Satu-satunya jalan menemukan sesuatu adalah lewat situs pencari, seperti Google.</p>
<p>Nggak satu-satunya sih, cara lainnya dari situs social/information network seperti dari link yang di-<em>share </em>di Facebook atau Twitter juga.</p>
<p>Kalau dulu perusahaan mengandalkan media-media eksternal untuk publikasi, sekarang semua perusahaan bisa dan <strong>harus </strong>menjadi perusahaan media. Artinya, mereka harus <strong>membuat konten tentang mereka sendiri</strong> supaya perusahaan mereka bisa dikenali oleh dunia.<span id="more-122"></span></p>
<p>Hasil penelitian Nielsen menunjukkan bahwa situs pencari menjangkau 86% pengguna aktif Internet (search engine have a global active reach of 86% of all users). Google, sebagai situs pencari terbesar di dunia, menjadi halaman depan website kita, karena semua target kita masuk ke <em>website </em>kita lewat Google!</p>
<p>Hal ini membuat efek yang kata Steve Rubel: <em>news and streams drive searches, searches drive news and streams</em></p>
<p>Ada empat jenis <em>search</em>: <em>paid search, owned search (SEO), earned search, social serch</em>.</p>
<p><strong><em>Paid Search: </em></strong>kita membayar untuk bisa tampil di hasil pencarian. Contoh: Google AdWords</p>
<p><strong><em>Owned Search: </em></strong>hasil pencarian yang natural, yang tiba-tiba  saja ada di Google, atau akibat efek Search Engine Optimization</p>
<p><strong><em>Earned Search</em>:</strong> konten yang kita buat di tempat lain, yang  hasilnya otomatis masuk ke Google, misalnya video YouTube atau Tweet  kita.</p>
<p><em><strong>Social Search:</strong> </em>konten yang ditemukan di website <em>user  generated content </em>atau <em>social media</em>. Misalnya saat kita  mengetikkan kata kunci pencarian, YouTube (Steve Rubel memberi contoh  YouTube) mencari tidak hanya berdasarkan kata kunci itu saja. YouTube  &#8220;menghitung&#8221; mana hasil yang paling relevan berdasarkan jumlah video  yang ditonton, rating, dan komentar juga.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar berikut ini (diambil dari <a href="http://www.slideshare.net/yoshi_f/three-digital-trends-for-the-new-decade-indonesia">presentasi Steve Rubel</a>)</p>

<a href='http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/paid-search/' title='paid search'><img width="150" height="150" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/paid-search-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="paid search" /></a>
<a href='http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/owned-search/' title='owned search'><img width="150" height="150" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/owned-search-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="owned search" /></a>
<a href='http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/earned-search/' title='earned search'><img width="150" height="150" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/earned-search-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="earned search" /></a>
<a href='http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/social-search/' title='social search'><img width="150" height="150" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/social-search-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="social search" /></a>

<p>Naah, bagaimana caranya biar kita bisa dicari dengan baik?</p>
<p><strong>#1 Ciptakan konten yang berkualitas</strong></p>
<p><em>Quality content drives visibility</em></p>
<p>Steve tidak terlalu detail menceritakan tentang hal ini. Tapi berdasarkan observasi yang saya lakukan, konten berkualitas itu artinya:</p>
<p>1. Konten itu bermanfaat (entah bagus, lucu, menambah pengetahuan, kontroversial), sehingga pengguna Internet dengan senang hati menyebarkan atau membicarakan tentang konten itu.</p>
<p>2. <em>Up to date, </em>sesuai dengan isu terbaru. Isu-isu terbaru biasanya tinggi hasil pencariannya, atau banyak dibicarakan di media sosial.</p>
<p><strong>#2 Ciptakan konten yang terhubung secara sosial</strong></p>
<p><em>Social connection drives visibility</em></p>
<p>Steve juga tidak terlalu detail menceritakan tentang ini. Dan saya pun lupa-lupa ingat <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tapi kalo boleh dikira-kira (CMIIW), kira-kira ini artinya, ciptakanlah konten yang tersebar, tidak hanya ada di satu tempat saja. Jadi, selain ada di blog, buat juga konten dengan isi sejenis atau yang berhubungan dengan itu berupa video di YouTube, gambar di Flickr, Tweet, dan sebagainya. Hal ini tentu saja akan memperluas jangkauan konten kita di Internet, yang akan memperluas juga visibilitas bisnis kita.</p>
<p>Inti dari tren kedua ini, <strong>ciptakan konten-konten-konten </strong>(sampai 3x) <strong>yang berkualitas dan saling terhubung secara sosial, agar bisnis kita bisa terlihat!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Tren Dunia Digital Saat Ini: Bersainglah Secara Real Time! (Tren #1)</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/03/25/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-bersainglah-secara-real-time-tren-1/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/03/25/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-bersainglah-secara-real-time-tren-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 06:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[real time]]></category>
		<category><![CDATA[steve rubel]]></category>
		<category><![CDATA[steverubelid]]></category>
		<category><![CDATA[stream]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Hari Senin, 22 Maret 2010 lalu, saya mendapat undangan dari Indo Pacific Edelman untuk hadir di Steve Rubel&#8217;s Lecture. Buat yang belum tahu, Steve Rubel (@steverubel) adalah Senior Vice President, Director of Insight dari Edelman Digital.
Pekerjaannya dia sehari-hari adalah mempelajari lanskap dunia digital (online), mengamati trennya, dan memperkirakan ke arah mana teknologi akan bergerak dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Senin, 22 Maret 2010 lalu, saya mendapat undangan dari <a href="http://www.indopacedelman.com/">Indo Pacific Edelman</a> untuk hadir di Steve Rubel&#8217;s Lecture. Buat yang belum tahu, <a href="http://www.steverubel.com/">Steve Rubel</a> (<a href="http://twitter.com/steverubel">@steverubel</a>) adalah Senior Vice President, Director of Insight dari Edelman Digital.</p>
<p>Pekerjaannya dia sehari-hari adalah mempelajari lanskap dunia digital (<em>online</em>), mengamati trennya, dan memperkirakan ke arah mana teknologi akan bergerak dalam 18-24 bulan ke depan. Steve Rubel sering menemukan <em>insight-insight</em> baru di dunia digital saat ini, dan membaginya, entah lewat Twitter, FB Pagenya, atau lewat presentasi seperti yang dia lakukan Senin lalu.</p>
<p>Kalau kita mengamati dunia Internet saat ini, kondisinya sudah jauh berbeda dibandingin 10 tahun lalu. Kita bisa melihat dimana-mana orang mengakses Facebook &amp; Twitter, cara kita menggunakan Internet juga berubah, dan masih banyak lagi kondisi yang harus kita ketahui dan kita tanggapi.</p>
<p>Apa <em>insight </em>yang bisa diambil dari tren-tren itu, dan bagaimana bisnis atau marketing merespon terhadap tren tersebut? Inilah rangkuman dari presentasi yang dia bawakan yang berjudul <em><strong>Three Digital Trends for the New Decade</strong>: building marketing strategies that are real-time, highly visible and data-driven</em>.</p>
<div id="__ss_3546115" style="width: 425px;"><strong style="display: block; margin: 12px 0 4px;"><a title="Three Digital Trends for the New Decade: (Indonesia)" href="http://www.slideshare.net/yoshi_f/three-digital-trends-for-the-new-decade-indonesia">Three Digital Trends for the New Decade: (Indonesia)</a></strong><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=steverubel-indonesiatrends-100324213505-phpapp01&amp;stripped_title=three-digital-trends-for-the-new-decade-indonesia" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=steverubel-indonesiatrends-100324213505-phpapp01&amp;stripped_title=three-digital-trends-for-the-new-decade-indonesia" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="padding: 5px 0 12px;">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/yoshi_f">yoshi fe</a>.</div>
</div>
<p><span id="more-112"></span><br />
<h3>Prolog: Teknologi berubah cepat, tren bergerak lebih lambat.</h3>
<p>Steve menekankan, untuk pengambilan keputusan, jangan terlalu memperhatikan teknologi. Perhatikanlah tren. Teknologi itu cepat sekali berubah, dan sulit diprediksi. Tapi tren berubah tidak secepat teknologi. Perhatikanlah, apa yang sedang banyak dilakukan, dibicarakan, digunakan, dsb oleh orang-orang sekeliling di kita. Fokuslah pada tren, tapi gunakan (<em>leverage</em>) teknologi untuk mendukung keputusan bisnis kita.</p>
<h3>Tren #1: Sekarang adalah era <em>stream</em>, terlibatlah secara real time</h3>
<p><em>Marketing in the age of streams: the real time engagement imperative.</em></p>
<p>Pada pertengahan 90&#8242;an, satu-satunya cara membuka <em>website </em>adalah dengan cara mengetik alamatnya di <em>browser</em>, mengunjungi <em>website</em> satu per satu. <em>Website </em>menjadi tujuan akhir kita di Internet (<em>destination website</em>). Tapi sekarang, <em>website </em>itu jadi <em>stream </em>alias arus.</p>
<p>Coba deh, berapa banyak dari kita sekarang yang ngakses websitenya ngetik di <em>browser</em> satu-satu. Udah makin jarang kan? Lebih sering kita buka <em>website </em>dari <em>link </em>yang ada di artikel atau blog, atau diberikan teman-teman kita lewat Facebook, Twitter, Email, YM, dsb. Semua link <em>website </em>yang dibagi itu jadi <em>stream</em>, arus informasi yang sangat cepat, bagaikan jalan tol.</p>
<p>Faktanya, manusia itu ga bisa memusatkan perhatian pada banyak hal. <a href="http://www.readwriteweb.com/archives/how_many_friends_is_too_many.php">Riset membuktikan </a>bahwa rata-rata orang <strong>hanya mampu berteman secara optimal dengan 100-150 orang saja</strong>!</p>
<p>Selain itu, Steve juga menceritakan bahwa untuk mendapatkan perhatian terhadap &#8220;sesuatu&#8221;, kita perlu terpapar terhadap &#8220;sesuatu&#8221; itu 3-5 kali. Misalkan sebelum kita memutuskan membeli barang, setidaknya kita perlu dapet rekomendasi 3-5 kali. Di internet juga seperti itu. Kita perlu <strong>melihat sesuatu setidaknya 3-5 kali sebelum akhirnya bisa terlibat di sana</strong>.</p>
<p>Lalu riset dari Nielsen, di Amerikat Serikat, menghasilkan bahwa rata-rata pengguna Internet itu <strong>mengunjungi 111 <em>domain website </em>setiap bulannya</strong>. Menghitung satu <em>domain website </em>punya halaman-halaman lain (misalnya satu situs Detikcom, kita buka berbagai macam berita), dalam sebulan, angka itu membengkak <strong>jadi 2.554 halaman yang diakses setiap bulannya</strong>.</p>
<p>Melihat data-data di atas, adalah siapapun, baik perorangan maupun <em>brand</em>, saat masuk di Internet, perlu <strong>bekerja sangat keras untuk bisa diperhatikan!</strong></p>
<p>Nah, lalu bagaimana caranya sebuah <em>brand </em>atau bisnis bisa sukses masuk di <em>online</em>? Kuncinya ada di keterlibatan staf perusahaan di Internet. Steve Rubel memberikan tiga saran tentang hal ini.</p>
<p><strong>1. Establish digital embassies and equip employees to become ambassadors</strong></p>
<p>Masa-masa, &#8220;<em>eh, saya baru punya website, datang dan kunjungi yaa!</em> sudah lewat. Perusahaan harus &#8220;kejar bola&#8221;, berada dimana pelanggan mereka ada. Apabila para pelanggan ada di Facebook, YouTube, Twitter, atau tempat lainnya, buat <em>digital embassy</em>, ikutlah berada di sana.</p>
<p>Tapi bukan sembarangan sekedar bikin akun Facebook, Twitter, dsb. Perusahaan harus benar-benar mengutus &#8220;manusia&#8221; di sana, agar perusahaan menjadi &#8220;manusia&#8221;, bukan merasa superior karena berupa perusahaan. Pada <em>digital embassy</em>, perusahaan tidak boleh sekedar ada dan promosi-promosi perusahaan. Perusahaan harus berbagi hal-hal yang bermanfaat dengan pelanggan, dihargai karena manfaat yang diberikannya.</p>
<p>Keberadaan perusahaan di sana memperluas <em>service area</em>. Memperluas jangkauan layanan mereka. Dan ini pasti disukai pelanggan kan?</p>
<p><strong>2. Embrace multiplicity and diversity</strong></p>
<p>Jangan gunakan satu pesan yang sama untuk semua <em>digital embbasies</em>. Gunakan pesan atau cerita yang berbeda-beda, sesuai dengan karakteristik teknologi dan pelanggan di masing-masing <em>digital embassy</em>. Misalnya, pesan yang disampaikan di update status Twitter &amp; Facebook pasti berbeda.</p>
<p>Apabila pesan yang ingin disampaikan besar atau panjang, bagi-bagi pesan itu dalam potongan <em>chunks </em>yang lebih kecil dan banyak, agar mudah dibaca dan dicerna.</p>
<p><strong>3. Use the Force, don&#8217;t fight it</strong></p>
<p>The Force di sini adalah <em>social media</em>. Banyak perusahaan yang melarang bahkan memblok akses Internet karyawan ke Facebook, Twitter, dsb pada jam kerja dengan alasan mengurangi produktivitas. Padahal di sisi lain, karyawan dapat menjadi <em>brand ambassador </em>yang mempopulerkan perusahaan tersebut.</p>
<p>Agar optimal, temukan beberapa karyawan yang sangat aktif di <em>social media</em>, lalu &#8220;persenjatai&#8221; mereka supaya mereka bisa melepaskan kekuatan mereka. Maksudnya, karyawan-karyawan yang aktif tersebut di-<em>brief</em>, diberi bahan-bahan informasi tentang perusahaan, agar aktivitas mereka di <em>social media </em>semakin menguntungkan perusahaan.</p>
<p>Lagi, setelah aktif di Internet, perusahaan bisa memperluas <em>service area</em>, dan itu sangat disukai pelanggan bukan?</p>
<p>Inti dari tren pertama ini adalah, <strong>perusahaan harus bisa bersaing dalam <em>stream, </em>dengan terlibat secara langsung</strong>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/03/25/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-bersainglah-secara-real-time-tren-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemilihan Nama Domain, Salah Satu Bagian Penting dalam Strategi Online</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/02/08/pemilihan-nama-domain-salah-satu-bagian-penting-dalam-strategi-online/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/02/08/pemilihan-nama-domain-salah-satu-bagian-penting-dalam-strategi-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 02:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[.com]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[registrasi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[ photocredit: A. www.viajar24h.com
Saat sebuah brand (perusahaan/usaha kecil menengah/organisasi/yayasan/produk/layanan/dsb) memutuskan terjun ke Internet, mereka harus memikirkan strategi onlinenya baik-baik. Selain harus menetapkan tujuan online dan target pemasaran Anda, satu bagian lain dari strategi online yang sangat penting adalah tentang pemilihan nama domain.
Buat yang mungkin belum tahu, nama domain adalah alamat yang kita ketikkan pada browser [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="free-domain-name-registration" href="http://www.flickr.com/photos/soschilds/344188871/"><img src="http://farm1.static.flickr.com/137/344188871_25473d179c_o.gif" alt="domain name" /></a><br />
<small><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> photocredit: <a title="A. www.viajar24h.com" href="http://www.flickr.com/photos/soschilds/344188871/" target="_blank">A. www.viajar24h.com</a></small></p>
<p>Saat sebuah <em>brand </em>(perusahaan/usaha kecil menengah/organisasi/yayasan/produk/layanan/dsb) memutuskan terjun ke Internet, mereka harus memikirkan strategi onlinenya baik-baik. Selain harus menetapkan <a href="http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/">tujuan <em>online </em>dan target pemasaran Anda</a>, satu bagian lain dari strategi online yang sangat penting adalah tentang <strong>pemilihan nama domain</strong>.</p>
<p>Buat yang mungkin belum tahu, nama domain adalah alamat yang kita ketikkan pada browser kita saat kita ingin mengunjungi sebuah <em>website</em>. www.detik.com, www.kaskus.us, www.univind.com, www.anakui.com, dsb, adalah nama domain.</p>
<p>Pemilihan nama domain itu sangat amat penting sekali, karena berhubungan dengan citra sebuah <em>brand </em>di mata target pasarnya. Ini beberapa tips yang bisa diperhatikan pada saat memilih nama domain untuk <em>brand </em>kita.<span id="more-103"></span></p>
<p><strong>Pertama </strong>dan paling penting, <strong>jangan menggunakan domain gratisan</strong> apalagi  <strong>&#8216;menumpang&#8217; di provider blog</strong>. Domain-domain gratisan itu seperti <strong>.tk</strong>, <strong>.co.nr</strong>, atau <strong>.co.cc</strong>. Kalau menumpang di blog, nama domainnya jadi gini: namabisniskita.wordpress.com, tokoonline.multiply.com, dsb.</p>
<p>Ini berhubungan erat dengan citra <em>brand </em>kita dan menunjukkan seberapa seriusnya kita masuk ke dunia <em>online</em>. Kalau mengeluarkan uang seratus ribuan per tahun untuk sewa domain aja nggak modal, bagaimana bisa meyakinkan target pasar kita untuk menggunakan produk/layanan kita?</p>
<p>Khusus bagi usaha kecil dan menengah, yang sebelumnya memiliki toko online dengan &#8216;menumpang&#8217; di blog, bisa kok tetap mengurus websitenya dengan blog itu. Hanya nama domainnya saja yang berubah. Penting sekali bagi UKM punya nama domain sendiri yang berbayar (walaupun belakangnya tetap blog), karena target pasar akan lebih mudah mengingat dan mengetik &#8220;<em>namatokoanda.com</em>&#8221; daripada &#8220;<em>namatokoanda.multiply.com</em>&#8221; bukan?</p>
<p><strong>Kedua</strong>, <strong>pilih jenis domain yang sesuai</strong> dengan jenis <em>brand</em> Anda. Masing-masing jenis nama domain sudah memiliki peruntukannya masing-masing. <strong>.com</strong> artinya <em>commercial</em>, untuk perusahaan atau produk/layanan komersial. <strong>.org </strong>artinya <em>organization</em>, biasanya digunakan untuk organisasi/LSM/NGO/non profit. <strong>.net </strong>artinya <em>network</em>, biasanya dipake sama organisasi yang berhubungan dengan jaringan internet, atau organisasi yang berhubungan dengan jaringan organisasi lain. Masih ada jenis nama domain lagi seperti .biz, .info, .name, .mobi, dsb, tapi untuk <em>brand </em>umumnya lebih baik pake .com, .org, atau .net.</p>
<p>Terus ada juga domain Indonesia yang bisa kita daftarkan di <a href="http://pandi.or.id">PANDI</a>. Sebenernya mirip banget sama domain internasional, tapi yang ini lebih &#8216;berbau&#8217; Indonesia. <em> </em>Ada <strong>.co.id </strong>yang sepadan sama .com, ada <strong>.or.id </strong>yang sepadan kaya .org, dan yang lain yang bisa <a href="http://www.pandi.or.id/ketentuan-dan-kebijakan/">diliat di sini</a>.</p>
<p>Boleh sih menggunakan jenis domain yang &#8220;ngaco&#8221;, misalnya website toko online tapi menggunakan domain .info, misalnya. Tapi ini pasti membuat pengunjung website bingung dan bertanya-tanya.</p>
<p><strong>Ketiga, pilih nama domain yang representatif</strong>, gampang diingat, dan sesingkat mungkin. Usahakan sebisa mungkin sewa nama domain yang sama dengan nama usaha Anda, supaya bisa meningkatkan <em>brand recognition</em>.<em> </em>Kalau nama usaha anda terlalu panjang, ambil satu kata saja atau akronim dari usaha Anda.</p>
<p>Kalau buruk-buruknya nama usaha Anda sudah diambil versi .com-nya oleh orang lain, usahakan cari nama alternatif. <strong>.com</strong> itu tetap harus jadi <strong>pilihan pertama </strong>untuk nama domain dari <em>brand </em>Anda. Seapes-apesnya, silakan gunakan .<strong>co.id</strong>, karena itu pilihan terakhir yang paling pas untuk usaha Anda.</p>
<p>Lalu sebisa mungkin jangan gunakan tanda sambung &#8220;-&#8221; atau <em>dash</em>, karena akan mempersulit orang dalam mengetik nama domain. Sulit juga kan untuk mengucapkan secara lisan nama domain kita yang punya <em>dash</em>-nya.</p>
<p><strong>Untuk memperkaya, beberapa tips lain </strong>yang sejalan dan memperkaya postingan ini tentang memilih nama domain bisa dilihat <a href="http://www.google.com/search?q=tips+to+choose+domain+name&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a">di hasil pencarian google di sini</a>. Ada <a href="http://www.seomoz.org/blog/how-to-choose-the-right-domain-name"><em>12 Rules for Choosing the Right Domain Name</em></a>, <a href="http://www.thesitewizard.com/archive/domainname.shtml">Tips on Choosing a Good Domain Name</a>, <a href="http://ezinearticles.com/?Tips-to-Choose-a-Good-Domain-Name&amp;id=3578033">Tips to Choose a Good Domain Name</a>, dan masih banyak lagi!</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong>: Jadi, pertimbangkan baik-baik nama domain yang akan Anda pilih sebelum terjun di <em>online</em>. Satu kali terjun dan memilih nama <em>domain</em>, seterusnya itulah yang akan diingat oleh target pasar Anda.</p>
<p>Dimana bisa menyewa nama <em>domain</em>? <a href="http://www.neohoster.com/registrasi-domain">Di NeoHoster aja</a>, biayanya relatif paling murah dibandingkan <em>provider hosting </em>lain <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/02/08/pemilihan-nama-domain-salah-satu-bagian-penting-dalam-strategi-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Online: Ketahui Tujuan Anda Online, Kenali Siapa Target Anda</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 11:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[consultant]]></category>
		<category><![CDATA[onlinestrategy]]></category>
		<category><![CDATA[strategy]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[user behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[  
 photo credit: codiceinternet
Saat ingin memanfaatkan Internet, banyak orang/bisnis/perusahaan/usaha kecil &#38; menengah/organisasi berlomba-lomba membuat website untuk menunjukkan keberadaan mereka di dunia online. Akan tetapi, sering terjadi juga, setelah website-nya jadi, website tersebut tidak kepake. Jarang diupdate, nggak dimanfaatkan, nggak dipromosikan, dsb..
Akhirnya website itu pun sepi pengunjung, terbengkalai. Website itu pun jadi sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Settimana Internet @ Roma - 25 giugno, Internet e Anziani" href="http://www.flickr.com/photos/codiceinternet/3665516866/" target="_blank"> <img src="http://farm4.static.flickr.com/3092/3665516866_5ae9a20a4d.jpg" alt="I Love Internet" width="400" /> </a><br />
<small><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="codiceinternet" href="http://www.flickr.com/photos/codiceinternet/3665516866/" target="_blank">codiceinternet</a></small></p>
<p>Saat ingin memanfaatkan Internet, banyak orang/bisnis/perusahaan/usaha kecil &amp; menengah/organisasi berlomba-lomba membuat <em>website</em> untuk menunjukkan keberadaan mereka di dunia online. Akan tetapi, sering terjadi juga, setelah <em>website</em>-nya jadi, <em>website</em> tersebut tidak kepake. Jarang diupdate, nggak dimanfaatkan, nggak dipromosikan, dsb..</p>
<p>Akhirnya <em>website </em>itu pun sepi pengunjung, terbengkalai. Website itu pun jadi sesuatu yang sia-sia dan mubazir, padahal sebelumnya mereka telah mengeluarkan uang berjuta-juta rupiah untuk menggunakan jasa web designer atau web developer.</p>
<p>Memanfaatkan potensi Internet tidak selalu berarti membuat <em>website</em>. Dalam <em></em>jangka panjang, membuat <em>website</em><em></em> memang sangat penting. Tapi saat ingin memanfaatkan Internet saat ini, lebih penting lagi disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Itulah dia, makanya ada ilmu yang namanya strategi online/<em>online strategy</em> (<a href="http://www.virtual.co.id/blog/">Pak Nukman dan Mbak Iim</a>, dua orang guru saya, adalah ahlinya strategi online).</p>
<p>Ada beberapa hal dalam strategi online yang perlu diketahui sebelum kita/bisnis/organisasi memasuki jagad Internet yang luas. Sebelum masuk ke daerah teknis (seperti websitenya kaya gimana, mau menggunakan <em>tools </em>apa, dsb), ada beberapa hal mendasar yang perlu dirumuskan.<span id="more-95"></span></p>
<p><strong>Pertama </strong>kita harus mengetahui <strong>apa tujuan (objective) kita berada di online</strong>.</p>
<p><em>Apakah untuk jualan secara langsung? Untuk meningkatkan jumlah prospek? Untuk menunjukkan karya-karya? Untuk memberi informasi? Untuk membangun komunitas di Internet? Untuk memfasilitasi kerjasama antar bisnis? Atau gabungan beberapa dari situ? Atau bahkan untuk menguasai dunia? <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </em></p>
<p>Tujuan berada di online harus disesuaikan dengan tujuan bisnis/organisasi kita secara umum. Itu pertanyaan nomor satu yang harus dijawab dengan jelas dan spesifik.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, <strong>siapa target pasar kita di Internet?</strong></p>
<p><em>Apakah target pasar kita itu ABG? ABG dari daerah mana? ABG yang seperti apa? Atau komunitas pecinta barang apa? Atau perusahaan yang bergerak di bidang apa? Atau siapa? </em></p>
<p>Sama seperti marketing <em>offline</em>, target pasar itu semakin spesifik akan semakin bagus, karena jadi fokus dan tidak buang-buang effort.</p>
<p>Setelah tahu siapa target pasar kita, kita harus mempelajari bagaimana perilaku mereka (<strong><em>user behavior</em></strong>) di Internet. Apa yang jadi <em>anxiety </em>(kekhawatiran) dan <em>desire </em>(keinginan) mereka? Mereka suka buka-buka <em>website</em> yang seperti apa? Berapa lama mereka online? Bagaimana bahasa sesama mereka berkomunikasi? Bagaimana pendapat mereka tentang sesuatu hal? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui seperti apa karakteristik target pasar kita.</p>
<p>Kelak, beberapa langkah selanjutnya, kedua hal ini sangat <strong>berpengaruh dengan bentuk implementasi teknisnya</strong>. Misalnya kalo mau jualan langsung, repot kan kalo bikin akun di Twitter? Atau kalau mau membangun komunitas, masa kita bikin website yang ada <em>shopping cart</em>-nya? Atau kalo mau memfasilitasi kerjasama antar bisnis, masa pake Facebook? Jangan terlalu pusing dengan hal-hal teknis karena hampir semua bisa diwujudkan.</p>
<p>Juga <strong>menentukan </strong><strong>strategi pemasaran website kita</strong>. Masa kalo mau memasarkan website portofolio karya kita, kita pasang iklan di iklan baris online? Atau untuk memasarkan website tentang panti asuhan, masang iklan di Detikcom? Atau kalo mau promosi website jualan, masa kita ngirim email-email spam?</p>
<p>Setelah kedua hal tadi, menentukan <strong>tujuan/<em>objective </em></strong>dan menentukan <strong>siapa target pasar </strong>kita, barulah kita bisa melangkah ke tahapan-tahapan  selanjutnya. Memanfaatkan Internet sebagai sarana mencapai tujuan-tujuan itu bukan hal yang sederhana, tapi juga bukan hal yang sulit. <a href="http://www.univind.com/service.php">Strategi online</a> yang tepat akan membuat Internet menjadi media yang benar-benar powerful untuk mendukung Anda <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Remehkan Penjagaan Keamanan Website!</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/01/20/jangan-remehkan-penjagaan-keamanan-website/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/01/20/jangan-remehkan-penjagaan-keamanan-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 11:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[crack]]></category>
		<category><![CDATA[deface]]></category>
		<category><![CDATA[hack]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini, kebanyakan kita, entah para blogger atau pemilik perusahaan baik kecil atau menengah, tidak terlalu memperhatikan website-nya setelah website-nya eksis di Internet. Setelah dibuat dan diupload ke server hostingan, website-nya ditinggal begitu saja. Jarang di-update, lebih jarang lagi dipromosikan, dan yang paling jarang adalah memperhatikan masalah keamanan website-nya. Padahal selesai membuat website itu kira-kira [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://img230.imageshack.us/img230/2392/captured007cy0.jpg"><img class=" " title="ilmanakbar.com yang di-deface" src="http://img230.imageshack.us/img230/2392/captured007cy0.jpg" alt="ilmanakbar.com yang di-deface" width="400" /></a><p class="wp-caption-text">website saya yang pernah di-deface</p></div>
<p>Selama ini, kebanyakan kita, entah para <em>blogger</em> atau pemilik perusahaan baik kecil atau menengah, tidak terlalu memperhatikan <em>website-</em>nya setelah <em>website</em>-nya eksis di Internet. Setelah dibuat dan diupload ke server hostingan, <em>website</em>-nya ditinggal begitu saja. Jarang di-<em>update</em>, lebih jarang lagi dipromosikan, dan yang paling jarang adalah memperhatikan masalah keamanan <em>website</em>-nya. Padahal selesai membuat <em>website </em>itu kira-kira baru separuh saja dari upaya memanfaatkan potensi Internet untuk mendukung usaha kita.</p>
<p>Salah satu yang paling vital adalah masalah <strong>keamanan</strong>. Seringkali kita mengira setelah <em>website </em>diupload di server hosting, <em>website </em>kita bakal aman-aman saja. Mungkin kita mikir, &#8220;<em>Ah, siapa sih yang pengen nge-crack website ga terkenal kaya punya saya? Ngapain coba dia repot-repot nge-crack website saya yang ga ada yang bisa diambil ini?</em>&#8220;. Juga beberapa mitos-mitos lain seperti yang <a title="Top 10 Website Security Myths" href="http://www.watsonhall.com/resources/downloads/top10-website-security-myths.pdf">bisa dilihat di sini</a>.</p>
<p>Tapi sayangnya pemikiran itu salah. Seringkali para peretas (<em>hacker</em>) dan <em>cracker </em>itu nggak punya tujuan apa-apa saat nge-<em>hack </em>suatu <em>website</em> (kecuali masalah politik kaya <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/09/01/104615/1193763/323/nyaris-100-situs-malaysia-dilumpuhkan-cracker-indonesia">Indonesia vs Malaysia kemarin</a>). Bahkan seringkali dia ga ngerti bahasa dari <em>website </em>yang diserang, karena mereka <em>hacker </em>dari negara asing. Mereka cuma pengen memanfaatkan lubang-lubang keamanan dalam <em>website</em> milik kita.<span id="more-83"></span></p>
<p>Saya punya pengalaman dua kali diserang seperti itu. <a href="http://www.anakui.com">anakUI.com</a>, <em>website </em>komunitas mahasiswa UI, 2 tahun lalu di-<em>hack</em>, di-<em>deface</em>, dan isi databasenya hilang sebagian. Blog pribadi saya (www.ilmanakbar.com, sekarang sudah tidak aktif), diserang juga dengan efek yang sama, pada hari yang sama pula! Dan hari ini, <em>website </em>LSM salah satu kolega saya diserang juga. Itulah mengapa saya menulis postingan ini.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://img686.imageshack.us/img686/3946/dihack.jpg"><img class="  " title="website LSM yang di-deface" src="http://img686.imageshack.us/img686/3946/dihack.jpg" alt="" width="500" /></a><p class="wp-caption-text">website LSM yang di-deface</p></div>
<p>Penjagaan keamanan termasuk hal yang penting dilakukan dalam <a title="Layanan Univind" href="http://www.univind.com/service.php"><em>web maintenance</em></a>. Menjadi penting, jangan sampai kejadian dulu dan menyesal karena kehilangan banyak hal, baru sadar akan pentingnya hal itu. Beberapa hal dasar yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, serta untuk berjaga-jaga kalau kemungkinan terburuk menyerang, adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>#1 Backup rutin!</strong> Ini yang paling wajib untuk dilakukan. <em>Backup file-file </em>dan <em>database</em>-nya secara berkala, sesuai dengan frekuensi pembaruan (<em>update</em>) isi <em>website</em>. Kalau websitenya diperbarui setiap hari, <em>backup-</em>lah setiap hari, begitu seterusnya. Backup ini penting, untuk mencegah kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Kalau <em>website </em>kita diserang dan hancur-hancuran, kita masih bisa mengembalikan <em>website</em>-nya dari <em>backup </em>ini. Kita bisa melakukan <em>backup </em>secara manual lewat server, namun beberapa Content Management System (CMS) punya <em>plugin </em>untuk melakukan <em>backup </em>secara otomatis.</p>
<p><strong>#2 </strong><strong>Update CMS dan <em>addon/plugin </em>yang digunakan</strong> (apabila menggunakan CMS). CMS seperti <a href="http://wordpress.org/download">WordPress</a>, <a href="http://www.joomla.org/download.html">Joomla</a>, <a href="http://drupal.org/project">Drupal</a>, dan beberapa yang lainnya, memiliki komunitas yang secara berkala melakukan <em>update </em>versi sistemnya, untuk menambah fitur atau menambal lubang-lubang keamanan yang ditemukan. Dedemit maya biasanya sudah mengetahui kelemahan dari versi lama sebuah sistem. Pastikan <em>website </em>kita selalu diperbarui versi CMSnya.</p>
<p>CMS juga memiliki <em>addon/plugin</em> yang dapat memperbanyak fungsi dari CMS tersebut. Kalau <em>website </em>kita juga menggunakan <em>addon/plugin</em>, pastikan versinya juga terus diperbarui, dengan alasan sama seperti sebelumnya. anakUI.com dan ilmanakbar.com dulu di-<em>deface</em> lewat salah satu <em>plugin </em>yang digunakan.</p>
<p><strong>#3 Gunakan password yang kuat dan tidak pasaran</strong>. Yang paling kuat, sebaiknya gunakan <em>password </em>lebih dari 8 karakter, dan merupakan perpaduan dari huruf, angka, dan karakter (seperti ! @ # . , dsb). Hal ini untuk mencegah <em>password </em>kita dibongkar dengan praktek <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brute_force_attack">bruteforce</a> </em>(membongkar password dengan mencoba semua kemungkinan).</p>
<p>Sama seperti saran <em>password </em>untuk semua hal, jangan gunakan <em>password </em>yang gampang ditebak seperti tanggal lahir, nomer telepon, nomor rumah, dsb. Kalau tetep mau pake itu, pastikan dikombinasikan juga dengan huruf, angka, dan karakter.</p>
<p><strong>#4 </strong>Apabila kita punya akses pada server <em>website </em>kita, <strong>cek apakah <em>software-software </em>yang digunakan di server</strong> seperti sistem operasi, <em>web server</em>, PHP, MySQL, <em>mail server</em>, versi cPanel, dsb, <strong>selalu yang paling baru</strong>. Kalau tidak punya akses ke <em>server</em>, silakan tanya ke <a href="http://www.neohoster.com/">penyedia web hostingnya</a> untuk mengetahuinya. Seperti poin nomer #2, penjahat Internet biasanya sudah mengetahui kelemahan-kelemahan <em>software </em>versi lama.</p>
<p><strong>#5 Cek dan cegah adanya <em>malware </em>atau program jahat bercokol di <em>website </em>kita</strong>. Google punya alat untuk mendeteksi itu. Namanya <a href="https://www.google.com/webmasters/tools/">Google Webmaster Tools</a> (walaupun fungsinya tidak cuma untuk keamanan). <em> </em>Lihat menu Labs &gt; Malware details untuk mengetahui apakah ada <em>malware </em>yang ditemukan oleh Google di <em>website</em> kita.</p>
<p><strong>#6 Masing-masing CMS (WordPress, Joomla, Drupal, dsb) memiliki tips-tips spesifik untuk meningkatkan keamanan</strong>. Coba googling dengan kata kunci &#8220;WordPress/Joomla/Drupal/dsb security tips&#8221; atau sejenisnya untuk tahu detail cara mengamankannya. Yang saya temukan untuk: <a href="http://www.noupe.com/how-tos/wordpress-security-tips-and-hacks.html">WordPress</a> dan <a href="http://www.marcofolio.net/joomla/7_tips_to_optimize_joomla_security.html">Joomla</a>.</p>
<p><strong>#7 Sebisa mungkin, jangan login ke website kita dari koneksi </strong><strong>yang tidak aman </strong><strong>atau komputer umum</strong>. Misalnya <em>hotspot </em>gratisan di kafe2 atau di warnet. Informasi login kita bisa &#8220;diintip&#8221; atau dibaca orang lain dari jaringan. Kalau make komputer umum, bisa jadi ada program <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Keylogger">keylogger</a> </em>yang mencatat informasi yang kita masukan. Terutama untuk <em>website-website </em>penting, biasakan untuk mengakses administrasi <em>website </em>atau <em>server </em>kita dari komputer kantor atau laptop sendiri.</p>
<p>Hal-hal di atas adalah hal-hal dasar dan minimal yang bisa dilakukan untuk mengamankan <em>website</em>. Masih ada beberapa hal lain yang lebih teknis dan detail untuk jauh lebih memperkuat keamanan <em>website </em>Anda. Semakin besar <em>website </em>Anda, semakin besar pula seharusnya upaya-upaya penjagaan keamanannya. Beberapa hal yang teknis dan detail, yang sepertinya lebih menarik untuk dibaca oleh para <em>system administrator </em>atau <em>website admin </em>ada di <a title="Website security top 10 lists" href="http://www.watsonhall.com/methodology/top10s.pl">sini</a>, <a title="The World Wide Web Security FAQ" href="http://www.w3.org/Security/Faq/">sini</a>, <a title="Ensure basic Web site security with this checklist" href="http://blogs.techrepublic.com.com/security/?p=424">sini</a>, dan <a title="Web Site Security Guide" href="http://www.kent-website-designer.co.uk/website_security.html">sini</a>.</p>
<p>Semua hal yang kita lakukan untuk mengamankan <em>website </em>kita memang tidak bisa menjamin 100% <em>website </em>kita aman. Setidaknya, hal-hal dasar ini akan mempersulit langkah-langkah dedemit dunia maya untuk merusak <em>website </em>kita. Kalau ada pendapat maupun tambahan usulan tentang bagaimana cara mengamankan <em>website</em>, silakan tulis di komentar ya.. Kami juga ingin tahu bagaimana Anda mengamankan <em>website </em>Anda <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/01/20/jangan-remehkan-penjagaan-keamanan-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati! Spam Berbahasa Indonesia di Blog Anda!</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/01/09/hati-hati-spam-berbahasa-indonesia-di-blog-anda/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/01/09/hati-hati-spam-berbahasa-indonesia-di-blog-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 03:35:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[spam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Saya sedang mengecek komentar spam yang tertangkap oleh Akismet di Blog Univind ini, saat kemudian saya tertegun melihat ini:
Jelas sekali itu spam, terlihat dari nama, URL, dan emailnya yang ngaco. Tapi benar-benar ajaib, struktur kalimatnya benar-benar bahasa Indonesia yang baik! Hampir saja saya mengeklik &#8220;Not spam&#8221;, sebelum saya melihat informasi nama, email dan URL-nya.
Beberapa tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sedang mengecek komentar spam yang tertangkap oleh <a href="http://akismet.com/">Akismet</a> di Blog Univind ini, saat kemudian saya tertegun melihat ini:</p>
<div id="attachment_79" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/spam-bahasa-Indonesia.jpg"><img class="size-medium wp-image-79" title="Spam Bahasa Indonesia" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/spam-bahasa-Indonesia-300x60.jpg" alt="Spam Bahasa Indonesia" width="300" height="60" /></a><p class="wp-caption-text">Spam Bahasa Indonesia</p></div>
<p>Jelas sekali itu spam, terlihat dari nama, URL, dan emailnya yang ngaco. Tapi benar-benar ajaib, struktur kalimatnya benar-benar bahasa Indonesia yang baik! Hampir saja saya mengeklik &#8220;Not spam&#8221;, sebelum saya melihat informasi nama, email dan URL-nya.</p>
<p>Beberapa tahun belakangan, mungkin dari kita sebelumnya pernah menerima spam lewat email yg isinya tentang kecelakaan pesawat dan kita diminta akun bank-nya untuk ditransfer kekayaannya. Lalu saya beberapa kali mendapati spam itu makin canggih, pake kata &#8220;Assalamu&#8217;alaikum&#8221; di depannya..</p>
<p>Terus saya nemu yang makin canggih lagi, spam dengan isi yang sama, tapi pake bahasa Indonesia. Ancur-ancuran sih bahasanya, kaya pake Google Translate, tapi itu bakal mengecoh pada pandangan pertama. Lalu beberapa minggu kemudian saya mendapat spam email berbahasa Indonesia dengan isi yang sama, <strong>dengan bahasa Indonesia yang asik dibaca!</strong></p>
<p>Waw, kalau di email spam udah berbahasa Indonesia, dan di website spam-nya juga bahasa Indonesia (yang baik dan benar), apakah ini bakal jadi tren ke depan?</p>
<p>Pertanyaannya, <em>siapa kira-kira orang Indonesia &#8216;pengkhianat&#8217; yang tega bekerja untuk spammer?</em> <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/01/09/hati-hati-spam-berbahasa-indonesia-di-blog-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Conversion Rate?</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/01/06/apa-itu-conversion-rate/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/01/06/apa-itu-conversion-rate/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 16:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[conversion rate]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[optimasi conversion rate]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat konversi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Dunia internet marketing saat ini telah penuh sesak dengan beribu strategi. Tak terhitung banyaknya orang yang membuat tulisan-tulisan dan atau mendiskusikan topik tentang strategi internet marketing yang handal. Namun sayangnya, mayoritas tulisan dan diskusi yang beredar itu hanya berkutat pada pembahasan pencarian trafik melalui SEO, Adword, iklan baris dan lain sebagainya. Padahal masih sangat banyak aspek di luar itu yang juga harus diperhatikan. Salah satunya adalah conversion rate. Apa itu conversion rate?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_75" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/website_conversion_rate1.jpg"><img class="size-full wp-image-75" title="website_conversion_rate" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/website_conversion_rate1.jpg" alt="Website Conversion Rate" width="400" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi conversion rate</p></div>
<p>Dunia internet marketing saat ini telah penuh sesak dengan beribu strategi. Tak terhitung banyaknya orang yang membuat tulisan-tulisan dan atau mendiskusikan topik tentang strategi internet marketing yang handal. Namun sayangnya, mayoritas tulisan dan diskusi yang beredar itu hanya berkutat pada pembahasan pencarian trafik melalui SEO, Adword, iklan baris dan lain sebagainya. Padahal masih sangat banyak aspek di luar itu yang juga harus diperhatikan. Salah satunya adalah <em>conversion rate</em>. Apa itu <em>conversion rate</em>?</p>
<p><em><span id="more-72"></span>Conversion rate </em>atau tingkat konversi dalam dunia internet marketing merupakan persentase dari jumlah pengunjung <em>website </em>yang kemudian melakukan tindakan tertentu yang diinginkan oleh sang pemilik <em>website </em>(<a href="http://www.marketingterms.com/dictionary/conversion_rate/" target="_blank">MarketingTerms.com &#8211; Conversion Rate</a>). Tindakan yang dimaksud disini bisa bermacam-macam tergantung tujuan dari dibuatnya <em>website </em>tersebut. Misal, pada <em>website</em> <em>e-commerce</em>, tindakan yang diinginkan biasanya adalah pemesanan produk. Bagi seorang penulis majalah online, tindakan yang diingkan bisa saja berupa pendaftaran berlangganan tulisan melalui <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RSS" target="_blank">RSS</a>.</p>
<p><em>Conversion rate</em> dapat diukur dengan cara membandingkan jumlah pencapaian target yang didapat terhadap total jumlah pengunjung. Secara singkat dapat dilihat pada formula berikut:</p>
<pre><span style="color: #008000;">Conversion rate = jumlah pencapaian target / total jumlah pengunjung</span></pre>
<p>Semakin tinggi conversion rate sebuah website berarti semakin sukses website tersebut dalam mencapai tujuannya. Sebaliknya, tingkat konversi yang rendah dapat menjadi tolok ukur kelemahan dari website tersebut.</p>
<p>Conversion rate ini merupakan salah satu poin yang jarang diperhatikan oleh para internet marketer di Indonesia. Banyak internet marketer yang hanya terfokus pada pencarian trafik sebanyak-banyaknya. Padahal ribuan, jutaan atau milyaran (lebay dikit :p) pengunjung tersebut akan menjadi sia-sia jika si pengunjung tersebut tidak melakukan apa yang kita inginkan. Misal, sebuah toko online dengan pengiklanan yang super masif di berbagai media akhirnya bisa mendapat satu juta kunjungan setiap hari. Namun, penjualan dari toko online itu tidak lebih dari 10 transaksi per hari. Apa yang salah? yang salah disini tentu adalah <em>conversion rate</em>-nya. Jika dihitung dengan menggunakan formula yang disebutkan diatas tadi, maka <em>conversion rate</em> dari toko online tersebut hanya sebesar:</p>
<pre><span style="color: #008000;">Conversion rate = jumlah pencapaian target / total jumlah pengunjung</span></pre>
<pre><span style="color: #008000;">Conversion rate = 10 / 1.000.000 = <strong>0.00001</strong></span></pre>
<p>Oleh sebab itu, <a href="http://www.univind.com/service" target="_blank">strategi marketing online</a> yang baik tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah kunjungan saja, melainkan juga memperhatikan optimasi pada aspek-aspek lainnya secara terintegrasi.<em> Conversion rate</em> ini merupakan salah satu aspek tersebut.</p>
<p>pada tulisan berikutnya saya akan mencoba mengupas strategi-strategi peningkatan <em>conversion rate </em>bagi <em>website </em>kita. Tunggu tulisan berikutnya <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/01/06/apa-itu-conversion-rate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha/Bisnis Kecil dan Menengah Perlu Memiliki Website!</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/12/23/usahabisnis-kecil-dan-menengah-perlu-memiliki-website/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/12/23/usahabisnis-kecil-dan-menengah-perlu-memiliki-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 03:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Usaha Kecil & Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[ photo credit: DMahendra
Suatu survey mengatakan bahwa 46 persen dari bisnis kecil (di Indonesia namanya Usaha Kecil Menengah/UKM) tidak memiliki website. Ini adalah survey di Amerika Serikat, negara dengan penetrasi Internet mencapai 74,1%. Di Indonesia yang penetrasi internetnya cuma 12,5%, dari UKM yang jumlahnya sekitar 550 ribu usaha (pada akhir 2008), artinya sangat sedikiiit sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Souvenir Shop, Cisarua Bogor" href="http://www.flickr.com/photos/7175652@N02/2263373370/" target="_blank"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2363/2263373370_52bc03d742_m.jpg" border="0" alt="Souvenir Shop, Cisarua Bogor" /></a><br />
<small><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="DMahendra" href="http://www.flickr.com/photos/7175652@N02/2263373370/" target="_blank">DMahendra</a></small></p>
<p><a href="http://www.emarketer.com/Article.aspx?R=1007431">Suatu survey</a> mengatakan bahwa 46 persen dari bisnis kecil (di Indonesia namanya Usaha Kecil Menengah/UKM) tidak memiliki website. Ini adalah survey di Amerika Serikat, negara dengan penetrasi Internet mencapai <a href="http://www.internetworldstats.com/am/us.htm">74,1%</a>. Di Indonesia yang penetrasi internetnya cuma <a href="http://www.internetworldstats.com/asia.htm#id">12,5%</a>, dari UKM yang jumlahnya sekitar <a href="http://www.depkop.go.id/statistik-ukm/cat_view/35-statistik/37-statistik-ukm/212-statistik-ukm-2009/216-buku-statistik-ukm-2009.html">550 ribu usaha</a> (pada akhir 2008), artinya <strong>sangat sedikiiit sekali UKM yang memiliki website</strong>.</p>
<p>Bagi usaha/bisnis kecil dan menengah, perlu nggak sih memiliki website? Jawabannya cuma satu, <strong>ya, sangat perlu</strong>! Terutama untuk usaha-usaha yang ada di kota-kota besar di Indonesia. Sangat penting usaha/bisnis Anda eksis di Internet. Kita sama-sama tahu, kalau pengguna Internet di Indonesia terus bertambah tiap tahunnya (kira-kira diprediksi mencapai <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/25/time/174121/idnews/884242/idkanal/398">lebih dari 57 juta di tahun 2010</a>). Pengguna Internet Indonesia juga sangat aktif dalam mengakses Internet, terbukti dengan besarnya pengguna <a href="http://www.facebook.com/">Facebook</a>, yang Indonesia menempati <a href="http://www.checkfacebook.com/">posisi 7</a> dengan lebih dari 11 juta pengguna, serta pengguna <a href="http://www.twitter.com/">Twitter</a> Indonesia yang masuk <a href="http://mashable.com/2009/10/20/twitter-ceo-conversation/">5 besar dunia!</a>.</p>
<p>Satu hal yang paling penting, sekarang mulai makin muncul kecenderungan bahwa untuk mendapatkan suatu informasi, kita lebih sering mencarinya di Internet (lewat situs pencari seperti <a href="http://www.google.com/">Google</a>) daripada bertanya langsung ke orang lain, lewat TV, radio, atau koran. Setuju kan? Entah itu mencari informasi seputar produk, mencari rekomendasi jasa/tempat wisata/tempat makan yang bagus, atau cuma sekedar pengen nyari tahu isu terhangat kali ini (misalnya Luna Maya vs Infotainment), semua dilakukan lewat Internet!<span id="more-58"></span></p>
<p>Yang masih membaca koran dan melihat-lihat iklan baris untuk mencari informasi sekarang sepertinya tinggal orang-orang paruh baya saja yang kebanyakan pengen menjual/membeli barang bekas, atau para pencari lowongan pekerjaan. Yang menonton TV sekarang sepertinya tinggal ibu-ibu rumah tangga atau anak SD (anak SMP udah mainan Facebook loh), dan yang dengerin radio cuma kita yang sedang ada di mobil dalam perjalanan pergi/pulang kantor.</p>
<p>Belum lagi dengan yang menggunakan internet dari handphone. Entah dari Blackberry, smartphone, atau cukup dengan HP ber-GPRS dan Opera Mini, semua bisa ngakses Internet. Bahkan di <a href="http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/">daerah terpencil di Sumatera Utara</a> dimana internet cepat belum masuk, penduduk sana tetep nyambung internet, lewat jaringan seluler (GPRS). Dan internet lewat handphone ini sangat banyak penggunanya, karena tahun depan, pengguna telepon seluler diramalkan udah <a href="http://www.detikinet.com/read/2007/09/07/131313/826987/328/2010-pengguna-ponsel-indonesia-capai-separuh-populasi">mencapai separuh penduduk Indonesia</a>, alias lebih dari 100 juta pengguna!</p>
<p>Penting nggak sih, buat usaha/bisnis kecil dan menengah, untuk punya website? Selama ini saja kan usaha kita sudah berjalan dengan cukup baik. Kenapa perlu repot2 punya website segala? Ya, setuju, punya website untuk usaha kita itu memang repot, kalo kita memang serius memanfaatkan website kita itu (bikinnya, maintainnya, juga promosinya). Tapi dengarkan ini: <em><strong>tanpa website, Anda akan kehilangan banyak sekali peluang</strong></em>! Ini dia beberapa yang akan hilang saat usaha Anda tidak memiliki website:</p>
<ol>
<li><strong>Calon Pelanggan</strong>. Ya, semua yang mencari lewat Google itu. Coba, sekarang mana ada yang nyari, misalnya &#8220;restoran sushi di pondok indah&#8221; lewat iklan di TV atau koran atau radio? Lewat website kita, taruh selengkap-lengkapnya informasi tentang usaha kita, dimana gerai kita dibuka, nomor kontak, Yahoo! Messenger, dsb. Pokoknya semua hal yang bisa menghubungkan calon pelanggan dengan kita.</li>
<li><strong>Pelanggan Setia</strong>. Apa ciri pelanggan setia, selain melakukan pembelian ulang (<em>repeat purchasing</em>)<em> </em>terhadap barang/jasa Anda? Ya, mereka menyebarkan dengan senang hati secara mulut ke mulut (<em>word of mouth</em>), informasi tentang Anda. Kalo zaman dulu, mulut ke mulutnya itu sambil ngasih potongan iklan di koran, sekarang ya mulut ke mulutnya ngasih alamat website. Kalo usaha Anda ga punya website, apa yang bisa disebarkan dari mulut ke mulut?</li>
<li><strong>Agen atau distributor</strong>. Buat Anda yang usaha <em>consumer goods</em>, pernah kepikiran untuk menjual barang2 Anda di daerah-daerah yang tidak bisa anda jangkau sebelumnya? Tapi sulit karena tidak tahu harus menghubungi siapa di daerah-daerah tersebut? Oleh karena itu, gunakanlah website! Setelah calon agen/distributor tahu tentang usaha kita lewat Internet, mereka yang tertarik bisa menghubungi kita, dan kita pun mendapatkan orang-orang yang bersedia menjual kembali barang-barang kita di daerah yang mungkin tak terjangkau sebelumnya.</li>
<li><strong>Calon pembeli franchise</strong>. Bagi Anda-anda yang memiliki usaha franchise, dan ingin membuka jaringan ke seluruh nasional, pertimbangkan untuk membuat website. Peminat franchise Anda di luar daerah jangkauan anda sangat banyak loh! Bukti tentang ini sederhana saja, ada banyak orang yang berkomentar di tulisan-tulisan tentang franchise, tertarik untuk mendapatkan informasi franchise. Contoh konkretnya adalah postingan tentang waralaba Pecel Lele Lela oleh ownernya <a href="http://rangga-eu.blogspot.com/2007/09/pecel-lele-lela.html">di sini</a>, yang dikomen oleh banyak orang yang pengen tahu tentang info waralabanya.</li>
</ol>
<div id="attachment_64" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/franchise-lele-lela2.jpg"><img class="size-medium wp-image-64" title="Banyak Peminat Franchise di Internet!" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/franchise-lele-lela2-200x300.jpg" alt="Banyak Peminat Franchise di Internet!" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Banyak Peminat Franchise di Internet!</p></div>
<p>Nah, sampai tahap ini, setuju kan ya, kalo memiliki website untuk usaha kita itu memang sangat penting! Tapi agar website kita bisa bermanfaat maksimal untuk usaha kita, tentu saja nggak bisa sekedar asal. Perlu perencanaan dan implementasi yang maksimal, agar website kita nggak mubazir alias sia-sia. Setidaknya langkah-langkah ini perlu dipikirkan dan dijalankan:</p>
<ol>
<li><strong>Tentukan tujuan membuat website</strong>. Apakah sekedar untuk mempromosikan profil usaha Anda, menjadi toko online yang menampilkan barang-barang jualan Anda, membangun komunitas, atau yang lain? Tujuan membuat website inilah yang jadi dasar sebelum melangkah lebih jauh.</li>
<li><strong>Buat websitenya</strong>. Kalau punya anggaran dana lebih, bisa membuat website, kemudian <a href="http://www.neohoster.com/">sewa hosting profesional dengan nama domain sendiri</a> (misalnya seperti www.univind.com). Ini sangat meningkatkan citra perusahaan. Kalau bisa menyewa <a href="http://www.univind.com/service.php">web konsultan, web disainer, atau web developer profesional</a> untuk membuat website Anda, ini lebih baik. Kalau budget minimal banget, banyak loh mahasiswa yang bisa membuat website. Yang penting website Anda harus terlihat profesional dan sesuai dengan tujuan websitenya. Kasus terburuk, yaitu kalau memang tidak ada anggaran sama sekali untuk website, Anda bisa menggunakan blog gratisan seperti di <a href="http://www.wordpress.com/">WordPress</a>, <a href="http://www.blogger.com/">Blogspot</a>, atau <a href="http://www.multiply.com/">Multiply</a>. Tapi dengan kekurangan, usaha Anda sedikit terlihat kurang bonafit.</li>
<li><strong>Maintain websitenya</strong>. Website anda harus <a href="http://www.univind.com/service.php">diupdate teratur</a>. Buatlah website Anda selalu tampak baru (minimal isinya ada yang baru), agar pengunjung Anda kembali dan kembali lagi. Jangan sampai ada bacaan: terakhir diupdate tahun lalu <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Selain itu, isi website Anda, tulisan-tulisannya, foto-fotonya, dsb harus di-<em>backup</em> (ada kopi datanya di komputer lain) secara berkala supaya tidak menyesal di kemudian hari.</li>
<li><strong>Ukur kinerja websitenya</strong>. Sangat penting bagi suatu website untuk <a href="http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/">bisa diukur performanya</a>, sehingga kita bisa tahu bahwa investasi kita membuat website itu tidak sia-sia. Silakan cek <a href="http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/">postingan ini</a> untuk tahu lebih lengkapnya.</li>
<li><strong>Promosikan websitenya</strong>. Ya, jangan biarkan website Anda sekedar mejeng tanpa ada yang pengunjungnya! Taruh link ke website anda di signature email Anda, kartu nama, di setiap iklan cetak yang Anda pasang, dan di semua tempat yang mungkin.</li>
</ol>
<p>Mungkin kita sama-sama pernah dengar ungkapan zaman sekarang, &#8220;<em><strong>nggak ada di Google, nggak eksis!</strong></em>&#8221; Hal ini sangat amat relevan untuk bisnis anda. Kalau usaha Anda nggak ada di Google, usaha Anda artinya nggak eksis di dunia ini. Jadi, pastikan usaha Anda eksis di Internet dan bekerja maksimal dalam meningkatkan nilai tambah dari bisnis Anda ya!</p>
<p>Salam Online!</p>
<p><em>postingan ini terinspirasi dari tulisan di Outspoken Media: <a href="http://outspokenmedia.com/small-business-marketing/small-business-need-a-web-site/">Why Your Small Business Needs a Website in 2010</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/12/23/usahabisnis-kecil-dan-menengah-perlu-memiliki-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website &#8220;Bagus&#8221; vs &#8220;Tidak Bagus&#8221;: Website Bagus Harus bisa Diukur!</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 06:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[analytics]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[statistik]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran]]></category>
		<category><![CDATA[visitor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[ photo credit: vrypan
Tulisan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang website yang bagus vs tidak bagus. Berdasarkan pengalaman kami, secara umum kira-kira ada empat hal yang bisa mengetahui apakah sebuah website itu bagus atau tidak bagus: dari segi bisnis, disain, konten, dan teknologi. Keempat hal ini berhubungan erat satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan perhatiannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a title="Google Analytics v2.0" href="http://www.flickr.com/photos/54217060@N00/490057546/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="Screenshot Google Analytics" src="http://farm1.static.flickr.com/196/490057546_9611f7dc8b_m.jpg" border="0" alt="Google Analytics v2.0" width="240" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">Screenshot Google Analytics</p></div>
<p><small><a title="Attribution-ShareAlike License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="vrypan" href="http://www.flickr.com/photos/54217060@N00/490057546/" target="_blank">vrypan</a></small></p>
<p>Tulisan ini melanjutkan postingan <a href="http://www.univind.com/blog/2009/12/11/website-bagus-vs-tidak-bagus-yang-mana-yang-website-bisnis-anda/">sebelumnya tentang website yang bagus vs tidak bagus</a>. Berdasarkan pengalaman kami, secara umum kira-kira ada empat hal yang bisa mengetahui apakah sebuah website itu bagus atau tidak bagus: dari segi bisnis, disain, konten, dan teknologi. Keempat hal ini berhubungan erat satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan perhatiannya saat hendak membuat atau mengurus sebuah website. Postingan kali ini akan membahas segi bisnis terlebih dahulu.</p>
<p>Bicara bisnis, tentu saja paling penting adalah bicara tentang tujuan. Apa tujuan Anda membuat website? Untuk berjualan langsung di Internet? Untuk membuat calon pelanggan menghubungi Anda dan menggunakan jasa Anda? Sekedar memberi informasi tentang perusahaan Anda? Untuk meningkatkan citra perusahaan? Untuk berkomunikasi dengan pelanggan? Atau sekedar eksis aja tanpa tujuan yang jelas?<span id="more-46"></span></p>
<p>Apapun tujuan website Anda, satu hal yang paling penting adalah <strong>website Anda harus bisa diukur</strong>. Apakah benar pelanggan Anda datangnya dari Internet, atau malah dari pamflet yang disebarkan di pameran-pameran? Berapa banyak yang tahu tentang perusahaan Anda di Internet? Jangan-jangan banyak calon pelanggan yang datang ke website Anda, tapi pergi lagi karena Anda tidak bisa merangkulnya.. Pastinya banyak pertanyaan lain yang muncul berkaitan dengan ukuran-ukuran yang ada di website. Juga kalau website Anda tidak bisa diukur, bagaimana mengukur return of investment (ROI)-nya?</p>
<p>Ada banyak sekali hal yang bisa diketahui apabila kita bisa mengukur website kita. Sedikitnya adalah</p>
<ol>
<li>Berapa pengunjung website kita dalam sehari, seminggu, sebulan?</li>
<li>Apakah pengunjung website kita tertarik dengan isi website kita?</li>
<li>Apakah pengunjung website kita sesuai dengan target pasar kita</li>
<li>Berapa banyak pengunjung setia website kita</li>
<li>Berapa banyak pengunjung yang &#8220;melirik&#8221; barang maupun jasa yang ditawarkan di website Anda</li>
<li>Bagaimana cara pengunjung masuk ke website kita? Apakah dari Google, link di website lain, atau langsung masuk?</li>
<li>Kata kunci pencarian apa yang membawa pengunjung masuk ke website kita</li>
<li>Halaman apa saja yang paling disukai pengunjung</li>
<li>Berasal darimana saja pengunjung website kita</li>
<li>Dan masih banyaak lagi..</li>
</ol>
<p>Berpikir bahwa software yang digunakan untuk mengukur website kita itu mahal dan sulit digunakan? Oh, tidak, ternyata gratis! Beberapa software yang paling terkenal adalah <a href="http://www.google.com/analytics">Google Analytics</a>, <a href="http://www.sitemeter.com/">SiteMeter</a>, maupun <a href="http://www.histats.com/">HiStats</a>. Dalam <a href="http://www.univind.com/service.php">menangani <em>maintenance </em>website-website</a> klien, Univind selalu menggunakan Google Analytics.</p>
<p>Pada akhirnya, dengan data-data yang didapatkan dari alat pengukur ini, kita bisa mengetahui apakah website kita sudah berjalan dengan optimal atau belum. Juga menentukan hal-hal apa yang perlu diperbaiki dari website kita. Dan hal ini akan membuat website kita akan berfungsi maksimal dalam mendukung bisnis Anda. <em>Jadi, sudahkah website anda bisa diukur?</em></p>
<p><em>Pada postingan-postingan ke depannya, insya Allah saya akan menuliskan beberapa tutorial singkat penggunaan Google Analytics dalam mengukur dan maintenance website, sehingga kita bisa mendapatkan kesimpulan tentang &#8220;seperti apa sih website kita sebenarnya?&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Umum Pengusaha Dalam Internet Marketing</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/12/13/kesalahan-umum-pengusaha-dalam-internet-marketing/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/12/13/kesalahan-umum-pengusaha-dalam-internet-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 18:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[dotcom bubble burst]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online consultant]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran online]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[rencana strategis]]></category>
		<category><![CDATA[web admin]]></category>
		<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, sudah banyak orang yang melihat potensi besar dari internet. Termasuk diantaranya para pengusaha dari berbagai sektor industri. Banyak dari mereka yang sadar akan besarnya kebermanfaatan yang bisa diberikan internet bagi bisnis mereka. Kesadaran tersebut membuat banyak pengusaha yang mulai mencoba-coba meluaskan sayap bisnis mereka ke dunia maya. Ada yang menjajal  sendiri dengan membaca artikel-artikel tentang internet marketing yang banyak bertebaran di jagad virtual. Ada pula yang sudah merasa terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga mempercayakan ekspansi bisnisnya itu ke pihak lain. Baik itu ke individu maupun ke sebuah perusahaan konsultan pemasaran online profesional.

Namun, sayangnya banyak pula di antara pengusaha tersebut yang tersandung di tengah perjalan ekspansi online mereka. Banyak dari mereka yang salah melangkah. Berikut adalah 3 kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh para pengusaha (terutama skala kecil dan menengah) dalam strategi pemasaran online mereka:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini sudah banyak orang yang melihat potensi besar dari internet. Termasuk diantaranya para pengusaha dari berbagai sektor industri. Banyak dari mereka yang sadar akan besarnya kebermanfaatan yang bisa diberikan internet bagi bisnis mereka. Kesadaran tersebut membuat banyak pengusaha yang mulai mencoba-coba meluaskan sayap bisnis mereka ke dunia maya. Ada yang menjajal  sendiri dengan membaca artikel-artikel tentang internet marketing yang banyak bertebaran di jagad virtual. Ada pula yang sudah merasa terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga mempercayakan ekspansi bisnisnya itu ke pihak lain. Baik itu ke individu maupun ke sebuah perusahaan konsultan pemasaran online profesional.</p>
<p>Namun, sayangnya banyak pula di antara pengusaha tersebut yang tersandung di tengah perjalan ekspansi online mereka. Banyak dari mereka yang salah melangkah. Berikut adalah 3 kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh para pengusaha (terutama skala kecil dan menengah) dalam strategi pemasaran online mereka:<span id="more-41"></span></p>
<h3>Tidak punya rencana strategis</h3>
<p>Melakukan ekspansi pemasaran ke ranah online merupakan aspek pengembangan bisnis yang sangat strategis. Untuk itu, diperlukan sebuah perencanaan yang matang. Sayangnya, belum banyak pengusaha kelas kecil dan menengah yang melakukan perencanaan tersebut. Mereka menganggap bahwa hal ini tidak terlalu strategis untuk diperhatikan secara serius. Faktor ini jualah yang menjadi salah satu faktor utama kehancuran bisnis dotcom (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dot-com_bubble" target="_blank">dotcom bubble burst</a>) pada tahun 2000 silam.</p>
<h3>Buat website dan tinggalkan</h3>
<p>Kesalahan selanjutnya yang lumrah terjadi adalah tidak dikelolanya website yang telah dibuat. Seringkali kita temukan website yang sudah didesain dengan begitu indah, dibuat dengan sistem yang begitu mumpuni. Tapi masih terisi dengan konten dummy <a href="http://www.lipsum.com/" target="_blank">lorem-ipsum</a> yang sama sekali tak bermakna. Kalaupun websitenya sudah memiliki konten yang jelas dan punya makna, banyak pula yang tidak pernah di-<em>update</em>. Tidak ada tulisan terbaru. Tidak ada produk baru yang dimasukkan. Tidak ada pertanyaan pengunjung yang dibalas dan lain sebagainya.</p>
<h3>Tidak ada admin khusus</h3>
<p>Permasalahan kedua diatas tadi seringkali disebabkan tidak adanya admin yang diberi tugas khusus untuk mengelola website yang dia miliki. Keberadaan admin yang ditugaskan secara khusus untuk mengelola website ini menjadi sangat penting agar website yang sudah dibuat bisa benar-benar terberdayakan secara optimal.</p>
<h3><strong><span style="text-decoration: underline;">SOLUSI</span></strong></h3>
<p>Semua permasalahan tentu ada solusinya. Untuk permasalahan-permasalahan diatas tadi solusinya antara lain:</p>
<h3>Buat rencana strategis</h3>
<p>Ekspansi ke online marketing membutuhkan sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan ini penting untuk menghindari kesimpangsiuran dan juga ketidakjelasan dalam program internet marketing yang dijalankan nantinya. Tentukan apa saja yang akan dilakukan. Bagaimana melakukannya. Siapa yang akan mengerjakannya. Jangka waktunya. Parameter keberhasilannya dan lain sebagainya. Jadikan itu semua terpaket dalam satu bentuk rencana strategis pengembangan perusahaan yang dirancang secara komprehensif dan holistik. Dengan begitu semua program ekspansi internet marketingnya akan terukur dengan baik.</p>
<h3>Rekrut tim admin khusus</h3>
<p>Jika bisnis Anda memang sudah cukup besar maka Anda perlu merekrut tim yang ditugaskan secara khusus untuk menangani semua strategi pemasaran online yang sudah dirancang sebelumnya. Jika bisnis Anda relatif masih kecil, Anda bisa merekrut cukup satu orang khusus untuk mengelola website Anda dan juga memasarkannya. Selain itu, jangan jadikan tugas ini hanya sebagai tugas sampingan yang Anda berikan untuk petugas administrasi Anda. Rekrutlah orang yang benar-benar terspesialisasi untuk tugas ini.</p>
<h3>Berikan training untuk tim</h3>
<p>Jangan biarkan tim online marketing Anda bekerja secara liar tanpa arahan. Berikan training yang komprehensif untuk tim tersebut. Mulai dari pemaparan rencana strategis yang telah Anda buat sampai kepada training untuk hal-hal teknis pengelolaan website.</p>
<h3>Sewa konsultan</h3>
<p>Online marketing merupakan ilmu yang kompleks. Banyak hal yang dicakup dalam strategi online marketing. Banyak sekali aspek-aspek detail dari pemasaran online yang harus banyak. Jika memang Anda sudah terlalu sibuk untuk melakukan strategic planning apalagi melatih tim online marketing Anda. Maka sudah saatnya Anda meminta bantuan kepada konsultan pemasaran online (seperti <a href="http://www.univind.com" target="_blank">Univind </a>tentunya <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ) Kami para konsultan web adalah orang-orang yang telah menspesialisasikan diri pada bidang ini. Kami mencurahkan segenap waktu kami pada bidang ini. Dengan meminta bantuan pada konsultan, Anda tidak perlu dipusingkan lagi dengan urusan online marketing Anda sehingga Anda bisa tetap fokus pada core bisnis awal Anda.</p>
<p>Sekian. Semoga bermanfaat <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/12/13/kesalahan-umum-pengusaha-dalam-internet-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
