<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Univind Blog &#187; Marketing</title>
	<atom:link href="http://www.univind.com/blog/category/marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.univind.com/blog</link>
	<description>Integrated Online Solution Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Apr 2010 10:56:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apa Itu Conversion Rate?</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2010/01/06/apa-itu-conversion-rate/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2010/01/06/apa-itu-conversion-rate/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 16:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[conversion rate]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[optimasi conversion rate]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat konversi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Dunia internet marketing saat ini telah penuh sesak dengan beribu strategi. Tak terhitung banyaknya orang yang membuat tulisan-tulisan dan atau mendiskusikan topik tentang strategi internet marketing yang handal. Namun sayangnya, mayoritas tulisan dan diskusi yang beredar itu hanya berkutat pada pembahasan pencarian trafik melalui SEO, Adword, iklan baris dan lain sebagainya. Padahal masih sangat banyak aspek di luar itu yang juga harus diperhatikan. Salah satunya adalah conversion rate. Apa itu conversion rate?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_75" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/website_conversion_rate1.jpg"><img class="size-full wp-image-75" title="website_conversion_rate" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/website_conversion_rate1.jpg" alt="Website Conversion Rate" width="400" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi conversion rate</p></div>
<p>Dunia internet marketing saat ini telah penuh sesak dengan beribu strategi. Tak terhitung banyaknya orang yang membuat tulisan-tulisan dan atau mendiskusikan topik tentang strategi internet marketing yang handal. Namun sayangnya, mayoritas tulisan dan diskusi yang beredar itu hanya berkutat pada pembahasan pencarian trafik melalui SEO, Adword, iklan baris dan lain sebagainya. Padahal masih sangat banyak aspek di luar itu yang juga harus diperhatikan. Salah satunya adalah <em>conversion rate</em>. Apa itu <em>conversion rate</em>?</p>
<p><em><span id="more-72"></span>Conversion rate </em>atau tingkat konversi dalam dunia internet marketing merupakan persentase dari jumlah pengunjung <em>website </em>yang kemudian melakukan tindakan tertentu yang diinginkan oleh sang pemilik <em>website </em>(<a href="http://www.marketingterms.com/dictionary/conversion_rate/" target="_blank">MarketingTerms.com &#8211; Conversion Rate</a>). Tindakan yang dimaksud disini bisa bermacam-macam tergantung tujuan dari dibuatnya <em>website </em>tersebut. Misal, pada <em>website</em> <em>e-commerce</em>, tindakan yang diinginkan biasanya adalah pemesanan produk. Bagi seorang penulis majalah online, tindakan yang diingkan bisa saja berupa pendaftaran berlangganan tulisan melalui <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RSS" target="_blank">RSS</a>.</p>
<p><em>Conversion rate</em> dapat diukur dengan cara membandingkan jumlah pencapaian target yang didapat terhadap total jumlah pengunjung. Secara singkat dapat dilihat pada formula berikut:</p>
<pre><span style="color: #008000;">Conversion rate = jumlah pencapaian target / total jumlah pengunjung</span></pre>
<p>Semakin tinggi conversion rate sebuah website berarti semakin sukses website tersebut dalam mencapai tujuannya. Sebaliknya, tingkat konversi yang rendah dapat menjadi tolok ukur kelemahan dari website tersebut.</p>
<p>Conversion rate ini merupakan salah satu poin yang jarang diperhatikan oleh para internet marketer di Indonesia. Banyak internet marketer yang hanya terfokus pada pencarian trafik sebanyak-banyaknya. Padahal ribuan, jutaan atau milyaran (lebay dikit :p) pengunjung tersebut akan menjadi sia-sia jika si pengunjung tersebut tidak melakukan apa yang kita inginkan. Misal, sebuah toko online dengan pengiklanan yang super masif di berbagai media akhirnya bisa mendapat satu juta kunjungan setiap hari. Namun, penjualan dari toko online itu tidak lebih dari 10 transaksi per hari. Apa yang salah? yang salah disini tentu adalah <em>conversion rate</em>-nya. Jika dihitung dengan menggunakan formula yang disebutkan diatas tadi, maka <em>conversion rate</em> dari toko online tersebut hanya sebesar:</p>
<pre><span style="color: #008000;">Conversion rate = jumlah pencapaian target / total jumlah pengunjung</span></pre>
<pre><span style="color: #008000;">Conversion rate = 10 / 1.000.000 = <strong>0.00001</strong></span></pre>
<p>Oleh sebab itu, <a href="http://www.univind.com/service" target="_blank">strategi marketing online</a> yang baik tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah kunjungan saja, melainkan juga memperhatikan optimasi pada aspek-aspek lainnya secara terintegrasi.<em> Conversion rate</em> ini merupakan salah satu aspek tersebut.</p>
<p>pada tulisan berikutnya saya akan mencoba mengupas strategi-strategi peningkatan <em>conversion rate </em>bagi <em>website </em>kita. Tunggu tulisan berikutnya <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2010/01/06/apa-itu-conversion-rate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Umum Pengusaha Dalam Internet Marketing</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/12/13/kesalahan-umum-pengusaha-dalam-internet-marketing/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/12/13/kesalahan-umum-pengusaha-dalam-internet-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 18:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[dotcom bubble burst]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online consultant]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran online]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[rencana strategis]]></category>
		<category><![CDATA[web admin]]></category>
		<category><![CDATA[Web Maintenance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, sudah banyak orang yang melihat potensi besar dari internet. Termasuk diantaranya para pengusaha dari berbagai sektor industri. Banyak dari mereka yang sadar akan besarnya kebermanfaatan yang bisa diberikan internet bagi bisnis mereka. Kesadaran tersebut membuat banyak pengusaha yang mulai mencoba-coba meluaskan sayap bisnis mereka ke dunia maya. Ada yang menjajal  sendiri dengan membaca artikel-artikel tentang internet marketing yang banyak bertebaran di jagad virtual. Ada pula yang sudah merasa terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga mempercayakan ekspansi bisnisnya itu ke pihak lain. Baik itu ke individu maupun ke sebuah perusahaan konsultan pemasaran online profesional.

Namun, sayangnya banyak pula di antara pengusaha tersebut yang tersandung di tengah perjalan ekspansi online mereka. Banyak dari mereka yang salah melangkah. Berikut adalah 3 kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh para pengusaha (terutama skala kecil dan menengah) dalam strategi pemasaran online mereka:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini sudah banyak orang yang melihat potensi besar dari internet. Termasuk diantaranya para pengusaha dari berbagai sektor industri. Banyak dari mereka yang sadar akan besarnya kebermanfaatan yang bisa diberikan internet bagi bisnis mereka. Kesadaran tersebut membuat banyak pengusaha yang mulai mencoba-coba meluaskan sayap bisnis mereka ke dunia maya. Ada yang menjajal  sendiri dengan membaca artikel-artikel tentang internet marketing yang banyak bertebaran di jagad virtual. Ada pula yang sudah merasa terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga mempercayakan ekspansi bisnisnya itu ke pihak lain. Baik itu ke individu maupun ke sebuah perusahaan konsultan pemasaran online profesional.</p>
<p>Namun, sayangnya banyak pula di antara pengusaha tersebut yang tersandung di tengah perjalan ekspansi online mereka. Banyak dari mereka yang salah melangkah. Berikut adalah 3 kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh para pengusaha (terutama skala kecil dan menengah) dalam strategi pemasaran online mereka:<span id="more-41"></span></p>
<h3>Tidak punya rencana strategis</h3>
<p>Melakukan ekspansi pemasaran ke ranah online merupakan aspek pengembangan bisnis yang sangat strategis. Untuk itu, diperlukan sebuah perencanaan yang matang. Sayangnya, belum banyak pengusaha kelas kecil dan menengah yang melakukan perencanaan tersebut. Mereka menganggap bahwa hal ini tidak terlalu strategis untuk diperhatikan secara serius. Faktor ini jualah yang menjadi salah satu faktor utama kehancuran bisnis dotcom (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dot-com_bubble" target="_blank">dotcom bubble burst</a>) pada tahun 2000 silam.</p>
<h3>Buat website dan tinggalkan</h3>
<p>Kesalahan selanjutnya yang lumrah terjadi adalah tidak dikelolanya website yang telah dibuat. Seringkali kita temukan website yang sudah didesain dengan begitu indah, dibuat dengan sistem yang begitu mumpuni. Tapi masih terisi dengan konten dummy <a href="http://www.lipsum.com/" target="_blank">lorem-ipsum</a> yang sama sekali tak bermakna. Kalaupun websitenya sudah memiliki konten yang jelas dan punya makna, banyak pula yang tidak pernah di-<em>update</em>. Tidak ada tulisan terbaru. Tidak ada produk baru yang dimasukkan. Tidak ada pertanyaan pengunjung yang dibalas dan lain sebagainya.</p>
<h3>Tidak ada admin khusus</h3>
<p>Permasalahan kedua diatas tadi seringkali disebabkan tidak adanya admin yang diberi tugas khusus untuk mengelola website yang dia miliki. Keberadaan admin yang ditugaskan secara khusus untuk mengelola website ini menjadi sangat penting agar website yang sudah dibuat bisa benar-benar terberdayakan secara optimal.</p>
<h3><strong><span style="text-decoration: underline;">SOLUSI</span></strong></h3>
<p>Semua permasalahan tentu ada solusinya. Untuk permasalahan-permasalahan diatas tadi solusinya antara lain:</p>
<h3>Buat rencana strategis</h3>
<p>Ekspansi ke online marketing membutuhkan sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan ini penting untuk menghindari kesimpangsiuran dan juga ketidakjelasan dalam program internet marketing yang dijalankan nantinya. Tentukan apa saja yang akan dilakukan. Bagaimana melakukannya. Siapa yang akan mengerjakannya. Jangka waktunya. Parameter keberhasilannya dan lain sebagainya. Jadikan itu semua terpaket dalam satu bentuk rencana strategis pengembangan perusahaan yang dirancang secara komprehensif dan holistik. Dengan begitu semua program ekspansi internet marketingnya akan terukur dengan baik.</p>
<h3>Rekrut tim admin khusus</h3>
<p>Jika bisnis Anda memang sudah cukup besar maka Anda perlu merekrut tim yang ditugaskan secara khusus untuk menangani semua strategi pemasaran online yang sudah dirancang sebelumnya. Jika bisnis Anda relatif masih kecil, Anda bisa merekrut cukup satu orang khusus untuk mengelola website Anda dan juga memasarkannya. Selain itu, jangan jadikan tugas ini hanya sebagai tugas sampingan yang Anda berikan untuk petugas administrasi Anda. Rekrutlah orang yang benar-benar terspesialisasi untuk tugas ini.</p>
<h3>Berikan training untuk tim</h3>
<p>Jangan biarkan tim online marketing Anda bekerja secara liar tanpa arahan. Berikan training yang komprehensif untuk tim tersebut. Mulai dari pemaparan rencana strategis yang telah Anda buat sampai kepada training untuk hal-hal teknis pengelolaan website.</p>
<h3>Sewa konsultan</h3>
<p>Online marketing merupakan ilmu yang kompleks. Banyak hal yang dicakup dalam strategi online marketing. Banyak sekali aspek-aspek detail dari pemasaran online yang harus banyak. Jika memang Anda sudah terlalu sibuk untuk melakukan strategic planning apalagi melatih tim online marketing Anda. Maka sudah saatnya Anda meminta bantuan kepada konsultan pemasaran online (seperti <a href="http://www.univind.com" target="_blank">Univind </a>tentunya <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ) Kami para konsultan web adalah orang-orang yang telah menspesialisasikan diri pada bidang ini. Kami mencurahkan segenap waktu kami pada bidang ini. Dengan meminta bantuan pada konsultan, Anda tidak perlu dipusingkan lagi dengan urusan online marketing Anda sehingga Anda bisa tetap fokus pada core bisnis awal Anda.</p>
<p>Sekian. Semoga bermanfaat <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/12/13/kesalahan-umum-pengusaha-dalam-internet-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaskus: Brand Indonesia yang New Wave Banget!</title>
		<link>http://www.univind.com/blog/2009/11/26/kaskus-brand-indonesia-yang-new-wave-banget/</link>
		<comments>http://www.univind.com/blog/2009/11/26/kaskus-brand-indonesia-yang-new-wave-banget/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmanakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus Online]]></category>
		<category><![CDATA[markplus]]></category>
		<category><![CDATA[MarkPlus Conference 2010]]></category>
		<category><![CDATA[markplusconference]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.univind.com/blog/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Kaskus, siapa yang tidak tahu forum online terbesar di Indonesia ini. Tidak salah memang Kaskus mengklaim sebagai The Largest Indonesian Community seperti yang dipake sebagai taglinenya. Buktinya, ada 1,2 juta lebih Kaskuser (sebutan untuk member Kaskus) saat ini, 100 juta lebih jumlah tulisan (postingan) yang ada di sana, bahkan mencatat 15 juta pageviews per hari! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_22" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2707128"><img class="size-medium wp-image-22 " style="margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" title="Kaskus Ulang Tahun ke 10" src="http://www.univind.com/blog/wp-content/uploads/2009/11/ultah2_maho-300x225.jpg" alt="Kaskus" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kaskus Ulang Tahun ke 10 (pic by caesarleo)</p></div>
<p><a href="http://www.kaskus.us/">Kaskus</a>, siapa yang tidak tahu forum online terbesar di Indonesia ini. Tidak salah memang Kaskus mengklaim sebagai <em>The Largest Indonesian Community</em> seperti yang dipake sebagai taglinenya. Buktinya, ada 1,2 juta lebih Kaskuser (sebutan untuk member Kaskus) saat ini, 100 juta lebih jumlah tulisan (postingan) yang ada di sana, bahkan <a href="http://teknologi.vivanews.com/news/read/101021-kaskus_catat_15_juta_pageview_per_hari">mencatat 15 juta pageviews per hari</a>! Kaskus juga merupakan website asli Indonesia yang menempati posisi paling atas di <a href="http://www.alexa.com">Alexa</a>, bahkan di atas <a href="http://www.detik.com/">Detik.com</a>.</p>
<p>Selain merupakan sebuah brand komunitas, Kaskus yang &#8216;dilahirkan&#8217; 10 tahun lalu oleh <a href="http://twitter.com/adarwis">Andrew Darwis</a> yang sedang kuliah di Amerika Serikat juga merupakan sebuah brand komersial. Kaskus dikelola oleh PT Darta Media Indonesia, perusahaan yang didirikan oleh Andrew sekembalinya di Indonesia, yang menangani urusan operasional, teknis server, hingga marketing. Kaskus mendapatkan pemasukan dari iklan serta donasi para Kaskuser, yang utamanya digunakan agar Kaskus tetap bisa beroperasi. Nilai iklannya pun cukup fantastis, puluhan hingga hampir dua ratus juta rupiah per bulannya! (<a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2790724">sumber: Kontan 21 November 2009</a>)<span id="more-15"></span></p>
<p>Kaskus berisi berbagai <a href="http://www.kaskus.us/forum.php">sub forum</a> tentang berbagai macam hal yang biasa diobrolkan di dunia nyata. Dari hal-hal tentang kehidupan sehari-hari, gosip, teknologi, politik, debat, seni, bisnis, hingga yang aneh-aneh seperti sub forum supranatural. Kaskus juga memiliki <em>marketplace</em> yang bernama <a href="http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=25">Forum Jual Beli</a>, dimana setiap Kaskuser bisa menjual dan membeli hampir barang-barang apapun. &#8216;Pasar Rakyat&#8217; ini tidak bisa dipandang sebelah mata, karena perputaran uang di FJB setiap bulannya mencapai lebih dari <a href="http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/61412/membangun-kerajaan-bisnis-dengan-fjb-kaskus.html">100 miliar rupiah per bulannya</a>!</p>
<p>Kaskus pun sangat dicintai oleh anggota komunitasnya. Buktinya adalah para Kaskuser sangat suka membuat hal-hal bermanfaat yang bertema Kaskus. Salah satunya adalah penyanyi hip hop Saykoji (id kaskusnya: <a href="http://www.kaskus.us/member.php?u=367575">saykojigor</a>), yang saking cintanya dengan Kaskus, dia sampai membuat <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2193911">Kaskus Anthem</a>, yang dapat didownload dengan cuma-cuma oleh pengguna Internet! Kaskuser yang &#8220;rakyat biasa&#8221; pun tidak kalah cintanya kepada Kaskus. Yang paling sering dilakukan adalah membuat kaos-kaos Kaskus, jadi jangan heran kalo kemana-mana suka ngeliat ada yang pake kaos Kaskus aneka warna dan corak, dengan logo Kaskus dan <em>tagline</em>-nya yang terlihat. Banyak juga yang buat <a href="http://www.kaskus.us/search_result.php?q=wallpaper+kaskus">wallpaper Kaskus</a> yang keren-keren banget. Nah, ekstrim banget nih orang, bahkan sampai ada yang bikin <a href="http://apps.facebook.com/alvibanget">game Facebooknya</a> segala!</p>
<p>Kalau melihat Kaskus kaya sekarang ini, kira-kira apa ya yang membuat Kaskus sangat populer? Kalau dilihat-lihat menurut <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/surfingthenewwavemarketing">New Wave Marketing</a>-nya <a href="http://hermawankartajaya.com/">Pak Hermawan Kartajaya</a>, ternyata Kaskus adalah sebuah brand yang sangat New Wave! Hampir semua ciri-ciri dan aplikasi dari New Wave Marketing dapat ditemukan di Kaskus.</p>
<p>Pak Hermawan Kartajaya menceritakan bahwa <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/08/28/09570941/Era.Matinya.Pemasaran.Gaya.Lama.">marketing gaya lama sudah mati</a>, dan sekarang adalah eranya New Wave Marketing. <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/08/28/09570941/Era.Matinya.Pemasaran.Gaya.Lama.">Di sana,</a> pak Hermawan menceritakan summary apa itu New Wave Marketing. Nah, di artikel ini, saya akan menunjukkan unsur-unsur Marketing Value era New Wave (<em>Character, Care, dan Collaboration</em>) yang dimiliki oleh Kaskus sebagai brand komunitas. Hal-hal ini membuat saya yakin bahwa Kaskus adalah brand 100% made in Indonesia yang New Wave banget!<!--more--></p>
<p>Unsur <em>New Wave Marketing Value</em> yang <strong>pertama </strong>adalah <em><span style="text-decoration: underline;">Character</span> </em>(karakter). Karakter yang dibangun sejak Kaskus pertama &#8216;dilahirkan&#8217; adalah tentang kebebasan berekspresi. Tidak ada hak mengemukakan pendapat yang dibungkam di Kaskus, selama menaati norma-norma yang berlaku tentunya. Kebebasan berekspresi inilah yang membuat Kaskus berisi konten-konten yang sangat variatif sekali. Bahkan berita-berita yang ada di Kaskus beberapa kali &#8216;mendahului&#8217; keluarnya berita di media-media lainnya di Indonesia, baik cetak maupun Internet. Salah satu contohnya adalah tentang bom di Kuningan Juli lalu. Dua menit setelah ledakan, Kaskuser yang ada di sekitar TKP memfoto TKP dan mengirimkannya di Kaskus. Sepuluh menit kemudian, berita tersebut baru menyebar di televisi nasional. (<a href="http://www.thejakartapost.com/news/2009/11/16/kaskus-delves-serious-business.html">sumber</a>)</p>
<p>Karakter Kaskus berikutnya adalah tentang identitas. Kaskuser memiliki istilah-istilah unik yang disepakati bersama secara tidak langsung sebagai bahasa dan identitas Kaskuser. Beberapa di antaranya adalah agan/juragan, sapaan akrab kepada Kaskuser lain. Pertamax, untuk menyebut reply pertama kali terhadap satu thread. Juga momod dan mimin, sapaan akrab terhadap moderator dan admin. Ada lagi cendol dan bata untuk menyebut Good Reputation Point dan Bad Reputation Point. (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaskus">sumber</a>)</p>
<p>Unsur <strong>kedua </strong>dalam <em>New Wave Marketing Value</em> adalah <span style="text-decoration: underline;"><em>Care</em></span> (kepedulian). Kaskus adalah sebuah brand yang sangat menunjukkan kepedulian dan penghargaan. Bagi sesama Kaskuser, kepedulian ditunjukkan dengan memberikan rating (bintang 1-5) atau cendol bagi thread yang dianggap bermanfaat oleh Kaskuser lain. Bagi thread-thread yang dianggap bermanfaat untuk dibaca seluruh Kaskuser, administrator Kaskus membuat thread tersebut menjadi &#8216;hot thread&#8217; sehingga tampil di halaman depan Kakus. Sebuah penghargaan besar bagi Kaskuser yang membuat thread tersebut apabila threadnya menjadi &#8216;hot thread&#8217;.</p>
<p>Kepedulian berikutnya ditunjukkan oleh sikap perusahaan yang menaungi Kaskus (PT Darta Media Indonesia) kepada para anggotanya. Apabila mau, sebenarnya Kaskus bisa meraup untung lebih banyak dengan menambah jumlah banner-banner iklan. Namun, karena mereka berorientasi kepedulian dan penghargaan kepada anggota komunitasnya, banner-banner iklan yang tersedia tidak terlalu banyak jumlahnya dan tidak mengganggu aktivitas diskusi di forum (<a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2008/08/19/brk,20080819-131478,id.html">sumber</a>). Kaskus juga dijamin akan selalu jadi produk Indonesia, karena Kaskus tidak akan dijual kepada pemegang saham asing (<a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/19/19154893/kaskus.takkan.pernah.dijual">sumber</a>).</p>
<p><em>New Wave Marketing Value</em> yang <strong>ketiga </strong>alias terakhir adalah tentang <span style="text-decoration: underline;"><em>Collaboration</em></span> (kolaborasi). Sudah sangat jelas bahwa forum seperti Kaskus adalah sarana kolaborasi raksasa. Satu juta lebih Kaskuser tentu tidak mungkin diakomodir dalam satu kegiatan atau pertemuan saja. Oleh karena itu, Kaskuser yang ada di provinsi-provinsi, kota-kota, bahkan kampus-kampus se-Indonesia membuat <a href="http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=72">Kaskuser regionalnya</a> masing-masing. Juga di luar negeri yang ada di hampir semua benua. Masing-masing regional ini bebas melakukan kopi darat dan mengadakan kegiatannya masing-masing. Dari kolaborasi menanggapi sebuah isu sosial, kolaborasi donasi untuk membantu korban bencana, kolaborasi dalam bentuk kopi-kopi darat, sampai kolaborasi untuk <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2783432">menunjukkan kecintaan terhadap Kaskus,</a> bicara tentang Kaskus artinya bicara tentang kolaborasi massal.</p>
<p>Tidak heran, Kaskus saat ini dan saya yakin ke depannya akan tetap menjadi <em>The Largest Indonesian Community</em>. Dari barat ke timur Indonesia, hingga ke hampir seluruh benua di dunia, semua Kaskuser tersebar. Dari &#8216;hanya&#8217; 628ribu lebih member di tengah tahun 2008 menjadi dua kali lipatnya di akhir tahun 2009. Bayangkan tahun depan berapa banyak lagi jumlahnya. Tentu saja hal ini akan berbanding lurus dengan nilai bisnis (iklan)-nya, yang pastinya akan dikembalikan untuk perkembangan Kaskus lagi.</p>
<p>Dari tiga <em>Marketing Value</em> yang dimiliki Kaskus saja, belum lagi melihat taktik pemasaran, pilar-pilar marketingnya, dan konektor-konektornya, sudah sangat terlihat bahwa Kaskus adalah sebuah brand yang sangat horisontal, humanis, dan dicintai komunitasnya. Ya, ini semua karena Kaskus adalah sebuah brand Indonesia yang &#8220;New Wave&#8221; banget! Apakah teman-teman semuanya, juga para juragan, setuju?</p>
<p><em><span>Ini adalah komentar saya, seorang Kaskuser pasif <img src='http://www.univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , yang (mudah-mudahan) memperkaya apa yang Pak HK paparkan summary-nya di <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/08/28/09570941/Era.Matinya.Pemasaran.Gaya.Lama.">Era &#8216;Matinya&#8217; Pemasaran Gaya Lama</a>, sebagai entri untuk <a href="http://www.markplusconference.com/index.php?page=blogger">Bloggers @ MarkPlus Conference 2010</a>.<br />
</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.univind.com/blog/2009/11/26/kaskus-brand-indonesia-yang-new-wave-banget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
