Dec 23

photo credit: DMahendra
Suatu survey mengatakan bahwa 46 persen dari bisnis kecil (di Indonesia namanya Usaha Kecil Menengah/UKM) tidak memiliki website. Ini adalah survey di Amerika Serikat, negara dengan penetrasi Internet mencapai 74,1%. Di Indonesia yang penetrasi internetnya cuma 12,5%, dari UKM yang jumlahnya sekitar 550 ribu usaha (pada akhir 2008), artinya sangat sedikiiit sekali UKM yang memiliki website.
Bagi usaha/bisnis kecil dan menengah, perlu nggak sih memiliki website? Jawabannya cuma satu, ya, sangat perlu! Terutama untuk usaha-usaha yang ada di kota-kota besar di Indonesia. Sangat penting usaha/bisnis Anda eksis di Internet. Kita sama-sama tahu, kalau pengguna Internet di Indonesia terus bertambah tiap tahunnya (kira-kira diprediksi mencapai lebih dari 57 juta di tahun 2010). Pengguna Internet Indonesia juga sangat aktif dalam mengakses Internet, terbukti dengan besarnya pengguna Facebook, yang Indonesia menempati posisi 7 dengan lebih dari 11 juta pengguna, serta pengguna Twitter Indonesia yang masuk 5 besar dunia!.
Satu hal yang paling penting, sekarang mulai makin muncul kecenderungan bahwa untuk mendapatkan suatu informasi, kita lebih sering mencarinya di Internet (lewat situs pencari seperti Google) daripada bertanya langsung ke orang lain, lewat TV, radio, atau koran. Setuju kan? Entah itu mencari informasi seputar produk, mencari rekomendasi jasa/tempat wisata/tempat makan yang bagus, atau cuma sekedar pengen nyari tahu isu terhangat kali ini (misalnya Luna Maya vs Infotainment), semua dilakukan lewat Internet! read all »
Dec 17

Screenshot Google Analytics
photo credit: vrypan
Tulisan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang website yang bagus vs tidak bagus. Berdasarkan pengalaman kami, secara umum kira-kira ada empat hal yang bisa mengetahui apakah sebuah website itu bagus atau tidak bagus: dari segi bisnis, disain, konten, dan teknologi. Keempat hal ini berhubungan erat satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan perhatiannya saat hendak membuat atau mengurus sebuah website. Postingan kali ini akan membahas segi bisnis terlebih dahulu.
Bicara bisnis, tentu saja paling penting adalah bicara tentang tujuan. Apa tujuan Anda membuat website? Untuk berjualan langsung di Internet? Untuk membuat calon pelanggan menghubungi Anda dan menggunakan jasa Anda? Sekedar memberi informasi tentang perusahaan Anda? Untuk meningkatkan citra perusahaan? Untuk berkomunikasi dengan pelanggan? Atau sekedar eksis aja tanpa tujuan yang jelas? read all »
Dec 13
Saat ini sudah banyak orang yang melihat potensi besar dari internet. Termasuk diantaranya para pengusaha dari berbagai sektor industri. Banyak dari mereka yang sadar akan besarnya kebermanfaatan yang bisa diberikan internet bagi bisnis mereka. Kesadaran tersebut membuat banyak pengusaha yang mulai mencoba-coba meluaskan sayap bisnis mereka ke dunia maya. Ada yang menjajal sendiri dengan membaca artikel-artikel tentang internet marketing yang banyak bertebaran di jagad virtual. Ada pula yang sudah merasa terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga mempercayakan ekspansi bisnisnya itu ke pihak lain. Baik itu ke individu maupun ke sebuah perusahaan konsultan pemasaran online profesional.
Namun, sayangnya banyak pula di antara pengusaha tersebut yang tersandung di tengah perjalan ekspansi online mereka. Banyak dari mereka yang salah melangkah. Berikut adalah 3 kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh para pengusaha (terutama skala kecil dan menengah) dalam strategi pemasaran online mereka: read all »
Dec 11

photo credit: schoschie
Di Internet, terdapat jutaan website. Banyak di antara website-website itu yang “bagus”, namun banyak juga website yang “tidak bagus”. Tidak bagusnya itu bisa disebabkan oleh banyak segi. Bisa dari segi konten, disain, teknologi, dan yang paling penting adalah tentang hubungannya dengan bisnis perusahaan/perseorangan sang empunya website. Website-website yang “bagus” ini sebagian besar sudah memenuhi standar-standar website yang baik, dan bermanfaat maksimal sesuai dengan tujuan pembuatan websitenya. Entah bertujuan untuk berjualan di online, meningkatkan popularitas, memberi berita, membangun komunitas, maupun tujuan yang lain.
Di sisi lain, website yang “tidak bagus” tidak berfungsi maksimal, karena unsur-unsur di dalamnya membuat website itu “tidak bagus”. Entah disainnya ketinggalan zaman, kontennya amburadul, teknologinya tidak optimal, dan sebagainya. Atau bahkan merugikan Anda karena perlu mengeluarkan biaya untuk operasional website, tapi tidak sebanding dengan apa yang Anda dapatkan dari website Anda. Tentu saja website seperti ini perlu diperbaiki, karena apabila dibiarkan, sangat membuang uang dan membuat website Anda jadi beban di pikiran. Investasi untuk membuat sebuah website tidaklah kecil bukan?
Nah, pertanyaannya, apakah Anda sadar bahwa website Anda atau perusahaan Anda termasuk kategori website “tidak bagus”? Bagaimana cara untuk mengetahuinya? Bagaimana cara mengetahui apakah website perusahaan Anda sejalan dengan tujuan bisnis Anda? Apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya?
Di postingan-postingan selanjutnya, kita akan belajar bareng tentang gimana sih sebenernya website yang “tidak bagus” itu. Berdasarkan pengalaman, saya akan menunjukkan tools maupun teori untuk mengetahuinya dan solusi untuk memperbaikinya. Jadi, apakah sudah siap untuk “membaguskan” website kita?