Website “Bagus” vs “Tidak Bagus”: Website Bagus Harus bisa Diukur!
17 December 2009. Muhammad Ilman Akbar
Tulisan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang website yang bagus vs tidak bagus. Berdasarkan pengalaman kami, secara umum kira-kira ada empat hal yang bisa mengetahui apakah sebuah website itu bagus atau tidak bagus: dari segi bisnis, disain, konten, dan teknologi. Keempat hal ini berhubungan erat satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan perhatiannya saat hendak membuat atau mengurus sebuah website. Postingan kali ini akan membahas segi bisnis terlebih dahulu.
Bicara bisnis, tentu saja paling penting adalah bicara tentang tujuan. Apa tujuan Anda membuat website? Untuk berjualan langsung di Internet? Untuk membuat calon pelanggan menghubungi Anda dan menggunakan jasa Anda? Sekedar memberi informasi tentang perusahaan Anda? Untuk meningkatkan citra perusahaan? Untuk berkomunikasi dengan pelanggan? Atau sekedar eksis aja tanpa tujuan yang jelas?
Apapun tujuan website Anda, satu hal yang paling penting adalah website Anda harus bisa diukur. Apakah benar pelanggan Anda datangnya dari Internet, atau malah dari pamflet yang disebarkan di pameran-pameran? Berapa banyak yang tahu tentang perusahaan Anda di Internet? Jangan-jangan banyak calon pelanggan yang datang ke website Anda, tapi pergi lagi karena Anda tidak bisa merangkulnya.. Pastinya banyak pertanyaan lain yang muncul berkaitan dengan ukuran-ukuran yang ada di website. Juga kalau website Anda tidak bisa diukur, bagaimana mengukur return of investment (ROI)-nya?
Ada banyak sekali hal yang bisa diketahui apabila kita bisa mengukur website kita. Sedikitnya adalah
- Berapa pengunjung website kita dalam sehari, seminggu, sebulan?
- Apakah pengunjung website kita tertarik dengan isi website kita?
- Apakah pengunjung website kita sesuai dengan target pasar kita
- Berapa banyak pengunjung setia website kita
- Berapa banyak pengunjung yang “melirik” barang maupun jasa yang ditawarkan di website Anda
- Bagaimana cara pengunjung masuk ke website kita? Apakah dari Google, link di website lain, atau langsung masuk?
- Kata kunci pencarian apa yang membawa pengunjung masuk ke website kita
- Halaman apa saja yang paling disukai pengunjung
- Berasal darimana saja pengunjung website kita
- Dan masih banyaak lagi..
Berpikir bahwa software yang digunakan untuk mengukur website kita itu mahal dan sulit digunakan? Oh, tidak, ternyata gratis! Beberapa software yang paling terkenal adalah Google Analytics, SiteMeter, maupun HiStats. Dalam menangani maintenance website-website klien, Univind selalu menggunakan Google Analytics.
Pada akhirnya, dengan data-data yang didapatkan dari alat pengukur ini, kita bisa mengetahui apakah website kita sudah berjalan dengan optimal atau belum. Juga menentukan hal-hal apa yang perlu diperbaiki dari website kita. Dan hal ini akan membuat website kita akan berfungsi maksimal dalam mendukung bisnis Anda. Jadi, sudahkah website anda bisa diukur?
Pada postingan-postingan ke depannya, insya Allah saya akan menuliskan beberapa tutorial singkat penggunaan Google Analytics dalam mengukur dan maintenance website, sehingga kita bisa mendapatkan kesimpulan tentang “seperti apa sih website kita sebenarnya?”

Dec 17 at 13:45
mangstaff brooo.. keep posting.. hhe..
Dec 17 at 13:54
hehehe.. makasih banyak bro
pengen bagi2 ilmu yg dikit ini nih, pengen ngikutin jejak babeh Nukman
Jan 02 at 13:16
Jadi teringat pro kontra web bounce rate, tolong dijelaskan juga ya pak Ilman
trus soal penjualan / sales sebaiknya pakai web semacama mini site atau justru fokus pada conversation? dan kaitannya dengan conversation
Jan 05 at 17:10
#Arham
iya, insya Allah bounce rate akan diceritakan di postingan2 selanjutnya..
mungkin maksud arham itu conversion rate, bukan conversation rate?
Jan 07 at 07:34
[...] Website "Bagus" vs "Tidak Bagus": Website Bagus Harus bisa Diukur! [...]
Feb 04 at 19:31
pastikan juga pengunjung yg datang ke web diperiksa juga apa manusia apa bukan
kebanyak rata2 biasa spam bot yg sering berkunjung
apalalagi kalo ip sama n rutin berkunjungnya setiap beberapa jam sekali
ternyata setelah happy pengunjung web banyak nggak taunya bot semua XP