Tiga Tren Dunia Digital Saat Ini: Bersainglah Secara Real Time! (Tren #1)
25 March 2010. Muhammad Ilman Akbar
Hari Senin, 22 Maret 2010 lalu, saya mendapat undangan dari Indo Pacific Edelman untuk hadir di Steve Rubel’s Lecture. Buat yang belum tahu, Steve Rubel (@steverubel) adalah Senior Vice President, Director of Insight dari Edelman Digital.
Pekerjaannya dia sehari-hari adalah mempelajari lanskap dunia digital (online), mengamati trennya, dan memperkirakan ke arah mana teknologi akan bergerak dalam 18-24 bulan ke depan. Steve Rubel sering menemukan insight-insight baru di dunia digital saat ini, dan membaginya, entah lewat Twitter, FB Pagenya, atau lewat presentasi seperti yang dia lakukan Senin lalu.
Kalau kita mengamati dunia Internet saat ini, kondisinya sudah jauh berbeda dibandingin 10 tahun lalu. Kita bisa melihat dimana-mana orang mengakses Facebook & Twitter, cara kita menggunakan Internet juga berubah, dan masih banyak lagi kondisi yang harus kita ketahui dan kita tanggapi.
Apa insight yang bisa diambil dari tren-tren itu, dan bagaimana bisnis atau marketing merespon terhadap tren tersebut? Inilah rangkuman dari presentasi yang dia bawakan yang berjudul Three Digital Trends for the New Decade: building marketing strategies that are real-time, highly visible and data-driven.
Prolog: Teknologi berubah cepat, tren bergerak lebih lambat.
Steve menekankan, untuk pengambilan keputusan, jangan terlalu memperhatikan teknologi. Perhatikanlah tren. Teknologi itu cepat sekali berubah, dan sulit diprediksi. Tapi tren berubah tidak secepat teknologi. Perhatikanlah, apa yang sedang banyak dilakukan, dibicarakan, digunakan, dsb oleh orang-orang sekeliling di kita. Fokuslah pada tren, tapi gunakan (leverage) teknologi untuk mendukung keputusan bisnis kita.
Tren #1: Sekarang adalah era stream, terlibatlah secara real time
Marketing in the age of streams: the real time engagement imperative.
Pada pertengahan 90′an, satu-satunya cara membuka website adalah dengan cara mengetik alamatnya di browser, mengunjungi website satu per satu. Website menjadi tujuan akhir kita di Internet (destination website). Tapi sekarang, website itu jadi stream alias arus.
Coba deh, berapa banyak dari kita sekarang yang ngakses websitenya ngetik di browser satu-satu. Udah makin jarang kan? Lebih sering kita buka website dari link yang ada di artikel atau blog, atau diberikan teman-teman kita lewat Facebook, Twitter, Email, YM, dsb. Semua link website yang dibagi itu jadi stream, arus informasi yang sangat cepat, bagaikan jalan tol.
Faktanya, manusia itu ga bisa memusatkan perhatian pada banyak hal. Riset membuktikan bahwa rata-rata orang hanya mampu berteman secara optimal dengan 100-150 orang saja!
Selain itu, Steve juga menceritakan bahwa untuk mendapatkan perhatian terhadap “sesuatu”, kita perlu terpapar terhadap “sesuatu” itu 3-5 kali. Misalkan sebelum kita memutuskan membeli barang, setidaknya kita perlu dapet rekomendasi 3-5 kali. Di internet juga seperti itu. Kita perlu melihat sesuatu setidaknya 3-5 kali sebelum akhirnya bisa terlibat di sana.
Lalu riset dari Nielsen, di Amerikat Serikat, menghasilkan bahwa rata-rata pengguna Internet itu mengunjungi 111 domain website setiap bulannya. Menghitung satu domain website punya halaman-halaman lain (misalnya satu situs Detikcom, kita buka berbagai macam berita), dalam sebulan, angka itu membengkak jadi 2.554 halaman yang diakses setiap bulannya.
Melihat data-data di atas, adalah siapapun, baik perorangan maupun brand, saat masuk di Internet, perlu bekerja sangat keras untuk bisa diperhatikan!
Nah, lalu bagaimana caranya sebuah brand atau bisnis bisa sukses masuk di online? Kuncinya ada di keterlibatan staf perusahaan di Internet. Steve Rubel memberikan tiga saran tentang hal ini.
1. Establish digital embassies and equip employees to become ambassadors
Masa-masa, “eh, saya baru punya website, datang dan kunjungi yaa! sudah lewat. Perusahaan harus “kejar bola”, berada dimana pelanggan mereka ada. Apabila para pelanggan ada di Facebook, YouTube, Twitter, atau tempat lainnya, buat digital embassy, ikutlah berada di sana.
Tapi bukan sembarangan sekedar bikin akun Facebook, Twitter, dsb. Perusahaan harus benar-benar mengutus “manusia” di sana, agar perusahaan menjadi “manusia”, bukan merasa superior karena berupa perusahaan. Pada digital embassy, perusahaan tidak boleh sekedar ada dan promosi-promosi perusahaan. Perusahaan harus berbagi hal-hal yang bermanfaat dengan pelanggan, dihargai karena manfaat yang diberikannya.
Keberadaan perusahaan di sana memperluas service area. Memperluas jangkauan layanan mereka. Dan ini pasti disukai pelanggan kan?
2. Embrace multiplicity and diversity
Jangan gunakan satu pesan yang sama untuk semua digital embbasies. Gunakan pesan atau cerita yang berbeda-beda, sesuai dengan karakteristik teknologi dan pelanggan di masing-masing digital embassy. Misalnya, pesan yang disampaikan di update status Twitter & Facebook pasti berbeda.
Apabila pesan yang ingin disampaikan besar atau panjang, bagi-bagi pesan itu dalam potongan chunks yang lebih kecil dan banyak, agar mudah dibaca dan dicerna.
3. Use the Force, don’t fight it
The Force di sini adalah social media. Banyak perusahaan yang melarang bahkan memblok akses Internet karyawan ke Facebook, Twitter, dsb pada jam kerja dengan alasan mengurangi produktivitas. Padahal di sisi lain, karyawan dapat menjadi brand ambassador yang mempopulerkan perusahaan tersebut.
Agar optimal, temukan beberapa karyawan yang sangat aktif di social media, lalu “persenjatai” mereka supaya mereka bisa melepaskan kekuatan mereka. Maksudnya, karyawan-karyawan yang aktif tersebut di-brief, diberi bahan-bahan informasi tentang perusahaan, agar aktivitas mereka di social media semakin menguntungkan perusahaan.
Lagi, setelah aktif di Internet, perusahaan bisa memperluas service area, dan itu sangat disukai pelanggan bukan?
Inti dari tren pertama ini adalah, perusahaan harus bisa bersaing dalam stream, dengan terlibat secara langsung!
Mar 25 at 18:30
[...] This post was mentioned on Twitter by Univindo Mandiri, Muhammad Ilman Akbar. Muhammad Ilman Akbar said: ini dari #SteveRubelID kmrn RT @univind: Tiga Tren Dunia Digital Saat Ini: Bersainglah Secara Real Time! (Tren #1). http://bit.ly/aYoNYQ [...]
Apr 26 at 17:55
[...] Tiga Tren Dunia Digital Saat Ini: Bersainglah Secara Real Time! (Tren #1) 1 comment(s) [...]