<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Univind Blog &#187; Web Maintenance</title>
	<atom:link href="http://www.univind.com/blog/category/web-maintenance/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.univind.com/blog</link>
	<description>Integrated Online Solution Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Apr 2010 10:56:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jangan Remehkan Penjagaan Keamanan Website!</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/01/20/jangan-remehkan-penjagaan-keamanan-website/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/01/20/jangan-remehkan-penjagaan-keamanan-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 11:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[crack]]></category>
		<category><![CDATA[deface]]></category>
		<category><![CDATA[hack]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini, kebanyakan kita, entah para blogger atau pemilik perusahaan baik kecil atau menengah, tidak terlalu memperhatikan website-nya setelah website-nya eksis di Internet. Setelah dibuat dan diupload ke server hostingan, website-nya ditinggal begitu saja. Jarang di-update, lebih jarang lagi dipromosikan, dan yang paling jarang adalah memperhatikan masalah keamanan website-nya. Padahal selesai membuat website itu kira-kira [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://img230.imageshack.us/img230/2392/captured007cy0.jpg"><img class=" " title="ilmanakbar.com yang di-deface" src="http://img230.imageshack.us/img230/2392/captured007cy0.jpg" alt="ilmanakbar.com yang di-deface" width="400" /></a><p class="wp-caption-text">website saya yang pernah di-deface</p></div>
<p>Selama ini, kebanyakan kita, entah para <em>blogger</em> atau pemilik perusahaan baik kecil atau menengah, tidak terlalu memperhatikan <em>website-</em>nya setelah <em>website</em>-nya eksis di Internet. Setelah dibuat dan diupload ke server hostingan, <em>website</em>-nya ditinggal begitu saja. Jarang di-<em>update</em>, lebih jarang lagi dipromosikan, dan yang paling jarang adalah memperhatikan masalah keamanan <em>website</em>-nya. Padahal selesai membuat <em>website </em>itu kira-kira baru separuh saja dari upaya memanfaatkan potensi Internet untuk mendukung usaha kita.</p>
<p>Salah satu yang paling vital adalah masalah <strong>keamanan</strong>. Seringkali kita mengira setelah <em>website </em>diupload di server hosting, <em>website </em>kita bakal aman-aman saja. Mungkin kita mikir, &#8220;<em>Ah, siapa sih yang pengen nge-crack website ga terkenal kaya punya saya? Ngapain coba dia repot-repot nge-crack website saya yang ga ada yang bisa diambil ini?</em>&#8220;. Juga beberapa mitos-mitos lain seperti yang <a title="Top 10 Website Security Myths" href="http://www.watsonhall.com/resources/downloads/top10-website-security-myths.pdf">bisa dilihat di sini</a>.</p>
<p>Tapi sayangnya pemikiran itu salah. Seringkali para peretas (<em>hacker</em>) dan <em>cracker </em>itu nggak punya tujuan apa-apa saat nge-<em>hack </em>suatu <em>website</em> (kecuali masalah politik kaya <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/09/01/104615/1193763/323/nyaris-100-situs-malaysia-dilumpuhkan-cracker-indonesia">Indonesia vs Malaysia kemarin</a>). Bahkan seringkali dia ga ngerti bahasa dari <em>website </em>yang diserang, karena mereka <em>hacker </em>dari negara asing. Mereka cuma pengen memanfaatkan lubang-lubang keamanan dalam <em>website</em> milik kita.<span id="more-83"></span></p>
<p>Saya punya pengalaman dua kali diserang seperti itu. <a href="http://www.anakui.com">anakUI.com</a>, <em>website </em>komunitas mahasiswa UI, 2 tahun lalu di-<em>hack</em>, di-<em>deface</em>, dan isi databasenya hilang sebagian. Blog pribadi saya (www.ilmanakbar.com, sekarang sudah tidak aktif), diserang juga dengan efek yang sama, pada hari yang sama pula! Dan hari ini, <em>website </em>LSM salah satu kolega saya diserang juga. Itulah mengapa saya menulis postingan ini.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://img686.imageshack.us/img686/3946/dihack.jpg"><img class="  " title="website LSM yang di-deface" src="http://img686.imageshack.us/img686/3946/dihack.jpg" alt="" width="500" /></a><p class="wp-caption-text">website LSM yang di-deface</p></div>
<p>Penjagaan keamanan termasuk hal yang penting dilakukan dalam <a title="Layanan Univind" href="http://www.univind.com/service.php"><em>web maintenance</em></a>. Menjadi penting, jangan sampai kejadian dulu dan menyesal karena kehilangan banyak hal, baru sadar akan pentingnya hal itu. Beberapa hal dasar yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, serta untuk berjaga-jaga kalau kemungkinan terburuk menyerang, adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>#1 Backup rutin!</strong> Ini yang paling wajib untuk dilakukan. <em>Backup file-file </em>dan <em>database</em>-nya secara berkala, sesuai dengan frekuensi pembaruan (<em>update</em>) isi <em>website</em>. Kalau websitenya diperbarui setiap hari, <em>backup-</em>lah setiap hari, begitu seterusnya. Backup ini penting, untuk mencegah kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Kalau <em>website </em>kita diserang dan hancur-hancuran, kita masih bisa mengembalikan <em>website</em>-nya dari <em>backup </em>ini. Kita bisa melakukan <em>backup </em>secara manual lewat server, namun beberapa Content Management System (CMS) punya <em>plugin </em>untuk melakukan <em>backup </em>secara otomatis.</p>
<p><strong>#2 </strong><strong>Update CMS dan <em>addon/plugin </em>yang digunakan</strong> (apabila menggunakan CMS). CMS seperti <a href="http://wordpress.org/download">WordPress</a>, <a href="http://www.joomla.org/download.html">Joomla</a>, <a href="http://drupal.org/project">Drupal</a>, dan beberapa yang lainnya, memiliki komunitas yang secara berkala melakukan <em>update </em>versi sistemnya, untuk menambah fitur atau menambal lubang-lubang keamanan yang ditemukan. Dedemit maya biasanya sudah mengetahui kelemahan dari versi lama sebuah sistem. Pastikan <em>website </em>kita selalu diperbarui versi CMSnya.</p>
<p>CMS juga memiliki <em>addon/plugin</em> yang dapat memperbanyak fungsi dari CMS tersebut. Kalau <em>website </em>kita juga menggunakan <em>addon/plugin</em>, pastikan versinya juga terus diperbarui, dengan alasan sama seperti sebelumnya. anakUI.com dan ilmanakbar.com dulu di-<em>deface</em> lewat salah satu <em>plugin </em>yang digunakan.</p>
<p><strong>#3 Gunakan password yang kuat dan tidak pasaran</strong>. Yang paling kuat, sebaiknya gunakan <em>password </em>lebih dari 8 karakter, dan merupakan perpaduan dari huruf, angka, dan karakter (seperti ! @ # . , dsb). Hal ini untuk mencegah <em>password </em>kita dibongkar dengan praktek <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brute_force_attack">bruteforce</a> </em>(membongkar password dengan mencoba semua kemungkinan).</p>
<p>Sama seperti saran <em>password </em>untuk semua hal, jangan gunakan <em>password </em>yang gampang ditebak seperti tanggal lahir, nomer telepon, nomor rumah, dsb. Kalau tetep mau pake itu, pastikan dikombinasikan juga dengan huruf, angka, dan karakter.</p>
<p><strong>#4 </strong>Apabila kita punya akses pada server <em>website </em>kita, <strong>cek apakah <em>software-software </em>yang digunakan di server</strong> seperti sistem operasi, <em>web server</em>, PHP, MySQL, <em>mail server</em>, versi cPanel, dsb, <strong>selalu yang paling baru</strong>. Kalau tidak punya akses ke <em>server</em>, silakan tanya ke <a href="http://www.neohoster.com/">penyedia web hostingnya</a> untuk mengetahuinya. Seperti poin nomer #2, penjahat Internet biasanya sudah mengetahui kelemahan-kelemahan <em>software </em>versi lama.</p>
<p><strong>#5 Cek dan cegah adanya <em>malware </em>atau program jahat bercokol di <em>website </em>kita</strong>. Google punya alat untuk mendeteksi itu. Namanya <a href="https://www.google.com/webmasters/tools/">Google Webmaster Tools</a> (walaupun fungsinya tidak cuma untuk keamanan). <em> </em>Lihat menu Labs &gt; Malware details untuk mengetahui apakah ada <em>malware </em>yang ditemukan oleh Google di <em>website</em> kita.</p>
<p><strong>#6 Masing-masing CMS (WordPress, Joomla, Drupal, dsb) memiliki tips-tips spesifik untuk meningkatkan keamanan</strong>. Coba googling dengan kata kunci &#8220;WordPress/Joomla/Drupal/dsb security tips&#8221; atau sejenisnya untuk tahu detail cara mengamankannya. Yang saya temukan untuk: <a href="http://www.noupe.com/how-tos/wordpress-security-tips-and-hacks.html">WordPress</a> dan <a href="http://www.marcofolio.net/joomla/7_tips_to_optimize_joomla_security.html">Joomla</a>.</p>
<p><strong>#7 Sebisa mungkin, jangan login ke website kita dari koneksi </strong><strong>yang tidak aman </strong><strong>atau komputer umum</strong>. Misalnya <em>hotspot </em>gratisan di kafe2 atau di warnet. Informasi login kita bisa &#8220;diintip&#8221; atau dibaca orang lain dari jaringan. Kalau make komputer umum, bisa jadi ada program <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Keylogger">keylogger</a> </em>yang mencatat informasi yang kita masukan. Terutama untuk <em>website-website </em>penting, biasakan untuk mengakses administrasi <em>website </em>atau <em>server </em>kita dari komputer kantor atau laptop sendiri.</p>
<p>Hal-hal di atas adalah hal-hal dasar dan minimal yang bisa dilakukan untuk mengamankan <em>website</em>. Masih ada beberapa hal lain yang lebih teknis dan detail untuk jauh lebih memperkuat keamanan <em>website </em>Anda. Semakin besar <em>website </em>Anda, semakin besar pula seharusnya upaya-upaya penjagaan keamanannya. Beberapa hal yang teknis dan detail, yang sepertinya lebih menarik untuk dibaca oleh para <em>system administrator </em>atau <em>website admin </em>ada di <a title="Website security top 10 lists" href="http://www.watsonhall.com/methodology/top10s.pl">sini</a>, <a title="The World Wide Web Security FAQ" href="http://www.w3.org/Security/Faq/">sini</a>, <a title="Ensure basic Web site security with this checklist" href="http://blogs.techrepublic.com.com/security/?p=424">sini</a>, dan <a title="Web Site Security Guide" href="http://www.kent-website-designer.co.uk/website_security.html">sini</a>.</p>
<p>Semua hal yang kita lakukan untuk mengamankan <em>website </em>kita memang tidak bisa menjamin 100% <em>website </em>kita aman. Setidaknya, hal-hal dasar ini akan mempersulit langkah-langkah dedemit dunia maya untuk merusak <em>website </em>kita. Kalau ada pendapat maupun tambahan usulan tentang bagaimana cara mengamankan <em>website</em>, silakan tulis di komentar ya.. Kami juga ingin tahu bagaimana Anda mengamankan <em>website </em>Anda <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/01/20/jangan-remehkan-penjagaan-keamanan-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha/Bisnis Kecil dan Menengah Perlu Memiliki Website!</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/12/23/usahabisnis-kecil-dan-menengah-perlu-memiliki-website/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/12/23/usahabisnis-kecil-dan-menengah-perlu-memiliki-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 03:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Usaha Kecil & Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[ photo credit: DMahendra
Suatu survey mengatakan bahwa 46 persen dari bisnis kecil (di Indonesia namanya Usaha Kecil Menengah/UKM) tidak memiliki website. Ini adalah survey di Amerika Serikat, negara dengan penetrasi Internet mencapai 74,1%. Di Indonesia yang penetrasi internetnya cuma 12,5%, dari UKM yang jumlahnya sekitar 550 ribu usaha (pada akhir 2008), artinya sangat sedikiiit sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Souvenir Shop, Cisarua Bogor" href="http://www.flickr.com/photos/7175652@N02/2263373370/" target="_blank"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2363/2263373370_52bc03d742_m.jpg" border="0" alt="Souvenir Shop, Cisarua Bogor" /></a><br />
<small><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="DMahendra" href="http://www.flickr.com/photos/7175652@N02/2263373370/" target="_blank">DMahendra</a></small></p>
<p><a href="http://www.emarketer.com/Article.aspx?R=1007431">Suatu survey</a> mengatakan bahwa 46 persen dari bisnis kecil (di Indonesia namanya Usaha Kecil Menengah/UKM) tidak memiliki website. Ini adalah survey di Amerika Serikat, negara dengan penetrasi Internet mencapai <a href="http://www.internetworldstats.com/am/us.htm">74,1%</a>. Di Indonesia yang penetrasi internetnya cuma <a href="http://www.internetworldstats.com/asia.htm#id">12,5%</a>, dari UKM yang jumlahnya sekitar <a href="http://www.depkop.go.id/statistik-ukm/cat_view/35-statistik/37-statistik-ukm/212-statistik-ukm-2009/216-buku-statistik-ukm-2009.html">550 ribu usaha</a> (pada akhir 2008), artinya <strong>sangat sedikiiit sekali UKM yang memiliki website</strong>.</p>
<p>Bagi usaha/bisnis kecil dan menengah, perlu nggak sih memiliki website? Jawabannya cuma satu, <strong>ya, sangat perlu</strong>! Terutama untuk usaha-usaha yang ada di kota-kota besar di Indonesia. Sangat penting usaha/bisnis Anda eksis di Internet. Kita sama-sama tahu, kalau pengguna Internet di Indonesia terus bertambah tiap tahunnya (kira-kira diprediksi mencapai <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/25/time/174121/idnews/884242/idkanal/398">lebih dari 57 juta di tahun 2010</a>). Pengguna Internet Indonesia juga sangat aktif dalam mengakses Internet, terbukti dengan besarnya pengguna <a href="http://www.facebook.com/">Facebook</a>, yang Indonesia menempati <a href="http://www.checkfacebook.com/">posisi 7</a> dengan lebih dari 11 juta pengguna, serta pengguna <a href="http://www.twitter.com/">Twitter</a> Indonesia yang masuk <a href="http://mashable.com/2009/10/20/twitter-ceo-conversation/">5 besar dunia!</a>.</p>
<p>Satu hal yang paling penting, sekarang mulai makin muncul kecenderungan bahwa untuk mendapatkan suatu informasi, kita lebih sering mencarinya di Internet (lewat situs pencari seperti <a href="http://www.google.com/">Google</a>) daripada bertanya langsung ke orang lain, lewat TV, radio, atau koran. Setuju kan? Entah itu mencari informasi seputar produk, mencari rekomendasi jasa/tempat wisata/tempat makan yang bagus, atau cuma sekedar pengen nyari tahu isu terhangat kali ini (misalnya Luna Maya vs Infotainment), semua dilakukan lewat Internet!<span id="more-58"></span></p>
<p>Yang masih membaca koran dan melihat-lihat iklan baris untuk mencari informasi sekarang sepertinya tinggal orang-orang paruh baya saja yang kebanyakan pengen menjual/membeli barang bekas, atau para pencari lowongan pekerjaan. Yang menonton TV sekarang sepertinya tinggal ibu-ibu rumah tangga atau anak SD (anak SMP udah mainan Facebook loh), dan yang dengerin radio cuma kita yang sedang ada di mobil dalam perjalanan pergi/pulang kantor.</p>
<p>Belum lagi dengan yang menggunakan internet dari handphone. Entah dari Blackberry, smartphone, atau cukup dengan HP ber-GPRS dan Opera Mini, semua bisa ngakses Internet. Bahkan di <a href="http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/">daerah terpencil di Sumatera Utara</a> dimana internet cepat belum masuk, penduduk sana tetep nyambung internet, lewat jaringan seluler (GPRS). Dan internet lewat handphone ini sangat banyak penggunanya, karena tahun depan, pengguna telepon seluler diramalkan udah <a href="http://www.detikinet.com/read/2007/09/07/131313/826987/328/2010-pengguna-ponsel-indonesia-capai-separuh-populasi">mencapai separuh penduduk Indonesia</a>, alias lebih dari 100 juta pengguna!</p>
<p>Penting nggak sih, buat usaha/bisnis kecil dan menengah, untuk punya website? Selama ini saja kan usaha kita sudah berjalan dengan cukup baik. Kenapa perlu repot2 punya website segala? Ya, setuju, punya website untuk usaha kita itu memang repot, kalo kita memang serius memanfaatkan website kita itu (bikinnya, maintainnya, juga promosinya). Tapi dengarkan ini: <em><strong>tanpa website, Anda akan kehilangan banyak sekali peluang</strong></em>! Ini dia beberapa yang akan hilang saat usaha Anda tidak memiliki website:</p>
<ol>
<li><strong>Calon Pelanggan</strong>. Ya, semua yang mencari lewat Google itu. Coba, sekarang mana ada yang nyari, misalnya &#8220;restoran sushi di pondok indah&#8221; lewat iklan di TV atau koran atau radio? Lewat website kita, taruh selengkap-lengkapnya informasi tentang usaha kita, dimana gerai kita dibuka, nomor kontak, Yahoo! Messenger, dsb. Pokoknya semua hal yang bisa menghubungkan calon pelanggan dengan kita.</li>
<li><strong>Pelanggan Setia</strong>. Apa ciri pelanggan setia, selain melakukan pembelian ulang (<em>repeat purchasing</em>)<em> </em>terhadap barang/jasa Anda? Ya, mereka menyebarkan dengan senang hati secara mulut ke mulut (<em>word of mouth</em>), informasi tentang Anda. Kalo zaman dulu, mulut ke mulutnya itu sambil ngasih potongan iklan di koran, sekarang ya mulut ke mulutnya ngasih alamat website. Kalo usaha Anda ga punya website, apa yang bisa disebarkan dari mulut ke mulut?</li>
<li><strong>Agen atau distributor</strong>. Buat Anda yang usaha <em>consumer goods</em>, pernah kepikiran untuk menjual barang2 Anda di daerah-daerah yang tidak bisa anda jangkau sebelumnya? Tapi sulit karena tidak tahu harus menghubungi siapa di daerah-daerah tersebut? Oleh karena itu, gunakanlah website! Setelah calon agen/distributor tahu tentang usaha kita lewat Internet, mereka yang tertarik bisa menghubungi kita, dan kita pun mendapatkan orang-orang yang bersedia menjual kembali barang-barang kita di daerah yang mungkin tak terjangkau sebelumnya.</li>
<li><strong>Calon pembeli franchise</strong>. Bagi Anda-anda yang memiliki usaha franchise, dan ingin membuka jaringan ke seluruh nasional, pertimbangkan untuk membuat website. Peminat franchise Anda di luar daerah jangkauan anda sangat banyak loh! Bukti tentang ini sederhana saja, ada banyak orang yang berkomentar di tulisan-tulisan tentang franchise, tertarik untuk mendapatkan informasi franchise. Contoh konkretnya adalah postingan tentang waralaba Pecel Lele Lela oleh ownernya <a href="http://rangga-eu.blogspot.com/2007/09/pecel-lele-lela.html">di sini</a>, yang dikomen oleh banyak orang yang pengen tahu tentang info waralabanya.</li>
</ol>
<div id="attachment_64" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/franchise-lele-lela2.jpg"><img class="size-medium wp-image-64" title="Banyak Peminat Franchise di Internet!" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/franchise-lele-lela2-200x300.jpg" alt="Banyak Peminat Franchise di Internet!" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Banyak Peminat Franchise di Internet!</p></div>
<p>Nah, sampai tahap ini, setuju kan ya, kalo memiliki website untuk usaha kita itu memang sangat penting! Tapi agar website kita bisa bermanfaat maksimal untuk usaha kita, tentu saja nggak bisa sekedar asal. Perlu perencanaan dan implementasi yang maksimal, agar website kita nggak mubazir alias sia-sia. Setidaknya langkah-langkah ini perlu dipikirkan dan dijalankan:</p>
<ol>
<li><strong>Tentukan tujuan membuat website</strong>. Apakah sekedar untuk mempromosikan profil usaha Anda, menjadi toko online yang menampilkan barang-barang jualan Anda, membangun komunitas, atau yang lain? Tujuan membuat website inilah yang jadi dasar sebelum melangkah lebih jauh.</li>
<li><strong>Buat websitenya</strong>. Kalau punya anggaran dana lebih, bisa membuat website, kemudian <a href="http://www.neohoster.com/">sewa hosting profesional dengan nama domain sendiri</a> (misalnya seperti www.univind.com). Ini sangat meningkatkan citra perusahaan. Kalau bisa menyewa <a href="http://www.univind.com/service.php">web konsultan, web disainer, atau web developer profesional</a> untuk membuat website Anda, ini lebih baik. Kalau budget minimal banget, banyak loh mahasiswa yang bisa membuat website. Yang penting website Anda harus terlihat profesional dan sesuai dengan tujuan websitenya. Kasus terburuk, yaitu kalau memang tidak ada anggaran sama sekali untuk website, Anda bisa menggunakan blog gratisan seperti di <a href="http://www.wordpress.com/">WordPress</a>, <a href="http://www.blogger.com/">Blogspot</a>, atau <a href="http://www.multiply.com/">Multiply</a>. Tapi dengan kekurangan, usaha Anda sedikit terlihat kurang bonafit.</li>
<li><strong>Maintain websitenya</strong>. Website anda harus <a href="http://www.univind.com/service.php">diupdate teratur</a>. Buatlah website Anda selalu tampak baru (minimal isinya ada yang baru), agar pengunjung Anda kembali dan kembali lagi. Jangan sampai ada bacaan: terakhir diupdate tahun lalu <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Selain itu, isi website Anda, tulisan-tulisannya, foto-fotonya, dsb harus di-<em>backup</em> (ada kopi datanya di komputer lain) secara berkala supaya tidak menyesal di kemudian hari.</li>
<li><strong>Ukur kinerja websitenya</strong>. Sangat penting bagi suatu website untuk <a href="http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/">bisa diukur performanya</a>, sehingga kita bisa tahu bahwa investasi kita membuat website itu tidak sia-sia. Silakan cek <a href="http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/">postingan ini</a> untuk tahu lebih lengkapnya.</li>
<li><strong>Promosikan websitenya</strong>. Ya, jangan biarkan website Anda sekedar mejeng tanpa ada yang pengunjungnya! Taruh link ke website anda di signature email Anda, kartu nama, di setiap iklan cetak yang Anda pasang, dan di semua tempat yang mungkin.</li>
</ol>
<p>Mungkin kita sama-sama pernah dengar ungkapan zaman sekarang, &#8220;<em><strong>nggak ada di Google, nggak eksis!</strong></em>&#8221; Hal ini sangat amat relevan untuk bisnis anda. Kalau usaha Anda nggak ada di Google, usaha Anda artinya nggak eksis di dunia ini. Jadi, pastikan usaha Anda eksis di Internet dan bekerja maksimal dalam meningkatkan nilai tambah dari bisnis Anda ya!</p>
<p>Salam Online!</p>
<p><em>postingan ini terinspirasi dari tulisan di Outspoken Media: <a href="http://outspokenmedia.com/small-business-marketing/small-business-need-a-web-site/">Why Your Small Business Needs a Website in 2010</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/12/23/usahabisnis-kecil-dan-menengah-perlu-memiliki-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website &#8220;Bagus&#8221; vs &#8220;Tidak Bagus&#8221;: Website Bagus Harus bisa Diukur!</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 06:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[analytics]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[statistik]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran]]></category>
		<category><![CDATA[visitor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[ photo credit: vrypan
Tulisan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang website yang bagus vs tidak bagus. Berdasarkan pengalaman kami, secara umum kira-kira ada empat hal yang bisa mengetahui apakah sebuah website itu bagus atau tidak bagus: dari segi bisnis, disain, konten, dan teknologi. Keempat hal ini berhubungan erat satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan perhatiannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a title="Google Analytics v2.0" href="http://www.flickr.com/photos/54217060@N00/490057546/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="Screenshot Google Analytics" src="http://farm1.static.flickr.com/196/490057546_9611f7dc8b_m.jpg" border="0" alt="Google Analytics v2.0" width="240" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">Screenshot Google Analytics</p></div>
<p><small><a title="Attribution-ShareAlike License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="vrypan" href="http://www.flickr.com/photos/54217060@N00/490057546/" target="_blank">vrypan</a></small></p>
<p>Tulisan ini melanjutkan postingan <a href="http://www.univind.com/blog/2009/12/11/website-bagus-vs-tidak-bagus-yang-mana-yang-website-bisnis-anda/">sebelumnya tentang website yang bagus vs tidak bagus</a>. Berdasarkan pengalaman kami, secara umum kira-kira ada empat hal yang bisa mengetahui apakah sebuah website itu bagus atau tidak bagus: dari segi bisnis, disain, konten, dan teknologi. Keempat hal ini berhubungan erat satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan perhatiannya saat hendak membuat atau mengurus sebuah website. Postingan kali ini akan membahas segi bisnis terlebih dahulu.</p>
<p>Bicara bisnis, tentu saja paling penting adalah bicara tentang tujuan. Apa tujuan Anda membuat website? Untuk berjualan langsung di Internet? Untuk membuat calon pelanggan menghubungi Anda dan menggunakan jasa Anda? Sekedar memberi informasi tentang perusahaan Anda? Untuk meningkatkan citra perusahaan? Untuk berkomunikasi dengan pelanggan? Atau sekedar eksis aja tanpa tujuan yang jelas?<span id="more-46"></span></p>
<p>Apapun tujuan website Anda, satu hal yang paling penting adalah <strong>website Anda harus bisa diukur</strong>. Apakah benar pelanggan Anda datangnya dari Internet, atau malah dari pamflet yang disebarkan di pameran-pameran? Berapa banyak yang tahu tentang perusahaan Anda di Internet? Jangan-jangan banyak calon pelanggan yang datang ke website Anda, tapi pergi lagi karena Anda tidak bisa merangkulnya.. Pastinya banyak pertanyaan lain yang muncul berkaitan dengan ukuran-ukuran yang ada di website. Juga kalau website Anda tidak bisa diukur, bagaimana mengukur return of investment (ROI)-nya?</p>
<p>Ada banyak sekali hal yang bisa diketahui apabila kita bisa mengukur website kita. Sedikitnya adalah</p>
<ol>
<li>Berapa pengunjung website kita dalam sehari, seminggu, sebulan?</li>
<li>Apakah pengunjung website kita tertarik dengan isi website kita?</li>
<li>Apakah pengunjung website kita sesuai dengan target pasar kita</li>
<li>Berapa banyak pengunjung setia website kita</li>
<li>Berapa banyak pengunjung yang &#8220;melirik&#8221; barang maupun jasa yang ditawarkan di website Anda</li>
<li>Bagaimana cara pengunjung masuk ke website kita? Apakah dari Google, link di website lain, atau langsung masuk?</li>
<li>Kata kunci pencarian apa yang membawa pengunjung masuk ke website kita</li>
<li>Halaman apa saja yang paling disukai pengunjung</li>
<li>Berasal darimana saja pengunjung website kita</li>
<li>Dan masih banyaak lagi..</li>
</ol>
<p>Berpikir bahwa software yang digunakan untuk mengukur website kita itu mahal dan sulit digunakan? Oh, tidak, ternyata gratis! Beberapa software yang paling terkenal adalah <a href="http://www.google.com/analytics">Google Analytics</a>, <a href="http://www.sitemeter.com/">SiteMeter</a>, maupun <a href="http://www.histats.com/">HiStats</a>. Dalam <a href="http://www.univind.com/service.php">menangani <em>maintenance </em>website-website</a> klien, Univind selalu menggunakan Google Analytics.</p>
<p>Pada akhirnya, dengan data-data yang didapatkan dari alat pengukur ini, kita bisa mengetahui apakah website kita sudah berjalan dengan optimal atau belum. Juga menentukan hal-hal apa yang perlu diperbaiki dari website kita. Dan hal ini akan membuat website kita akan berfungsi maksimal dalam mendukung bisnis Anda. <em>Jadi, sudahkah website anda bisa diukur?</em></p>
<p><em>Pada postingan-postingan ke depannya, insya Allah saya akan menuliskan beberapa tutorial singkat penggunaan Google Analytics dalam mengukur dan maintenance website, sehingga kita bisa mendapatkan kesimpulan tentang &#8220;seperti apa sih website kita sebenarnya?&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
