26 April 2010. Muhammad Ilman Akbar
Melanjutkan postingan sebelumnya tentang tiga tren dunia digital saat ini oleh Steve Rubel, postingan ini menceritakan tren kedua dunia digital saat ini.
Tren #2: Semuanya berawal dari Google, buatlah bisnis Anda terlihat di Google
The googlization of media: building a digitally visible business
Berkat adanya teknologi-teknologi user generated content seperti blog, update status di situs social/information networking, website upload foto, YouTube, dsb saat ini manusia menghasilkan konten di Internet sangat banyak!
In 2009, more data will be generated by individuals than in the entire history of mankind through 2008. andreas weigend, former chief scientist, amazon.com (Andreas Weigend – Former Chief Scientist Amazon.com)
Nyambung dengan tren pertama, karena Internet sekarang berubah jadi stream, manusia sekarang masuk dalam masa-masa information overload. Satu-satunya jalan menemukan sesuatu adalah lewat situs pencari, seperti Google.
Nggak satu-satunya sih, cara lainnya dari situs social/information network seperti dari link yang di-share di Facebook atau Twitter juga.
Kalau dulu perusahaan mengandalkan media-media eksternal untuk publikasi, sekarang semua perusahaan bisa dan harus menjadi perusahaan media. Artinya, mereka harus membuat konten tentang mereka sendiri supaya perusahaan mereka bisa dikenali oleh dunia. Baca selengkapnya »
25 March 2010. Muhammad Ilman Akbar
Hari Senin, 22 Maret 2010 lalu, saya mendapat undangan dari Indo Pacific Edelman untuk hadir di Steve Rubel’s Lecture. Buat yang belum tahu, Steve Rubel (@steverubel) adalah Senior Vice President, Director of Insight dari Edelman Digital.
Pekerjaannya dia sehari-hari adalah mempelajari lanskap dunia digital (online), mengamati trennya, dan memperkirakan ke arah mana teknologi akan bergerak dalam 18-24 bulan ke depan. Steve Rubel sering menemukan insight-insight baru di dunia digital saat ini, dan membaginya, entah lewat Twitter, FB Pagenya, atau lewat presentasi seperti yang dia lakukan Senin lalu.
Kalau kita mengamati dunia Internet saat ini, kondisinya sudah jauh berbeda dibandingin 10 tahun lalu. Kita bisa melihat dimana-mana orang mengakses Facebook & Twitter, cara kita menggunakan Internet juga berubah, dan masih banyak lagi kondisi yang harus kita ketahui dan kita tanggapi.
Apa insight yang bisa diambil dari tren-tren itu, dan bagaimana bisnis atau marketing merespon terhadap tren tersebut? Inilah rangkuman dari presentasi yang dia bawakan yang berjudul Three Digital Trends for the New Decade: building marketing strategies that are real-time, highly visible and data-driven.
Baca selengkapnya »
08 February 2010. Muhammad Ilman Akbar

photocredit: A. www.viajar24h.com
Saat sebuah brand (perusahaan/usaha kecil menengah/organisasi/yayasan/produk/layanan/dsb) memutuskan terjun ke Internet, mereka harus memikirkan strategi onlinenya baik-baik. Selain harus menetapkan tujuan online dan target pemasaran Anda, satu bagian lain dari strategi online yang sangat penting adalah tentang pemilihan nama domain.
Buat yang mungkin belum tahu, nama domain adalah alamat yang kita ketikkan pada browser kita saat kita ingin mengunjungi sebuah website. www.detik.com, www.kaskus.us, www.univind.com, www.anakui.com, dsb, adalah nama domain.
Pemilihan nama domain itu sangat amat penting sekali, karena berhubungan dengan citra sebuah brand di mata target pasarnya. Ini beberapa tips yang bisa diperhatikan pada saat memilih nama domain untuk brand kita. Baca selengkapnya »
26 January 2010. Muhammad Ilman Akbar
photo credit: codiceinternet
Saat ingin memanfaatkan Internet, banyak orang/bisnis/perusahaan/usaha kecil & menengah/organisasi berlomba-lomba membuat website untuk menunjukkan keberadaan mereka di dunia online. Akan tetapi, sering terjadi juga, setelah website-nya jadi, website tersebut tidak kepake. Jarang diupdate, nggak dimanfaatkan, nggak dipromosikan, dsb..
Akhirnya website itu pun sepi pengunjung, terbengkalai. Website itu pun jadi sesuatu yang sia-sia dan mubazir, padahal sebelumnya mereka telah mengeluarkan uang berjuta-juta rupiah untuk menggunakan jasa web designer atau web developer.
Memanfaatkan potensi Internet tidak selalu berarti membuat website. Dalam jangka panjang, membuat website memang sangat penting. Tapi saat ingin memanfaatkan Internet saat ini, lebih penting lagi disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Itulah dia, makanya ada ilmu yang namanya strategi online/online strategy (Pak Nukman dan Mbak Iim, dua orang guru saya, adalah ahlinya strategi online).
Ada beberapa hal dalam strategi online yang perlu diketahui sebelum kita/bisnis/organisasi memasuki jagad Internet yang luas. Sebelum masuk ke daerah teknis (seperti websitenya kaya gimana, mau menggunakan tools apa, dsb), ada beberapa hal mendasar yang perlu dirumuskan. Baca selengkapnya »
20 January 2010. Muhammad Ilman Akbar

website saya yang pernah di-deface
Selama ini, kebanyakan kita, entah para blogger atau pemilik perusahaan baik kecil atau menengah, tidak terlalu memperhatikan website-nya setelah website-nya eksis di Internet. Setelah dibuat dan diupload ke server hostingan, website-nya ditinggal begitu saja. Jarang di-update, lebih jarang lagi dipromosikan, dan yang paling jarang adalah memperhatikan masalah keamanan website-nya. Padahal selesai membuat website itu kira-kira baru separuh saja dari upaya memanfaatkan potensi Internet untuk mendukung usaha kita.
Salah satu yang paling vital adalah masalah keamanan. Seringkali kita mengira setelah website diupload di server hosting, website kita bakal aman-aman saja. Mungkin kita mikir, “Ah, siapa sih yang pengen nge-crack website ga terkenal kaya punya saya? Ngapain coba dia repot-repot nge-crack website saya yang ga ada yang bisa diambil ini?“. Juga beberapa mitos-mitos lain seperti yang bisa dilihat di sini.
Tapi sayangnya pemikiran itu salah. Seringkali para peretas (hacker) dan cracker itu nggak punya tujuan apa-apa saat nge-hack suatu website (kecuali masalah politik kaya Indonesia vs Malaysia kemarin). Bahkan seringkali dia ga ngerti bahasa dari website yang diserang, karena mereka hacker dari negara asing. Mereka cuma pengen memanfaatkan lubang-lubang keamanan dalam website milik kita. Baca selengkapnya »
09 January 2010. Muhammad Ilman Akbar
Saya sedang mengecek komentar spam yang tertangkap oleh Akismet di Blog Univind ini, saat kemudian saya tertegun melihat ini:

Spam Bahasa Indonesia
Jelas sekali itu spam, terlihat dari nama, URL, dan emailnya yang ngaco. Tapi benar-benar ajaib, struktur kalimatnya benar-benar bahasa Indonesia yang baik! Hampir saja saya mengeklik “Not spam”, sebelum saya melihat informasi nama, email dan URL-nya.
Beberapa tahun belakangan, mungkin dari kita sebelumnya pernah menerima spam lewat email yg isinya tentang kecelakaan pesawat dan kita diminta akun bank-nya untuk ditransfer kekayaannya. Lalu saya beberapa kali mendapati spam itu makin canggih, pake kata “Assalamu’alaikum” di depannya..
Terus saya nemu yang makin canggih lagi, spam dengan isi yang sama, tapi pake bahasa Indonesia. Ancur-ancuran sih bahasanya, kaya pake Google Translate, tapi itu bakal mengecoh pada pandangan pertama. Lalu beberapa minggu kemudian saya mendapat spam email berbahasa Indonesia dengan isi yang sama, dengan bahasa Indonesia yang asik dibaca!
Waw, kalau di email spam udah berbahasa Indonesia, dan di website spam-nya juga bahasa Indonesia (yang baik dan benar), apakah ini bakal jadi tren ke depan?
Pertanyaannya, siapa kira-kira orang Indonesia ‘pengkhianat’ yang tega bekerja untuk spammer?
06 January 2010. Mustafa Kamal

Ilustrasi conversion rate
Dunia internet marketing saat ini telah penuh sesak dengan beribu strategi. Tak terhitung banyaknya orang yang membuat tulisan-tulisan dan atau mendiskusikan topik tentang strategi internet marketing yang handal. Namun sayangnya, mayoritas tulisan dan diskusi yang beredar itu hanya berkutat pada pembahasan pencarian trafik melalui SEO, Adword, iklan baris dan lain sebagainya. Padahal masih sangat banyak aspek di luar itu yang juga harus diperhatikan. Salah satunya adalah conversion rate. Apa itu conversion rate?
Baca selengkapnya »
23 December 2009. Muhammad Ilman Akbar

photo credit: DMahendra
Suatu survey mengatakan bahwa 46 persen dari bisnis kecil (di Indonesia namanya Usaha Kecil Menengah/UKM) tidak memiliki website. Ini adalah survey di Amerika Serikat, negara dengan penetrasi Internet mencapai 74,1%. Di Indonesia yang penetrasi internetnya cuma 12,5%, dari UKM yang jumlahnya sekitar 550 ribu usaha (pada akhir 2008), artinya sangat sedikiiit sekali UKM yang memiliki website.
Bagi usaha/bisnis kecil dan menengah, perlu nggak sih memiliki website? Jawabannya cuma satu, ya, sangat perlu! Terutama untuk usaha-usaha yang ada di kota-kota besar di Indonesia. Sangat penting usaha/bisnis Anda eksis di Internet. Kita sama-sama tahu, kalau pengguna Internet di Indonesia terus bertambah tiap tahunnya (kira-kira diprediksi mencapai lebih dari 57 juta di tahun 2010). Pengguna Internet Indonesia juga sangat aktif dalam mengakses Internet, terbukti dengan besarnya pengguna Facebook, yang Indonesia menempati posisi 7 dengan lebih dari 11 juta pengguna, serta pengguna Twitter Indonesia yang masuk 5 besar dunia!.
Satu hal yang paling penting, sekarang mulai makin muncul kecenderungan bahwa untuk mendapatkan suatu informasi, kita lebih sering mencarinya di Internet (lewat situs pencari seperti Google) daripada bertanya langsung ke orang lain, lewat TV, radio, atau koran. Setuju kan? Entah itu mencari informasi seputar produk, mencari rekomendasi jasa/tempat wisata/tempat makan yang bagus, atau cuma sekedar pengen nyari tahu isu terhangat kali ini (misalnya Luna Maya vs Infotainment), semua dilakukan lewat Internet! Baca selengkapnya »
17 December 2009. Muhammad Ilman Akbar

Screenshot Google Analytics
photo credit: vrypan
Tulisan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang website yang bagus vs tidak bagus. Berdasarkan pengalaman kami, secara umum kira-kira ada empat hal yang bisa mengetahui apakah sebuah website itu bagus atau tidak bagus: dari segi bisnis, disain, konten, dan teknologi. Keempat hal ini berhubungan erat satu sama lain, dan tidak dapat dipisahkan perhatiannya saat hendak membuat atau mengurus sebuah website. Postingan kali ini akan membahas segi bisnis terlebih dahulu.
Bicara bisnis, tentu saja paling penting adalah bicara tentang tujuan. Apa tujuan Anda membuat website? Untuk berjualan langsung di Internet? Untuk membuat calon pelanggan menghubungi Anda dan menggunakan jasa Anda? Sekedar memberi informasi tentang perusahaan Anda? Untuk meningkatkan citra perusahaan? Untuk berkomunikasi dengan pelanggan? Atau sekedar eksis aja tanpa tujuan yang jelas? Baca selengkapnya »
13 December 2009. Mustafa Kamal
Saat ini sudah banyak orang yang melihat potensi besar dari internet. Termasuk diantaranya para pengusaha dari berbagai sektor industri. Banyak dari mereka yang sadar akan besarnya kebermanfaatan yang bisa diberikan internet bagi bisnis mereka. Kesadaran tersebut membuat banyak pengusaha yang mulai mencoba-coba meluaskan sayap bisnis mereka ke dunia maya. Ada yang menjajal sendiri dengan membaca artikel-artikel tentang internet marketing yang banyak bertebaran di jagad virtual. Ada pula yang sudah merasa terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga mempercayakan ekspansi bisnisnya itu ke pihak lain. Baik itu ke individu maupun ke sebuah perusahaan konsultan pemasaran online profesional.
Namun, sayangnya banyak pula di antara pengusaha tersebut yang tersandung di tengah perjalan ekspansi online mereka. Banyak dari mereka yang salah melangkah. Berikut adalah 3 kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh para pengusaha (terutama skala kecil dan menengah) dalam strategi pemasaran online mereka: Baca selengkapnya »