<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Univind Blog &#187; Online Strategy</title>
	<atom:link href="http://www.univind.com/blog/category/online-strategy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.univind.com/blog</link>
	<description>Integrated Online Solution Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Apr 2010 10:56:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tiga Tren Dunia Digital Saat Ini: Buatlah Konten-Konten-Konten yang Terhubung Secara Sosial (Tren #2)</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 10:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[search]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[steve rubel]]></category>
		<category><![CDATA[steverubelid]]></category>
		<category><![CDATA[stream]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan postingan sebelumnya tentang tiga tren dunia digital saat ini oleh Steve Rubel, postingan ini menceritakan tren kedua dunia digital saat ini.
Tren #2: Semuanya berawal dari Google, buatlah bisnis Anda terlihat di Google
The googlization of media: building a digitally visible business
Berkat adanya teknologi-teknologi user generated content seperti blog, update status di situs social/information networking, website [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan <a href="http://www.univind.com/blog/2010/03/25/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-bersainglah-secara-real-time-tren-1/">postingan sebelumnya</a> tentang tiga tren dunia digital saat ini oleh <a href="http://www.steverubel.com/">Steve Rubel</a>, postingan ini menceritakan tren kedua dunia digital saat ini.</p>
<h3>Tren #2: Semuanya berawal dari Google, buatlah bisnis Anda terlihat di Google</h3>
<p><em>The googlization of media: building a digitally visible business</em></p>
<p>Berkat adanya teknologi-teknologi <em>user generated content</em> seperti blog, update status di situs <em>social/information networking</em>, website upload foto, YouTube, dsb saat ini manusia menghasilkan konten di Internet sangat banyak!</p>
<blockquote><p>In 2009, more data will be generated by individuals than in the entire history of mankind through 2008. andreas weigend, former chief scientist, amazon.com (Andreas Weigend &#8211; Former Chief Scientist Amazon.com)</p></blockquote>
<p>Nyambung dengan tren pertama, karena Internet sekarang berubah jadi <em>stream</em>, manusia sekarang masuk dalam masa-masa <em>information overload</em>. Satu-satunya jalan menemukan sesuatu adalah lewat situs pencari, seperti Google.</p>
<p>Nggak satu-satunya sih, cara lainnya dari situs social/information network seperti dari link yang di-<em>share </em>di Facebook atau Twitter juga.</p>
<p>Kalau dulu perusahaan mengandalkan media-media eksternal untuk publikasi, sekarang semua perusahaan bisa dan <strong>harus </strong>menjadi perusahaan media. Artinya, mereka harus <strong>membuat konten tentang mereka sendiri</strong> supaya perusahaan mereka bisa dikenali oleh dunia.<span id="more-122"></span></p>
<p>Hasil penelitian Nielsen menunjukkan bahwa situs pencari menjangkau 86% pengguna aktif Internet (search engine have a global active reach of 86% of all users). Google, sebagai situs pencari terbesar di dunia, menjadi halaman depan website kita, karena semua target kita masuk ke <em>website </em>kita lewat Google!</p>
<p>Hal ini membuat efek yang kata Steve Rubel: <em>news and streams drive searches, searches drive news and streams</em></p>
<p>Ada empat jenis <em>search</em>: <em>paid search, owned search (SEO), earned search, social serch</em>.</p>
<p><strong><em>Paid Search: </em></strong>kita membayar untuk bisa tampil di hasil pencarian. Contoh: Google AdWords</p>
<p><strong><em>Owned Search: </em></strong>hasil pencarian yang natural, yang tiba-tiba  saja ada di Google, atau akibat efek Search Engine Optimization</p>
<p><strong><em>Earned Search</em>:</strong> konten yang kita buat di tempat lain, yang  hasilnya otomatis masuk ke Google, misalnya video YouTube atau Tweet  kita.</p>
<p><em><strong>Social Search:</strong> </em>konten yang ditemukan di website <em>user  generated content </em>atau <em>social media</em>. Misalnya saat kita  mengetikkan kata kunci pencarian, YouTube (Steve Rubel memberi contoh  YouTube) mencari tidak hanya berdasarkan kata kunci itu saja. YouTube  &#8220;menghitung&#8221; mana hasil yang paling relevan berdasarkan jumlah video  yang ditonton, rating, dan komentar juga.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar berikut ini (diambil dari <a href="http://www.slideshare.net/yoshi_f/three-digital-trends-for-the-new-decade-indonesia">presentasi Steve Rubel</a>)</p>

<a href='http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/paid-search/' title='paid search'><img width="150" height="150" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/paid-search-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="paid search" /></a>
<a href='http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/owned-search/' title='owned search'><img width="150" height="150" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/owned-search-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="owned search" /></a>
<a href='http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/earned-search/' title='earned search'><img width="150" height="150" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/earned-search-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="earned search" /></a>
<a href='http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/social-search/' title='social search'><img width="150" height="150" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/04/social-search-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="social search" /></a>

<p>Naah, bagaimana caranya biar kita bisa dicari dengan baik?</p>
<p><strong>#1 Ciptakan konten yang berkualitas</strong></p>
<p><em>Quality content drives visibility</em></p>
<p>Steve tidak terlalu detail menceritakan tentang hal ini. Tapi berdasarkan observasi yang saya lakukan, konten berkualitas itu artinya:</p>
<p>1. Konten itu bermanfaat (entah bagus, lucu, menambah pengetahuan, kontroversial), sehingga pengguna Internet dengan senang hati menyebarkan atau membicarakan tentang konten itu.</p>
<p>2. <em>Up to date, </em>sesuai dengan isu terbaru. Isu-isu terbaru biasanya tinggi hasil pencariannya, atau banyak dibicarakan di media sosial.</p>
<p><strong>#2 Ciptakan konten yang terhubung secara sosial</strong></p>
<p><em>Social connection drives visibility</em></p>
<p>Steve juga tidak terlalu detail menceritakan tentang ini. Dan saya pun lupa-lupa ingat <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tapi kalo boleh dikira-kira (CMIIW), kira-kira ini artinya, ciptakanlah konten yang tersebar, tidak hanya ada di satu tempat saja. Jadi, selain ada di blog, buat juga konten dengan isi sejenis atau yang berhubungan dengan itu berupa video di YouTube, gambar di Flickr, Tweet, dan sebagainya. Hal ini tentu saja akan memperluas jangkauan konten kita di Internet, yang akan memperluas juga visibilitas bisnis kita.</p>
<p>Inti dari tren kedua ini, <strong>ciptakan konten-konten-konten </strong>(sampai 3x) <strong>yang berkualitas dan saling terhubung secara sosial, agar bisnis kita bisa terlihat!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/04/26/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-buatlah-konten-konten-konten-yang-terhubung-secara-sosial-tren-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Tren Dunia Digital Saat Ini: Bersainglah Secara Real Time! (Tren #1)</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/03/25/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-bersainglah-secara-real-time-tren-1/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/03/25/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-bersainglah-secara-real-time-tren-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 06:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[real time]]></category>
		<category><![CDATA[steve rubel]]></category>
		<category><![CDATA[steverubelid]]></category>
		<category><![CDATA[stream]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Hari Senin, 22 Maret 2010 lalu, saya mendapat undangan dari Indo Pacific Edelman untuk hadir di Steve Rubel&#8217;s Lecture. Buat yang belum tahu, Steve Rubel (@steverubel) adalah Senior Vice President, Director of Insight dari Edelman Digital.
Pekerjaannya dia sehari-hari adalah mempelajari lanskap dunia digital (online), mengamati trennya, dan memperkirakan ke arah mana teknologi akan bergerak dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Senin, 22 Maret 2010 lalu, saya mendapat undangan dari <a href="http://www.indopacedelman.com/">Indo Pacific Edelman</a> untuk hadir di Steve Rubel&#8217;s Lecture. Buat yang belum tahu, <a href="http://www.steverubel.com/">Steve Rubel</a> (<a href="http://twitter.com/steverubel">@steverubel</a>) adalah Senior Vice President, Director of Insight dari Edelman Digital.</p>
<p>Pekerjaannya dia sehari-hari adalah mempelajari lanskap dunia digital (<em>online</em>), mengamati trennya, dan memperkirakan ke arah mana teknologi akan bergerak dalam 18-24 bulan ke depan. Steve Rubel sering menemukan <em>insight-insight</em> baru di dunia digital saat ini, dan membaginya, entah lewat Twitter, FB Pagenya, atau lewat presentasi seperti yang dia lakukan Senin lalu.</p>
<p>Kalau kita mengamati dunia Internet saat ini, kondisinya sudah jauh berbeda dibandingin 10 tahun lalu. Kita bisa melihat dimana-mana orang mengakses Facebook &amp; Twitter, cara kita menggunakan Internet juga berubah, dan masih banyak lagi kondisi yang harus kita ketahui dan kita tanggapi.</p>
<p>Apa <em>insight </em>yang bisa diambil dari tren-tren itu, dan bagaimana bisnis atau marketing merespon terhadap tren tersebut? Inilah rangkuman dari presentasi yang dia bawakan yang berjudul <em><strong>Three Digital Trends for the New Decade</strong>: building marketing strategies that are real-time, highly visible and data-driven</em>.</p>
<div id="__ss_3546115" style="width: 425px;"><strong style="display: block; margin: 12px 0 4px;"><a title="Three Digital Trends for the New Decade: (Indonesia)" href="http://www.slideshare.net/yoshi_f/three-digital-trends-for-the-new-decade-indonesia">Three Digital Trends for the New Decade: (Indonesia)</a></strong><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=steverubel-indonesiatrends-100324213505-phpapp01&amp;stripped_title=three-digital-trends-for-the-new-decade-indonesia" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=steverubel-indonesiatrends-100324213505-phpapp01&amp;stripped_title=three-digital-trends-for-the-new-decade-indonesia" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="padding: 5px 0 12px;">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/yoshi_f">yoshi fe</a>.</div>
</div>
<p><span id="more-112"></span><br />
<h3>Prolog: Teknologi berubah cepat, tren bergerak lebih lambat.</h3>
<p>Steve menekankan, untuk pengambilan keputusan, jangan terlalu memperhatikan teknologi. Perhatikanlah tren. Teknologi itu cepat sekali berubah, dan sulit diprediksi. Tapi tren berubah tidak secepat teknologi. Perhatikanlah, apa yang sedang banyak dilakukan, dibicarakan, digunakan, dsb oleh orang-orang sekeliling di kita. Fokuslah pada tren, tapi gunakan (<em>leverage</em>) teknologi untuk mendukung keputusan bisnis kita.</p>
<h3>Tren #1: Sekarang adalah era <em>stream</em>, terlibatlah secara real time</h3>
<p><em>Marketing in the age of streams: the real time engagement imperative.</em></p>
<p>Pada pertengahan 90&#8242;an, satu-satunya cara membuka <em>website </em>adalah dengan cara mengetik alamatnya di <em>browser</em>, mengunjungi <em>website</em> satu per satu. <em>Website </em>menjadi tujuan akhir kita di Internet (<em>destination website</em>). Tapi sekarang, <em>website </em>itu jadi <em>stream </em>alias arus.</p>
<p>Coba deh, berapa banyak dari kita sekarang yang ngakses websitenya ngetik di <em>browser</em> satu-satu. Udah makin jarang kan? Lebih sering kita buka <em>website </em>dari <em>link </em>yang ada di artikel atau blog, atau diberikan teman-teman kita lewat Facebook, Twitter, Email, YM, dsb. Semua link <em>website </em>yang dibagi itu jadi <em>stream</em>, arus informasi yang sangat cepat, bagaikan jalan tol.</p>
<p>Faktanya, manusia itu ga bisa memusatkan perhatian pada banyak hal. <a href="http://www.readwriteweb.com/archives/how_many_friends_is_too_many.php">Riset membuktikan </a>bahwa rata-rata orang <strong>hanya mampu berteman secara optimal dengan 100-150 orang saja</strong>!</p>
<p>Selain itu, Steve juga menceritakan bahwa untuk mendapatkan perhatian terhadap &#8220;sesuatu&#8221;, kita perlu terpapar terhadap &#8220;sesuatu&#8221; itu 3-5 kali. Misalkan sebelum kita memutuskan membeli barang, setidaknya kita perlu dapet rekomendasi 3-5 kali. Di internet juga seperti itu. Kita perlu <strong>melihat sesuatu setidaknya 3-5 kali sebelum akhirnya bisa terlibat di sana</strong>.</p>
<p>Lalu riset dari Nielsen, di Amerikat Serikat, menghasilkan bahwa rata-rata pengguna Internet itu <strong>mengunjungi 111 <em>domain website </em>setiap bulannya</strong>. Menghitung satu <em>domain website </em>punya halaman-halaman lain (misalnya satu situs Detikcom, kita buka berbagai macam berita), dalam sebulan, angka itu membengkak <strong>jadi 2.554 halaman yang diakses setiap bulannya</strong>.</p>
<p>Melihat data-data di atas, adalah siapapun, baik perorangan maupun <em>brand</em>, saat masuk di Internet, perlu <strong>bekerja sangat keras untuk bisa diperhatikan!</strong></p>
<p>Nah, lalu bagaimana caranya sebuah <em>brand </em>atau bisnis bisa sukses masuk di <em>online</em>? Kuncinya ada di keterlibatan staf perusahaan di Internet. Steve Rubel memberikan tiga saran tentang hal ini.</p>
<p><strong>1. Establish digital embassies and equip employees to become ambassadors</strong></p>
<p>Masa-masa, &#8220;<em>eh, saya baru punya website, datang dan kunjungi yaa!</em> sudah lewat. Perusahaan harus &#8220;kejar bola&#8221;, berada dimana pelanggan mereka ada. Apabila para pelanggan ada di Facebook, YouTube, Twitter, atau tempat lainnya, buat <em>digital embassy</em>, ikutlah berada di sana.</p>
<p>Tapi bukan sembarangan sekedar bikin akun Facebook, Twitter, dsb. Perusahaan harus benar-benar mengutus &#8220;manusia&#8221; di sana, agar perusahaan menjadi &#8220;manusia&#8221;, bukan merasa superior karena berupa perusahaan. Pada <em>digital embassy</em>, perusahaan tidak boleh sekedar ada dan promosi-promosi perusahaan. Perusahaan harus berbagi hal-hal yang bermanfaat dengan pelanggan, dihargai karena manfaat yang diberikannya.</p>
<p>Keberadaan perusahaan di sana memperluas <em>service area</em>. Memperluas jangkauan layanan mereka. Dan ini pasti disukai pelanggan kan?</p>
<p><strong>2. Embrace multiplicity and diversity</strong></p>
<p>Jangan gunakan satu pesan yang sama untuk semua <em>digital embbasies</em>. Gunakan pesan atau cerita yang berbeda-beda, sesuai dengan karakteristik teknologi dan pelanggan di masing-masing <em>digital embassy</em>. Misalnya, pesan yang disampaikan di update status Twitter &amp; Facebook pasti berbeda.</p>
<p>Apabila pesan yang ingin disampaikan besar atau panjang, bagi-bagi pesan itu dalam potongan <em>chunks </em>yang lebih kecil dan banyak, agar mudah dibaca dan dicerna.</p>
<p><strong>3. Use the Force, don&#8217;t fight it</strong></p>
<p>The Force di sini adalah <em>social media</em>. Banyak perusahaan yang melarang bahkan memblok akses Internet karyawan ke Facebook, Twitter, dsb pada jam kerja dengan alasan mengurangi produktivitas. Padahal di sisi lain, karyawan dapat menjadi <em>brand ambassador </em>yang mempopulerkan perusahaan tersebut.</p>
<p>Agar optimal, temukan beberapa karyawan yang sangat aktif di <em>social media</em>, lalu &#8220;persenjatai&#8221; mereka supaya mereka bisa melepaskan kekuatan mereka. Maksudnya, karyawan-karyawan yang aktif tersebut di-<em>brief</em>, diberi bahan-bahan informasi tentang perusahaan, agar aktivitas mereka di <em>social media </em>semakin menguntungkan perusahaan.</p>
<p>Lagi, setelah aktif di Internet, perusahaan bisa memperluas <em>service area</em>, dan itu sangat disukai pelanggan bukan?</p>
<p>Inti dari tren pertama ini adalah, <strong>perusahaan harus bisa bersaing dalam <em>stream, </em>dengan terlibat secara langsung</strong>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/03/25/tiga-tren-dunia-digital-saat-ini-bersainglah-secara-real-time-tren-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemilihan Nama Domain, Salah Satu Bagian Penting dalam Strategi Online</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/02/08/pemilihan-nama-domain-salah-satu-bagian-penting-dalam-strategi-online/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/02/08/pemilihan-nama-domain-salah-satu-bagian-penting-dalam-strategi-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 02:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[.com]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[registrasi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[ photocredit: A. www.viajar24h.com
Saat sebuah brand (perusahaan/usaha kecil menengah/organisasi/yayasan/produk/layanan/dsb) memutuskan terjun ke Internet, mereka harus memikirkan strategi onlinenya baik-baik. Selain harus menetapkan tujuan online dan target pemasaran Anda, satu bagian lain dari strategi online yang sangat penting adalah tentang pemilihan nama domain.
Buat yang mungkin belum tahu, nama domain adalah alamat yang kita ketikkan pada browser [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="free-domain-name-registration" href="http://www.flickr.com/photos/soschilds/344188871/"><img src="http://farm1.static.flickr.com/137/344188871_25473d179c_o.gif" alt="domain name" /></a><br />
<small><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> photocredit: <a title="A. www.viajar24h.com" href="http://www.flickr.com/photos/soschilds/344188871/" target="_blank">A. www.viajar24h.com</a></small></p>
<p>Saat sebuah <em>brand </em>(perusahaan/usaha kecil menengah/organisasi/yayasan/produk/layanan/dsb) memutuskan terjun ke Internet, mereka harus memikirkan strategi onlinenya baik-baik. Selain harus menetapkan <a href="http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/">tujuan <em>online </em>dan target pemasaran Anda</a>, satu bagian lain dari strategi online yang sangat penting adalah tentang <strong>pemilihan nama domain</strong>.</p>
<p>Buat yang mungkin belum tahu, nama domain adalah alamat yang kita ketikkan pada browser kita saat kita ingin mengunjungi sebuah <em>website</em>. www.detik.com, www.kaskus.us, www.univind.com, www.anakui.com, dsb, adalah nama domain.</p>
<p>Pemilihan nama domain itu sangat amat penting sekali, karena berhubungan dengan citra sebuah <em>brand </em>di mata target pasarnya. Ini beberapa tips yang bisa diperhatikan pada saat memilih nama domain untuk <em>brand </em>kita.<span id="more-103"></span></p>
<p><strong>Pertama </strong>dan paling penting, <strong>jangan menggunakan domain gratisan</strong> apalagi  <strong>&#8216;menumpang&#8217; di provider blog</strong>. Domain-domain gratisan itu seperti <strong>.tk</strong>, <strong>.co.nr</strong>, atau <strong>.co.cc</strong>. Kalau menumpang di blog, nama domainnya jadi gini: namabisniskita.wordpress.com, tokoonline.multiply.com, dsb.</p>
<p>Ini berhubungan erat dengan citra <em>brand </em>kita dan menunjukkan seberapa seriusnya kita masuk ke dunia <em>online</em>. Kalau mengeluarkan uang seratus ribuan per tahun untuk sewa domain aja nggak modal, bagaimana bisa meyakinkan target pasar kita untuk menggunakan produk/layanan kita?</p>
<p>Khusus bagi usaha kecil dan menengah, yang sebelumnya memiliki toko online dengan &#8216;menumpang&#8217; di blog, bisa kok tetap mengurus websitenya dengan blog itu. Hanya nama domainnya saja yang berubah. Penting sekali bagi UKM punya nama domain sendiri yang berbayar (walaupun belakangnya tetap blog), karena target pasar akan lebih mudah mengingat dan mengetik &#8220;<em>namatokoanda.com</em>&#8221; daripada &#8220;<em>namatokoanda.multiply.com</em>&#8221; bukan?</p>
<p><strong>Kedua</strong>, <strong>pilih jenis domain yang sesuai</strong> dengan jenis <em>brand</em> Anda. Masing-masing jenis nama domain sudah memiliki peruntukannya masing-masing. <strong>.com</strong> artinya <em>commercial</em>, untuk perusahaan atau produk/layanan komersial. <strong>.org </strong>artinya <em>organization</em>, biasanya digunakan untuk organisasi/LSM/NGO/non profit. <strong>.net </strong>artinya <em>network</em>, biasanya dipake sama organisasi yang berhubungan dengan jaringan internet, atau organisasi yang berhubungan dengan jaringan organisasi lain. Masih ada jenis nama domain lagi seperti .biz, .info, .name, .mobi, dsb, tapi untuk <em>brand </em>umumnya lebih baik pake .com, .org, atau .net.</p>
<p>Terus ada juga domain Indonesia yang bisa kita daftarkan di <a href="http://pandi.or.id">PANDI</a>. Sebenernya mirip banget sama domain internasional, tapi yang ini lebih &#8216;berbau&#8217; Indonesia. <em> </em>Ada <strong>.co.id </strong>yang sepadan sama .com, ada <strong>.or.id </strong>yang sepadan kaya .org, dan yang lain yang bisa <a href="http://www.pandi.or.id/ketentuan-dan-kebijakan/">diliat di sini</a>.</p>
<p>Boleh sih menggunakan jenis domain yang &#8220;ngaco&#8221;, misalnya website toko online tapi menggunakan domain .info, misalnya. Tapi ini pasti membuat pengunjung website bingung dan bertanya-tanya.</p>
<p><strong>Ketiga, pilih nama domain yang representatif</strong>, gampang diingat, dan sesingkat mungkin. Usahakan sebisa mungkin sewa nama domain yang sama dengan nama usaha Anda, supaya bisa meningkatkan <em>brand recognition</em>.<em> </em>Kalau nama usaha anda terlalu panjang, ambil satu kata saja atau akronim dari usaha Anda.</p>
<p>Kalau buruk-buruknya nama usaha Anda sudah diambil versi .com-nya oleh orang lain, usahakan cari nama alternatif. <strong>.com</strong> itu tetap harus jadi <strong>pilihan pertama </strong>untuk nama domain dari <em>brand </em>Anda. Seapes-apesnya, silakan gunakan .<strong>co.id</strong>, karena itu pilihan terakhir yang paling pas untuk usaha Anda.</p>
<p>Lalu sebisa mungkin jangan gunakan tanda sambung &#8220;-&#8221; atau <em>dash</em>, karena akan mempersulit orang dalam mengetik nama domain. Sulit juga kan untuk mengucapkan secara lisan nama domain kita yang punya <em>dash</em>-nya.</p>
<p><strong>Untuk memperkaya, beberapa tips lain </strong>yang sejalan dan memperkaya postingan ini tentang memilih nama domain bisa dilihat <a href="http://www.google.com/search?q=tips+to+choose+domain+name&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a">di hasil pencarian google di sini</a>. Ada <a href="http://www.seomoz.org/blog/how-to-choose-the-right-domain-name"><em>12 Rules for Choosing the Right Domain Name</em></a>, <a href="http://www.thesitewizard.com/archive/domainname.shtml">Tips on Choosing a Good Domain Name</a>, <a href="http://ezinearticles.com/?Tips-to-Choose-a-Good-Domain-Name&amp;id=3578033">Tips to Choose a Good Domain Name</a>, dan masih banyak lagi!</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong>: Jadi, pertimbangkan baik-baik nama domain yang akan Anda pilih sebelum terjun di <em>online</em>. Satu kali terjun dan memilih nama <em>domain</em>, seterusnya itulah yang akan diingat oleh target pasar Anda.</p>
<p>Dimana bisa menyewa nama <em>domain</em>? <a href="http://www.neohoster.com/registrasi-domain">Di NeoHoster aja</a>, biayanya relatif paling murah dibandingkan <em>provider hosting </em>lain <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/02/08/pemilihan-nama-domain-salah-satu-bagian-penting-dalam-strategi-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Online: Ketahui Tujuan Anda Online, Kenali Siapa Target Anda</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 11:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[consultant]]></category>
		<category><![CDATA[onlinestrategy]]></category>
		<category><![CDATA[strategy]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[user behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[  
 photo credit: codiceinternet
Saat ingin memanfaatkan Internet, banyak orang/bisnis/perusahaan/usaha kecil &#38; menengah/organisasi berlomba-lomba membuat website untuk menunjukkan keberadaan mereka di dunia online. Akan tetapi, sering terjadi juga, setelah website-nya jadi, website tersebut tidak kepake. Jarang diupdate, nggak dimanfaatkan, nggak dipromosikan, dsb..
Akhirnya website itu pun sepi pengunjung, terbengkalai. Website itu pun jadi sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Settimana Internet @ Roma - 25 giugno, Internet e Anziani" href="http://www.flickr.com/photos/codiceinternet/3665516866/" target="_blank"> <img src="http://farm4.static.flickr.com/3092/3665516866_5ae9a20a4d.jpg" alt="I Love Internet" width="400" /> </a><br />
<small><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://www.univind.com/blog/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="codiceinternet" href="http://www.flickr.com/photos/codiceinternet/3665516866/" target="_blank">codiceinternet</a></small></p>
<p>Saat ingin memanfaatkan Internet, banyak orang/bisnis/perusahaan/usaha kecil &amp; menengah/organisasi berlomba-lomba membuat <em>website</em> untuk menunjukkan keberadaan mereka di dunia online. Akan tetapi, sering terjadi juga, setelah <em>website</em>-nya jadi, <em>website</em> tersebut tidak kepake. Jarang diupdate, nggak dimanfaatkan, nggak dipromosikan, dsb..</p>
<p>Akhirnya <em>website </em>itu pun sepi pengunjung, terbengkalai. Website itu pun jadi sesuatu yang sia-sia dan mubazir, padahal sebelumnya mereka telah mengeluarkan uang berjuta-juta rupiah untuk menggunakan jasa web designer atau web developer.</p>
<p>Memanfaatkan potensi Internet tidak selalu berarti membuat <em>website</em>. Dalam <em></em>jangka panjang, membuat <em>website</em><em></em> memang sangat penting. Tapi saat ingin memanfaatkan Internet saat ini, lebih penting lagi disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Itulah dia, makanya ada ilmu yang namanya strategi online/<em>online strategy</em> (<a href="http://www.virtual.co.id/blog/">Pak Nukman dan Mbak Iim</a>, dua orang guru saya, adalah ahlinya strategi online).</p>
<p>Ada beberapa hal dalam strategi online yang perlu diketahui sebelum kita/bisnis/organisasi memasuki jagad Internet yang luas. Sebelum masuk ke daerah teknis (seperti websitenya kaya gimana, mau menggunakan <em>tools </em>apa, dsb), ada beberapa hal mendasar yang perlu dirumuskan.<span id="more-95"></span></p>
<p><strong>Pertama </strong>kita harus mengetahui <strong>apa tujuan (objective) kita berada di online</strong>.</p>
<p><em>Apakah untuk jualan secara langsung? Untuk meningkatkan jumlah prospek? Untuk menunjukkan karya-karya? Untuk memberi informasi? Untuk membangun komunitas di Internet? Untuk memfasilitasi kerjasama antar bisnis? Atau gabungan beberapa dari situ? Atau bahkan untuk menguasai dunia? <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </em></p>
<p>Tujuan berada di online harus disesuaikan dengan tujuan bisnis/organisasi kita secara umum. Itu pertanyaan nomor satu yang harus dijawab dengan jelas dan spesifik.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, <strong>siapa target pasar kita di Internet?</strong></p>
<p><em>Apakah target pasar kita itu ABG? ABG dari daerah mana? ABG yang seperti apa? Atau komunitas pecinta barang apa? Atau perusahaan yang bergerak di bidang apa? Atau siapa? </em></p>
<p>Sama seperti marketing <em>offline</em>, target pasar itu semakin spesifik akan semakin bagus, karena jadi fokus dan tidak buang-buang effort.</p>
<p>Setelah tahu siapa target pasar kita, kita harus mempelajari bagaimana perilaku mereka (<strong><em>user behavior</em></strong>) di Internet. Apa yang jadi <em>anxiety </em>(kekhawatiran) dan <em>desire </em>(keinginan) mereka? Mereka suka buka-buka <em>website</em> yang seperti apa? Berapa lama mereka online? Bagaimana bahasa sesama mereka berkomunikasi? Bagaimana pendapat mereka tentang sesuatu hal? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui seperti apa karakteristik target pasar kita.</p>
<p>Kelak, beberapa langkah selanjutnya, kedua hal ini sangat <strong>berpengaruh dengan bentuk implementasi teknisnya</strong>. Misalnya kalo mau jualan langsung, repot kan kalo bikin akun di Twitter? Atau kalau mau membangun komunitas, masa kita bikin website yang ada <em>shopping cart</em>-nya? Atau kalo mau memfasilitasi kerjasama antar bisnis, masa pake Facebook? Jangan terlalu pusing dengan hal-hal teknis karena hampir semua bisa diwujudkan.</p>
<p>Juga <strong>menentukan </strong><strong>strategi pemasaran website kita</strong>. Masa kalo mau memasarkan website portofolio karya kita, kita pasang iklan di iklan baris online? Atau untuk memasarkan website tentang panti asuhan, masang iklan di Detikcom? Atau kalo mau promosi website jualan, masa kita ngirim email-email spam?</p>
<p>Setelah kedua hal tadi, menentukan <strong>tujuan/<em>objective </em></strong>dan menentukan <strong>siapa target pasar </strong>kita, barulah kita bisa melangkah ke tahapan-tahapan  selanjutnya. Memanfaatkan Internet sebagai sarana mencapai tujuan-tujuan itu bukan hal yang sederhana, tapi juga bukan hal yang sulit. <a href="http://www.univind.com/service.php">Strategi online</a> yang tepat akan membuat Internet menjadi media yang benar-benar powerful untuk mendukung Anda <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/01/26/strategi-online-ketahui-tujuan-anda-online-kenali-siapa-target-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
