<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Univind Blog &#187; Web Consultant</title>
	<atom:link href="http://www.univind.com/blog/category/web-consultant/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.univind.com/blog</link>
	<description>Integrated Online Solution Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Apr 2010 10:56:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Strategi Online: Ketahui Tujuan Anda Online, Kenali Siapa Target Anda</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 11:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[consultant]]></category>
		<category><![CDATA[onlinestrategy]]></category>
		<category><![CDATA[strategy]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[user behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[  
 photo credit: codiceinternet
Saat ingin memanfaatkan Internet, banyak orang/bisnis/perusahaan/usaha kecil &#38; menengah/organisasi berlomba-lomba membuat website untuk menunjukkan keberadaan mereka di dunia online. Akan tetapi, sering terjadi juga, setelah website-nya jadi, website tersebut tidak kepake. Jarang diupdate, nggak dimanfaatkan, nggak dipromosikan, dsb..
Akhirnya website itu pun sepi pengunjung, terbengkalai. Website itu pun jadi sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Settimana Internet @ Roma - 25 giugno, Internet e Anziani" href="http://www.flickr.com/photos/codiceinternet/3665516866/" target="_blank"> <img src="http://farm4.static.flickr.com/3092/3665516866_5ae9a20a4d.jpg" alt="I Love Internet" width="400" /> </a><br />
<small><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="codiceinternet" href="http://www.flickr.com/photos/codiceinternet/3665516866/" target="_blank">codiceinternet</a></small></p>
<p>Saat ingin memanfaatkan Internet, banyak orang/bisnis/perusahaan/usaha kecil &amp; menengah/organisasi berlomba-lomba membuat <em>website</em> untuk menunjukkan keberadaan mereka di dunia online. Akan tetapi, sering terjadi juga, setelah <em>website</em>-nya jadi, <em>website</em> tersebut tidak kepake. Jarang diupdate, nggak dimanfaatkan, nggak dipromosikan, dsb..</p>
<p>Akhirnya <em>website </em>itu pun sepi pengunjung, terbengkalai. Website itu pun jadi sesuatu yang sia-sia dan mubazir, padahal sebelumnya mereka telah mengeluarkan uang berjuta-juta rupiah untuk menggunakan jasa web designer atau web developer.</p>
<p>Memanfaatkan potensi Internet tidak selalu berarti membuat <em>website</em>. Dalam <em></em>jangka panjang, membuat <em>website</em><em></em> memang sangat penting. Tapi saat ingin memanfaatkan Internet saat ini, lebih penting lagi disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Itulah dia, makanya ada ilmu yang namanya strategi online/<em>online strategy</em> (<a href="http://www.virtual.co.id/blog/">Pak Nukman dan Mbak Iim</a>, dua orang guru saya, adalah ahlinya strategi online).</p>
<p>Ada beberapa hal dalam strategi online yang perlu diketahui sebelum kita/bisnis/organisasi memasuki jagad Internet yang luas. Sebelum masuk ke daerah teknis (seperti websitenya kaya gimana, mau menggunakan <em>tools </em>apa, dsb), ada beberapa hal mendasar yang perlu dirumuskan.<span id="more-95"></span></p>
<p><strong>Pertama </strong>kita harus mengetahui <strong>apa tujuan (objective) kita berada di online</strong>.</p>
<p><em>Apakah untuk jualan secara langsung? Untuk meningkatkan jumlah prospek? Untuk menunjukkan karya-karya? Untuk memberi informasi? Untuk membangun komunitas di Internet? Untuk memfasilitasi kerjasama antar bisnis? Atau gabungan beberapa dari situ? Atau bahkan untuk menguasai dunia? <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </em></p>
<p>Tujuan berada di online harus disesuaikan dengan tujuan bisnis/organisasi kita secara umum. Itu pertanyaan nomor satu yang harus dijawab dengan jelas dan spesifik.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, <strong>siapa target pasar kita di Internet?</strong></p>
<p><em>Apakah target pasar kita itu ABG? ABG dari daerah mana? ABG yang seperti apa? Atau komunitas pecinta barang apa? Atau perusahaan yang bergerak di bidang apa? Atau siapa? </em></p>
<p>Sama seperti marketing <em>offline</em>, target pasar itu semakin spesifik akan semakin bagus, karena jadi fokus dan tidak buang-buang effort.</p>
<p>Setelah tahu siapa target pasar kita, kita harus mempelajari bagaimana perilaku mereka (<strong><em>user behavior</em></strong>) di Internet. Apa yang jadi <em>anxiety </em>(kekhawatiran) dan <em>desire </em>(keinginan) mereka? Mereka suka buka-buka <em>website</em> yang seperti apa? Berapa lama mereka online? Bagaimana bahasa sesama mereka berkomunikasi? Bagaimana pendapat mereka tentang sesuatu hal? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui seperti apa karakteristik target pasar kita.</p>
<p>Kelak, beberapa langkah selanjutnya, kedua hal ini sangat <strong>berpengaruh dengan bentuk implementasi teknisnya</strong>. Misalnya kalo mau jualan langsung, repot kan kalo bikin akun di Twitter? Atau kalau mau membangun komunitas, masa kita bikin website yang ada <em>shopping cart</em>-nya? Atau kalo mau memfasilitasi kerjasama antar bisnis, masa pake Facebook? Jangan terlalu pusing dengan hal-hal teknis karena hampir semua bisa diwujudkan.</p>
<p>Juga <strong>menentukan </strong><strong>strategi pemasaran website kita</strong>. Masa kalo mau memasarkan website portofolio karya kita, kita pasang iklan di iklan baris online? Atau untuk memasarkan website tentang panti asuhan, masang iklan di Detikcom? Atau kalo mau promosi website jualan, masa kita ngirim email-email spam?</p>
<p>Setelah kedua hal tadi, menentukan <strong>tujuan/<em>objective </em></strong>dan menentukan <strong>siapa target pasar </strong>kita, barulah kita bisa melangkah ke tahapan-tahapan  selanjutnya. Memanfaatkan Internet sebagai sarana mencapai tujuan-tujuan itu bukan hal yang sederhana, tapi juga bukan hal yang sulit. <a href="http://www.univind.com/service.php">Strategi online</a> yang tepat akan membuat Internet menjadi media yang benar-benar powerful untuk mendukung Anda <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Conversion Rate?</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/01/06/apa-itu-conversion-rate/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/01/06/apa-itu-conversion-rate/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 16:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[conversion rate]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[optimasi conversion rate]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat konversi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Dunia internet marketing saat ini telah penuh sesak dengan beribu strategi. Tak terhitung banyaknya orang yang membuat tulisan-tulisan dan atau mendiskusikan topik tentang strategi internet marketing yang handal. Namun sayangnya, mayoritas tulisan dan diskusi yang beredar itu hanya berkutat pada pembahasan pencarian trafik melalui SEO, Adword, iklan baris dan lain sebagainya. Padahal masih sangat banyak aspek di luar itu yang juga harus diperhatikan. Salah satunya adalah conversion rate. Apa itu conversion rate?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_75" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/website_conversion_rate1.jpg"><img class="size-full wp-image-75" title="website_conversion_rate" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/website_conversion_rate1.jpg" alt="Website Conversion Rate" width="400" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi conversion rate</p></div>
<p>Dunia internet marketing saat ini telah penuh sesak dengan beribu strategi. Tak terhitung banyaknya orang yang membuat tulisan-tulisan dan atau mendiskusikan topik tentang strategi internet marketing yang handal. Namun sayangnya, mayoritas tulisan dan diskusi yang beredar itu hanya berkutat pada pembahasan pencarian trafik melalui SEO, Adword, iklan baris dan lain sebagainya. Padahal masih sangat banyak aspek di luar itu yang juga harus diperhatikan. Salah satunya adalah <em>conversion rate</em>. Apa itu <em>conversion rate</em>?</p>
<p><em><span id="more-72"></span>Conversion rate </em>atau tingkat konversi dalam dunia internet marketing merupakan persentase dari jumlah pengunjung <em>website </em>yang kemudian melakukan tindakan tertentu yang diinginkan oleh sang pemilik <em>website </em>(<a href="http://www.marketingterms.com/dictionary/conversion_rate/" target="_blank">MarketingTerms.com &#8211; Conversion Rate</a>). Tindakan yang dimaksud disini bisa bermacam-macam tergantung tujuan dari dibuatnya <em>website </em>tersebut. Misal, pada <em>website</em> <em>e-commerce</em>, tindakan yang diinginkan biasanya adalah pemesanan produk. Bagi seorang penulis majalah online, tindakan yang diingkan bisa saja berupa pendaftaran berlangganan tulisan melalui <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RSS" target="_blank">RSS</a>.</p>
<p><em>Conversion rate</em> dapat diukur dengan cara membandingkan jumlah pencapaian target yang didapat terhadap total jumlah pengunjung. Secara singkat dapat dilihat pada formula berikut:</p>
<pre><span style="color: #008000;">Conversion rate = jumlah pencapaian target / total jumlah pengunjung</span></pre>
<p>Semakin tinggi conversion rate sebuah website berarti semakin sukses website tersebut dalam mencapai tujuannya. Sebaliknya, tingkat konversi yang rendah dapat menjadi tolok ukur kelemahan dari website tersebut.</p>
<p>Conversion rate ini merupakan salah satu poin yang jarang diperhatikan oleh para internet marketer di Indonesia. Banyak internet marketer yang hanya terfokus pada pencarian trafik sebanyak-banyaknya. Padahal ribuan, jutaan atau milyaran (lebay dikit :p) pengunjung tersebut akan menjadi sia-sia jika si pengunjung tersebut tidak melakukan apa yang kita inginkan. Misal, sebuah toko online dengan pengiklanan yang super masif di berbagai media akhirnya bisa mendapat satu juta kunjungan setiap hari. Namun, penjualan dari toko online itu tidak lebih dari 10 transaksi per hari. Apa yang salah? yang salah disini tentu adalah <em>conversion rate</em>-nya. Jika dihitung dengan menggunakan formula yang disebutkan diatas tadi, maka <em>conversion rate</em> dari toko online tersebut hanya sebesar:</p>
<pre><span style="color: #008000;">Conversion rate = jumlah pencapaian target / total jumlah pengunjung</span></pre>
<pre><span style="color: #008000;">Conversion rate = 10 / 1.000.000 = <strong>0.00001</strong></span></pre>
<p>Oleh sebab itu, <a href="http://www.univind.com/service" target="_blank">strategi marketing online</a> yang baik tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah kunjungan saja, melainkan juga memperhatikan optimasi pada aspek-aspek lainnya secara terintegrasi.<em> Conversion rate</em> ini merupakan salah satu aspek tersebut.</p>
<p>pada tulisan berikutnya saya akan mencoba mengupas strategi-strategi peningkatan <em>conversion rate </em>bagi <em>website </em>kita. Tunggu tulisan berikutnya <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/01/06/apa-itu-conversion-rate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha/Bisnis Kecil dan Menengah Perlu Memiliki Website!</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/12/23/usahabisnis-kecil-dan-menengah-perlu-memiliki-website/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/12/23/usahabisnis-kecil-dan-menengah-perlu-memiliki-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 03:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Usaha Kecil & Menengah]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[ photo credit: DMahendra
Suatu survey mengatakan bahwa 46 persen dari bisnis kecil (di Indonesia namanya Usaha Kecil Menengah/UKM) tidak memiliki website. Ini adalah survey di Amerika Serikat, negara dengan penetrasi Internet mencapai 74,1%. Di Indonesia yang penetrasi internetnya cuma 12,5%, dari UKM yang jumlahnya sekitar 550 ribu usaha (pada akhir 2008), artinya sangat sedikiiit sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Souvenir Shop, Cisarua Bogor" href="http://www.flickr.com/photos/7175652@N02/2263373370/" target="_blank"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2363/2263373370_52bc03d742_m.jpg" border="0" alt="Souvenir Shop, Cisarua Bogor" /></a><br />
<small><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="DMahendra" href="http://www.flickr.com/photos/7175652@N02/2263373370/" target="_blank">DMahendra</a></small></p>
<p><a href="http://www.emarketer.com/Article.aspx?R=1007431">Suatu survey</a> mengatakan bahwa 46 persen dari bisnis kecil (di Indonesia namanya Usaha Kecil Menengah/UKM) tidak memiliki website. Ini adalah survey di Amerika Serikat, negara dengan penetrasi Internet mencapai <a href="http://www.internetworldstats.com/am/us.htm">74,1%</a>. Di Indonesia yang penetrasi internetnya cuma <a href="http://www.internetworldstats.com/asia.htm#id">12,5%</a>, dari UKM yang jumlahnya sekitar <a href="http://www.depkop.go.id/statistik-ukm/cat_view/35-statistik/37-statistik-ukm/212-statistik-ukm-2009/216-buku-statistik-ukm-2009.html">550 ribu usaha</a> (pada akhir 2008), artinya <strong>sangat sedikiiit sekali UKM yang memiliki website</strong>.</p>
<p>Bagi usaha/bisnis kecil dan menengah, perlu nggak sih memiliki website? Jawabannya cuma satu, <strong>ya, sangat perlu</strong>! Terutama untuk usaha-usaha yang ada di kota-kota besar di Indonesia. Sangat penting usaha/bisnis Anda eksis di Internet. Kita sama-sama tahu, kalau pengguna Internet di Indonesia terus bertambah tiap tahunnya (kira-kira diprediksi mencapai <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/25/time/174121/idnews/884242/idkanal/398">lebih dari 57 juta di tahun 2010</a>). Pengguna Internet Indonesia juga sangat aktif dalam mengakses Internet, terbukti dengan besarnya pengguna <a href="http://www.facebook.com/">Facebook</a>, yang Indonesia menempati <a href="http://www.checkfacebook.com/">posisi 7</a> dengan lebih dari 11 juta pengguna, serta pengguna <a href="http://www.twitter.com/">Twitter</a> Indonesia yang masuk <a href="http://mashable.com/2009/10/20/twitter-ceo-conversation/">5 besar dunia!</a>.</p>
<p>Satu hal yang paling penting, sekarang mulai makin muncul kecenderungan bahwa untuk mendapatkan suatu informasi, kita lebih sering mencarinya di Internet (lewat situs pencari seperti <a href="http://www.google.com/">Google</a>) daripada bertanya langsung ke orang lain, lewat TV, radio, atau koran. Setuju kan? Entah itu mencari informasi seputar produk, mencari rekomendasi jasa/tempat wisata/tempat makan yang bagus, atau cuma sekedar pengen nyari tahu isu terhangat kali ini (misalnya Luna Maya vs Infotainment), semua dilakukan lewat Internet!<span id="more-58"></span></p>
<p>Yang masih membaca koran dan melihat-lihat iklan baris untuk mencari informasi sekarang sepertinya tinggal orang-orang paruh baya saja yang kebanyakan pengen menjual/membeli barang bekas, atau para pencari lowongan pekerjaan. Yang menonton TV sekarang sepertinya tinggal ibu-ibu rumah tangga atau anak SD (anak SMP udah mainan Facebook loh), dan yang dengerin radio cuma kita yang sedang ada di mobil dalam perjalanan pergi/pulang kantor.</p>
<p>Belum lagi dengan yang menggunakan internet dari handphone. Entah dari Blackberry, smartphone, atau cukup dengan HP ber-GPRS dan Opera Mini, semua bisa ngakses Internet. Bahkan di <a href="http://okto.silaban.net/2009/12/website/masa-depan-cerah-mobile-web-di-indonesia/">daerah terpencil di Sumatera Utara</a> dimana internet cepat belum masuk, penduduk sana tetep nyambung internet, lewat jaringan seluler (GPRS). Dan internet lewat handphone ini sangat banyak penggunanya, karena tahun depan, pengguna telepon seluler diramalkan udah <a href="http://www.detikinet.com/read/2007/09/07/131313/826987/328/2010-pengguna-ponsel-indonesia-capai-separuh-populasi">mencapai separuh penduduk Indonesia</a>, alias lebih dari 100 juta pengguna!</p>
<p>Penting nggak sih, buat usaha/bisnis kecil dan menengah, untuk punya website? Selama ini saja kan usaha kita sudah berjalan dengan cukup baik. Kenapa perlu repot2 punya website segala? Ya, setuju, punya website untuk usaha kita itu memang repot, kalo kita memang serius memanfaatkan website kita itu (bikinnya, maintainnya, juga promosinya). Tapi dengarkan ini: <em><strong>tanpa website, Anda akan kehilangan banyak sekali peluang</strong></em>! Ini dia beberapa yang akan hilang saat usaha Anda tidak memiliki website:</p>
<ol>
<li><strong>Calon Pelanggan</strong>. Ya, semua yang mencari lewat Google itu. Coba, sekarang mana ada yang nyari, misalnya &#8220;restoran sushi di pondok indah&#8221; lewat iklan di TV atau koran atau radio? Lewat website kita, taruh selengkap-lengkapnya informasi tentang usaha kita, dimana gerai kita dibuka, nomor kontak, Yahoo! Messenger, dsb. Pokoknya semua hal yang bisa menghubungkan calon pelanggan dengan kita.</li>
<li><strong>Pelanggan Setia</strong>. Apa ciri pelanggan setia, selain melakukan pembelian ulang (<em>repeat purchasing</em>)<em> </em>terhadap barang/jasa Anda? Ya, mereka menyebarkan dengan senang hati secara mulut ke mulut (<em>word of mouth</em>), informasi tentang Anda. Kalo zaman dulu, mulut ke mulutnya itu sambil ngasih potongan iklan di koran, sekarang ya mulut ke mulutnya ngasih alamat website. Kalo usaha Anda ga punya website, apa yang bisa disebarkan dari mulut ke mulut?</li>
<li><strong>Agen atau distributor</strong>. Buat Anda yang usaha <em>consumer goods</em>, pernah kepikiran untuk menjual barang2 Anda di daerah-daerah yang tidak bisa anda jangkau sebelumnya? Tapi sulit karena tidak tahu harus menghubungi siapa di daerah-daerah tersebut? Oleh karena itu, gunakanlah website! Setelah calon agen/distributor tahu tentang usaha kita lewat Internet, mereka yang tertarik bisa menghubungi kita, dan kita pun mendapatkan orang-orang yang bersedia menjual kembali barang-barang kita di daerah yang mungkin tak terjangkau sebelumnya.</li>
<li><strong>Calon pembeli franchise</strong>. Bagi Anda-anda yang memiliki usaha franchise, dan ingin membuka jaringan ke seluruh nasional, pertimbangkan untuk membuat website. Peminat franchise Anda di luar daerah jangkauan anda sangat banyak loh! Bukti tentang ini sederhana saja, ada banyak orang yang berkomentar di tulisan-tulisan tentang franchise, tertarik untuk mendapatkan informasi franchise. Contoh konkretnya adalah postingan tentang waralaba Pecel Lele Lela oleh ownernya <a href="http://rangga-eu.blogspot.com/2007/09/pecel-lele-lela.html">di sini</a>, yang dikomen oleh banyak orang yang pengen tahu tentang info waralabanya.</li>
</ol>
<div id="attachment_64" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/franchise-lele-lela2.jpg"><img class="size-medium wp-image-64" title="Banyak Peminat Franchise di Internet!" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/franchise-lele-lela2-200x300.jpg" alt="Banyak Peminat Franchise di Internet!" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Banyak Peminat Franchise di Internet!</p></div>
<p>Nah, sampai tahap ini, setuju kan ya, kalo memiliki website untuk usaha kita itu memang sangat penting! Tapi agar website kita bisa bermanfaat maksimal untuk usaha kita, tentu saja nggak bisa sekedar asal. Perlu perencanaan dan implementasi yang maksimal, agar website kita nggak mubazir alias sia-sia. Setidaknya langkah-langkah ini perlu dipikirkan dan dijalankan:</p>
<ol>
<li><strong>Tentukan tujuan membuat website</strong>. Apakah sekedar untuk mempromosikan profil usaha Anda, menjadi toko online yang menampilkan barang-barang jualan Anda, membangun komunitas, atau yang lain? Tujuan membuat website inilah yang jadi dasar sebelum melangkah lebih jauh.</li>
<li><strong>Buat websitenya</strong>. Kalau punya anggaran dana lebih, bisa membuat website, kemudian <a href="http://www.neohoster.com/">sewa hosting profesional dengan nama domain sendiri</a> (misalnya seperti www.univind.com). Ini sangat meningkatkan citra perusahaan. Kalau bisa menyewa <a href="http://www.univind.com/service.php">web konsultan, web disainer, atau web developer profesional</a> untuk membuat website Anda, ini lebih baik. Kalau budget minimal banget, banyak loh mahasiswa yang bisa membuat website. Yang penting website Anda harus terlihat profesional dan sesuai dengan tujuan websitenya. Kasus terburuk, yaitu kalau memang tidak ada anggaran sama sekali untuk website, Anda bisa menggunakan blog gratisan seperti di <a href="http://www.wordpress.com/">WordPress</a>, <a href="http://www.blogger.com/">Blogspot</a>, atau <a href="http://www.multiply.com/">Multiply</a>. Tapi dengan kekurangan, usaha Anda sedikit terlihat kurang bonafit.</li>
<li><strong>Maintain websitenya</strong>. Website anda harus <a href="http://www.univind.com/service.php">diupdate teratur</a>. Buatlah website Anda selalu tampak baru (minimal isinya ada yang baru), agar pengunjung Anda kembali dan kembali lagi. Jangan sampai ada bacaan: terakhir diupdate tahun lalu <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Selain itu, isi website Anda, tulisan-tulisannya, foto-fotonya, dsb harus di-<em>backup</em> (ada kopi datanya di komputer lain) secara berkala supaya tidak menyesal di kemudian hari.</li>
<li><strong>Ukur kinerja websitenya</strong>. Sangat penting bagi suatu website untuk <a href="http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/">bisa diukur performanya</a>, sehingga kita bisa tahu bahwa investasi kita membuat website itu tidak sia-sia. Silakan cek <a href="http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/">postingan ini</a> untuk tahu lebih lengkapnya.</li>
<li><strong>Promosikan websitenya</strong>. Ya, jangan biarkan website Anda sekedar mejeng tanpa ada yang pengunjungnya! Taruh link ke website anda di signature email Anda, kartu nama, di setiap iklan cetak yang Anda pasang, dan di semua tempat yang mungkin.</li>
</ol>
<p>Mungkin kita sama-sama pernah dengar ungkapan zaman sekarang, &#8220;<em><strong>nggak ada di Google, nggak eksis!</strong></em>&#8221; Hal ini sangat amat relevan untuk bisnis anda. Kalau usaha Anda nggak ada di Google, usaha Anda artinya nggak eksis di dunia ini. Jadi, pastikan usaha Anda eksis di Internet dan bekerja maksimal dalam meningkatkan nilai tambah dari bisnis Anda ya!</p>
<p>Salam Online!</p>
<p><em>postingan ini terinspirasi dari tulisan di Outspoken Media: <a href="http://outspokenmedia.com/small-business-marketing/small-business-need-a-web-site/">Why Your Small Business Needs a Website in 2010</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/12/23/usahabisnis-kecil-dan-menengah-perlu-memiliki-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website &#8220;Bagus&#8221; vs &#8220;Tidak Bagus&#8221;: Website Bagus Harus bisa Diukur!</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 06:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[analytics]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[statistik]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran]]></category>
		<category><![CDATA[visitor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[ photo credit: vrypan
Tulisan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang website yang bagus vs tidak bagus. Berdasarkan pengalaman kami, secara umum kira-kira ada empat hal yang bisa mengetahui apakah sebuah website itu bagus atau tidak bagus: dari segi bisnis, disain, konten, dan teknologi. Keempat hal ini berhubungan erat satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan perhatiannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a title="Google Analytics v2.0" href="http://www.flickr.com/photos/54217060@N00/490057546/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="Screenshot Google Analytics" src="http://farm1.static.flickr.com/196/490057546_9611f7dc8b_m.jpg" border="0" alt="Google Analytics v2.0" width="240" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">Screenshot Google Analytics</p></div>
<p><small><a title="Attribution-ShareAlike License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="vrypan" href="http://www.flickr.com/photos/54217060@N00/490057546/" target="_blank">vrypan</a></small></p>
<p>Tulisan ini melanjutkan postingan <a href="http://www.univind.com/blog/2009/12/11/website-bagus-vs-tidak-bagus-yang-mana-yang-website-bisnis-anda/">sebelumnya tentang website yang bagus vs tidak bagus</a>. Berdasarkan pengalaman kami, secara umum kira-kira ada empat hal yang bisa mengetahui apakah sebuah website itu bagus atau tidak bagus: dari segi bisnis, disain, konten, dan teknologi. Keempat hal ini berhubungan erat satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan perhatiannya saat hendak membuat atau mengurus sebuah website. Postingan kali ini akan membahas segi bisnis terlebih dahulu.</p>
<p>Bicara bisnis, tentu saja paling penting adalah bicara tentang tujuan. Apa tujuan Anda membuat website? Untuk berjualan langsung di Internet? Untuk membuat calon pelanggan menghubungi Anda dan menggunakan jasa Anda? Sekedar memberi informasi tentang perusahaan Anda? Untuk meningkatkan citra perusahaan? Untuk berkomunikasi dengan pelanggan? Atau sekedar eksis aja tanpa tujuan yang jelas?<span id="more-46"></span></p>
<p>Apapun tujuan website Anda, satu hal yang paling penting adalah <strong>website Anda harus bisa diukur</strong>. Apakah benar pelanggan Anda datangnya dari Internet, atau malah dari pamflet yang disebarkan di pameran-pameran? Berapa banyak yang tahu tentang perusahaan Anda di Internet? Jangan-jangan banyak calon pelanggan yang datang ke website Anda, tapi pergi lagi karena Anda tidak bisa merangkulnya.. Pastinya banyak pertanyaan lain yang muncul berkaitan dengan ukuran-ukuran yang ada di website. Juga kalau website Anda tidak bisa diukur, bagaimana mengukur return of investment (ROI)-nya?</p>
<p>Ada banyak sekali hal yang bisa diketahui apabila kita bisa mengukur website kita. Sedikitnya adalah</p>
<ol>
<li>Berapa pengunjung website kita dalam sehari, seminggu, sebulan?</li>
<li>Apakah pengunjung website kita tertarik dengan isi website kita?</li>
<li>Apakah pengunjung website kita sesuai dengan target pasar kita</li>
<li>Berapa banyak pengunjung setia website kita</li>
<li>Berapa banyak pengunjung yang &#8220;melirik&#8221; barang maupun jasa yang ditawarkan di website Anda</li>
<li>Bagaimana cara pengunjung masuk ke website kita? Apakah dari Google, link di website lain, atau langsung masuk?</li>
<li>Kata kunci pencarian apa yang membawa pengunjung masuk ke website kita</li>
<li>Halaman apa saja yang paling disukai pengunjung</li>
<li>Berasal darimana saja pengunjung website kita</li>
<li>Dan masih banyaak lagi..</li>
</ol>
<p>Berpikir bahwa software yang digunakan untuk mengukur website kita itu mahal dan sulit digunakan? Oh, tidak, ternyata gratis! Beberapa software yang paling terkenal adalah <a href="http://www.google.com/analytics">Google Analytics</a>, <a href="http://www.sitemeter.com/">SiteMeter</a>, maupun <a href="http://www.histats.com/">HiStats</a>. Dalam <a href="http://www.univind.com/service.php">menangani <em>maintenance </em>website-website</a> klien, Univind selalu menggunakan Google Analytics.</p>
<p>Pada akhirnya, dengan data-data yang didapatkan dari alat pengukur ini, kita bisa mengetahui apakah website kita sudah berjalan dengan optimal atau belum. Juga menentukan hal-hal apa yang perlu diperbaiki dari website kita. Dan hal ini akan membuat website kita akan berfungsi maksimal dalam mendukung bisnis Anda. <em>Jadi, sudahkah website anda bisa diukur?</em></p>
<p><em>Pada postingan-postingan ke depannya, insya Allah saya akan menuliskan beberapa tutorial singkat penggunaan Google Analytics dalam mengukur dan maintenance website, sehingga kita bisa mendapatkan kesimpulan tentang &#8220;seperti apa sih website kita sebenarnya?&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/12/17/website-bagus-vs-tidak-bagus-website-bagus-harus-bisa-diukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Umum Pengusaha Dalam Internet Marketing</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/12/13/kesalahan-umum-pengusaha-dalam-internet-marketing/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/12/13/kesalahan-umum-pengusaha-dalam-internet-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 18:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[dotcom bubble burst]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online consultant]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran online]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[rencana strategis]]></category>
		<category><![CDATA[web admin]]></category>
		<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, sudah banyak orang yang melihat potensi besar dari internet. Termasuk diantaranya para pengusaha dari berbagai sektor industri. Banyak dari mereka yang sadar akan besarnya kebermanfaatan yang bisa diberikan internet bagi bisnis mereka. Kesadaran tersebut membuat banyak pengusaha yang mulai mencoba-coba meluaskan sayap bisnis mereka ke dunia maya. Ada yang menjajal  sendiri dengan membaca artikel-artikel tentang internet marketing yang banyak bertebaran di jagad virtual. Ada pula yang sudah merasa terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga mempercayakan ekspansi bisnisnya itu ke pihak lain. Baik itu ke individu maupun ke sebuah perusahaan konsultan pemasaran online profesional.

Namun, sayangnya banyak pula di antara pengusaha tersebut yang tersandung di tengah perjalan ekspansi online mereka. Banyak dari mereka yang salah melangkah. Berikut adalah 3 kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh para pengusaha (terutama skala kecil dan menengah) dalam strategi pemasaran online mereka:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini sudah banyak orang yang melihat potensi besar dari internet. Termasuk diantaranya para pengusaha dari berbagai sektor industri. Banyak dari mereka yang sadar akan besarnya kebermanfaatan yang bisa diberikan internet bagi bisnis mereka. Kesadaran tersebut membuat banyak pengusaha yang mulai mencoba-coba meluaskan sayap bisnis mereka ke dunia maya. Ada yang menjajal  sendiri dengan membaca artikel-artikel tentang internet marketing yang banyak bertebaran di jagad virtual. Ada pula yang sudah merasa terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga mempercayakan ekspansi bisnisnya itu ke pihak lain. Baik itu ke individu maupun ke sebuah perusahaan konsultan pemasaran online profesional.</p>
<p>Namun, sayangnya banyak pula di antara pengusaha tersebut yang tersandung di tengah perjalan ekspansi online mereka. Banyak dari mereka yang salah melangkah. Berikut adalah 3 kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh para pengusaha (terutama skala kecil dan menengah) dalam strategi pemasaran online mereka:<span id="more-41"></span></p>
<h3>Tidak punya rencana strategis</h3>
<p>Melakukan ekspansi pemasaran ke ranah online merupakan aspek pengembangan bisnis yang sangat strategis. Untuk itu, diperlukan sebuah perencanaan yang matang. Sayangnya, belum banyak pengusaha kelas kecil dan menengah yang melakukan perencanaan tersebut. Mereka menganggap bahwa hal ini tidak terlalu strategis untuk diperhatikan secara serius. Faktor ini jualah yang menjadi salah satu faktor utama kehancuran bisnis dotcom (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dot-com_bubble" target="_blank">dotcom bubble burst</a>) pada tahun 2000 silam.</p>
<h3>Buat website dan tinggalkan</h3>
<p>Kesalahan selanjutnya yang lumrah terjadi adalah tidak dikelolanya website yang telah dibuat. Seringkali kita temukan website yang sudah didesain dengan begitu indah, dibuat dengan sistem yang begitu mumpuni. Tapi masih terisi dengan konten dummy <a href="http://www.lipsum.com/" target="_blank">lorem-ipsum</a> yang sama sekali tak bermakna. Kalaupun websitenya sudah memiliki konten yang jelas dan punya makna, banyak pula yang tidak pernah di-<em>update</em>. Tidak ada tulisan terbaru. Tidak ada produk baru yang dimasukkan. Tidak ada pertanyaan pengunjung yang dibalas dan lain sebagainya.</p>
<h3>Tidak ada admin khusus</h3>
<p>Permasalahan kedua diatas tadi seringkali disebabkan tidak adanya admin yang diberi tugas khusus untuk mengelola website yang dia miliki. Keberadaan admin yang ditugaskan secara khusus untuk mengelola website ini menjadi sangat penting agar website yang sudah dibuat bisa benar-benar terberdayakan secara optimal.</p>
<h3><strong><span style="text-decoration: underline;">SOLUSI</span></strong></h3>
<p>Semua permasalahan tentu ada solusinya. Untuk permasalahan-permasalahan diatas tadi solusinya antara lain:</p>
<h3>Buat rencana strategis</h3>
<p>Ekspansi ke online marketing membutuhkan sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan ini penting untuk menghindari kesimpangsiuran dan juga ketidakjelasan dalam program internet marketing yang dijalankan nantinya. Tentukan apa saja yang akan dilakukan. Bagaimana melakukannya. Siapa yang akan mengerjakannya. Jangka waktunya. Parameter keberhasilannya dan lain sebagainya. Jadikan itu semua terpaket dalam satu bentuk rencana strategis pengembangan perusahaan yang dirancang secara komprehensif dan holistik. Dengan begitu semua program ekspansi internet marketingnya akan terukur dengan baik.</p>
<h3>Rekrut tim admin khusus</h3>
<p>Jika bisnis Anda memang sudah cukup besar maka Anda perlu merekrut tim yang ditugaskan secara khusus untuk menangani semua strategi pemasaran online yang sudah dirancang sebelumnya. Jika bisnis Anda relatif masih kecil, Anda bisa merekrut cukup satu orang khusus untuk mengelola website Anda dan juga memasarkannya. Selain itu, jangan jadikan tugas ini hanya sebagai tugas sampingan yang Anda berikan untuk petugas administrasi Anda. Rekrutlah orang yang benar-benar terspesialisasi untuk tugas ini.</p>
<h3>Berikan training untuk tim</h3>
<p>Jangan biarkan tim online marketing Anda bekerja secara liar tanpa arahan. Berikan training yang komprehensif untuk tim tersebut. Mulai dari pemaparan rencana strategis yang telah Anda buat sampai kepada training untuk hal-hal teknis pengelolaan website.</p>
<h3>Sewa konsultan</h3>
<p>Online marketing merupakan ilmu yang kompleks. Banyak hal yang dicakup dalam strategi online marketing. Banyak sekali aspek-aspek detail dari pemasaran online yang harus banyak. Jika memang Anda sudah terlalu sibuk untuk melakukan strategic planning apalagi melatih tim online marketing Anda. Maka sudah saatnya Anda meminta bantuan kepada konsultan pemasaran online (seperti <a href="http://www.univind.com" target="_blank">Univind </a>tentunya <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ) Kami para konsultan web adalah orang-orang yang telah menspesialisasikan diri pada bidang ini. Kami mencurahkan segenap waktu kami pada bidang ini. Dengan meminta bantuan pada konsultan, Anda tidak perlu dipusingkan lagi dengan urusan online marketing Anda sehingga Anda bisa tetap fokus pada core bisnis awal Anda.</p>
<p>Sekian. Semoga bermanfaat <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/12/13/kesalahan-umum-pengusaha-dalam-internet-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website &#8220;Bagus&#8221; vs &#8220;Tidak Bagus&#8221;. Yang Mana yang Website Bisnis Anda?</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/12/11/website-bagus-vs-tidak-bagus-yang-mana-yang-website-bisnis-anda/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/12/11/website-bagus-vs-tidak-bagus-yang-mana-yang-website-bisnis-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[ photo credit: schoschie
Di Internet, terdapat jutaan website. Banyak di antara website-website itu yang &#8220;bagus&#8221;, namun banyak juga website yang &#8220;tidak bagus&#8221;. Tidak bagusnya itu bisa disebabkan oleh banyak segi. Bisa dari segi konten, disain, teknologi, dan yang paling penting adalah tentang hubungannya dengan bisnis perusahaan/perseorangan sang empunya website. Website-website yang &#8220;bagus&#8221; ini sebagian besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Uni-Weimar Website MFU I" href="http://www.flickr.com/photos/87569910@N00/108734771/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://farm1.static.flickr.com/56/108734771_5eda3caee4.jpg" border="0" alt="Uni-Weimar Website MFU I" width="300" /></a><br />
<small><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="schoschie" href="http://www.flickr.com/photos/87569910@N00/108734771/" target="_blank">schoschie</a></small></p>
<p>Di Internet, terdapat jutaan website. Banyak di antara website-website itu yang &#8220;bagus&#8221;, namun banyak juga website yang &#8220;tidak bagus&#8221;. Tidak bagusnya itu bisa disebabkan oleh banyak segi. Bisa dari segi konten, disain, teknologi, dan yang paling penting adalah tentang hubungannya dengan bisnis perusahaan/perseorangan sang empunya website. Website-website yang &#8220;bagus&#8221; ini sebagian besar sudah memenuhi standar-standar website yang baik, dan bermanfaat maksimal sesuai dengan tujuan pembuatan websitenya. Entah bertujuan untuk berjualan di online, meningkatkan popularitas, memberi berita, membangun komunitas, maupun tujuan yang lain.</p>
<p>Di sisi lain, website yang &#8220;tidak bagus&#8221; tidak berfungsi maksimal, karena unsur-unsur di dalamnya membuat website itu &#8220;tidak bagus&#8221;. Entah disainnya ketinggalan zaman, kontennya amburadul, teknologinya tidak optimal, dan sebagainya. Atau bahkan merugikan Anda karena perlu mengeluarkan biaya untuk operasional website, tapi tidak sebanding dengan apa yang Anda dapatkan dari website Anda. Tentu saja website seperti ini perlu diperbaiki, karena apabila dibiarkan, sangat membuang uang dan membuat website Anda jadi beban di pikiran. Investasi untuk membuat sebuah website tidaklah kecil bukan?</p>
<p>Nah, pertanyaannya, apakah Anda sadar bahwa website Anda atau perusahaan Anda termasuk kategori website &#8220;tidak bagus&#8221;? Bagaimana cara untuk mengetahuinya? Bagaimana cara mengetahui apakah website perusahaan Anda sejalan dengan tujuan bisnis Anda? Apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya?</p>
<p>Di postingan-postingan selanjutnya, kita akan belajar bareng tentang gimana sih sebenernya website yang &#8220;tidak bagus&#8221; itu. Berdasarkan pengalaman, saya akan menunjukkan tools maupun teori untuk mengetahuinya dan solusi untuk memperbaikinya. Jadi, apakah sudah siap untuk &#8220;membaguskan&#8221; website kita? <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/12/11/website-bagus-vs-tidak-bagus-yang-mana-yang-website-bisnis-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
